Meriam Elektromagnetik, Senjata Mematikan Baru Militer AS

Liberty Jemadu

Minggu, 26 Juni 2016 | 15:02 WIB
Meriam Elektromagnetik, Senjata Mematikan Baru Militer AS
Seorang petugas militer Angkatan Laut AS sedang memasukkan peluru ke dalam Railgun, meriam elektromagnetik terbaru AS (YouTube/usnavyresearch).

Suara.com - Angkatan laut Amerika Serikat diam-diam terus mengembangkan sebuah meriam baru yang diyakini bisa mengubah medan perang masa depan, meski beberapa pihak di Departemen Pertahanan AS ragu akan biaya pembuatan senjata tersebut.

"Railgun" nama senjata itu menunjukkan pergeseran paradigma dalam teknologi balisitik. Alih-alih menggunakan mesiu dan lontaran peledak untuk menembakan senjata dari moncong meriam, senjata ini memanfaatkan energi elektromagnetik untuk melesatkan sebuah proyektil dari rel tembaga.

Senjata ini hanya memanfaatkan energi kinetik untuk menghancurkan targetnya. Memanfaatkan empat sirip kecil pada ekornya, peluru bisa diarahkan tetap ke sasaran dengan kecepatan super.

Senjata ini diklaim bisa dengan mudah menghantam objek bergerak seperti kapal laut, pesawat nirawak, hingga rudal lawan.

Para ilmuwan yang mengembangkan senjata ini yakin peluru railgun bisa melesat dengan kecepatan 7,5 Mach (sekitar 9.100 kilometer per jam) - setara dengan tujuh kali kecepatan suara. Peluru itu bisa menjangkau jarak 160 kilometer.

"Railgun adalah sebuah revolusi dari sisi bagaimana ia menambah kecepatan laju peluru," kata Tom Boucher, manajer program railgun dari Pusat Riset AL AS.

Ia mengatakan bahwa senjata mesiu sudah selesai dikembangkan hingga pada titik penghabisan. Tak ada lagi yang bisa dicapai oleh teknologi itu.

"Railgun baru pada tahap permulaan," imbuh dia.

Selain railgun, AL AS juga sedang mengembangkan meriam laser yang sudah terbukti efektif dalam menghancurkan objek-objek bergerak dari ukuran kecil hingga besar.

Tetapi railgun adalah senjata mahal. Dibutuhkan 500 juta dolar AS atau sekitar Rp6,7 triliun untuk memproduksinya. Salah satu komponen paling mahal dari teknologi ini adalah selonsong pelurunya yang unik.

Disebut High Velocity Projectiles (HVP), peluru ini bisa dikendalikan dari jauh dan bisa melesat jauh lebih cepat dari peluru biasa - meski ditembakkan dari meriam konvensional.

Tetapi harga peluru ini lebih mahal dari peluru biasa, bisa mencapai 50.000 dolar (sekitar Rp670 juta) perbuah. Tetapi harga ini jauh lebih murah dibanding peluru kendali lainnya, seperti Tomahawk yang nilainya mencapai 1 juta dolar (Rp13,4 miliar).

Selain itu dibutuhkan energi listrik sebesar 25 megawatt untuk mengoperasikan senajta ini. Ruang yang diperlukan untuk mengakomodasinya juga harus luas dan akibatnya tak banyak kapal tempur AS yang bisa memuatnya untuk saat ini.

Para ilmuwan sendiri yakin seiring waktu mereka bisa membuat senjata itu lebih kecil. Sejauh ini AL AS berharap bisa memasang senjata itu di kapal tempur baru USS Zumwalt, yang memiliki kapasitas lebih besar untuk mengoperasikan railgun. (Phys.org/AFP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Senjata Canggih Iran Siap Meledak Jika Donald Trump Nekat Perintahkan Pentagon Serang Teheran

Senjata Canggih Iran Siap Meledak Jika Donald Trump Nekat Perintahkan Pentagon Serang Teheran

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 11:05 WIB

Tiga Manga Populer Ini Resmi Capai Bab Akhirnya Setelah Bertahun-tahun

Tiga Manga Populer Ini Resmi Capai Bab Akhirnya Setelah Bertahun-tahun

Your Say | Rabu, 08 April 2026 | 14:22 WIB

Manga A Certain Scientific Railgun Dipastikan Tamat Maret Setelah 19 Tahun

Manga A Certain Scientific Railgun Dipastikan Tamat Maret Setelah 19 Tahun

Your Say | Kamis, 26 Februari 2026 | 17:34 WIB

Produksi Anime A Certain Scientific Railgun Season 4 Resmi Diumumkan

Produksi Anime A Certain Scientific Railgun Season 4 Resmi Diumumkan

Your Say | Senin, 17 Februari 2025 | 09:46 WIB

Soal Anggaran Rp 700 Triliun, Lutfi: Bukan Hanya untuk Belanja Senjata Baru

Soal Anggaran Rp 700 Triliun, Lutfi: Bukan Hanya untuk Belanja Senjata Baru

News | Minggu, 14 Januari 2024 | 20:00 WIB

PUBG Mobile Kembali Rilis Mode Payload 2.0, Hadirkan Deretan Senjata Baru

PUBG Mobile Kembali Rilis Mode Payload 2.0, Hadirkan Deretan Senjata Baru

Tekno | Rabu, 15 Juni 2022 | 17:55 WIB

Terkini

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Jakarta | Minggu, 01 November 2026 | 22:31 WIB

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:20 WIB

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:11 WIB

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:08 WIB

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:05 WIB

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

Ika Wonda Hattrick, MilkLife Strikers Buka Singa Cup 2026 dengan Kemenangan Telak

Ika Wonda Hattrick, MilkLife Strikers Buka Singa Cup 2026 dengan Kemenangan Telak

Surakarta | Minggu, 01 November 2026 | 21:56 WIB

Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri

Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri

Jatim | Minggu, 01 November 2026 | 21:47 WIB

Revora 2026 Bakal Hadirkan 1.000 Mobil di Kawasan Lapangan Merdeka Medan, Ini Jadwal dan Keseruannya

Revora 2026 Bakal Hadirkan 1.000 Mobil di Kawasan Lapangan Merdeka Medan, Ini Jadwal dan Keseruannya

Sumut | Minggu, 01 November 2026 | 21:44 WIB

×