Inilah Salah Satu 'Dalang' Kesuksesan Pokemon Go

Dythia Novianty

Jum'at, 22 Juli 2016 | 17:55 WIB
Inilah Salah Satu 'Dalang' Kesuksesan Pokemon Go
Pencarian Pokemon. [Reuters]

Suara.com - Selama beberapa minggu terakhir, permainan smartphone Pokémon Go mendongkrak dari dua kali lipat harga saham Nintendo. Sebagai pengembang game, Nintendo menjali kemitraan dengan berbagai perusahaan yang relatif tidak dikenal.

Sebut saja Niantic, sebuah startup San Francisco dengan kurang dari 100 karyawan, telah mengembangkan teknologi pemetaan yang memungkinkan permainan mengejar makhluk digital di dalam lingkungan dunia nyata Pokemon Go.

Tentu banyak pihak yang ingin mengetahui, siapa di balik pembuatan konsep pemetaan tersebut, yang membuat gamer berada di dunia game sesungguhnya.

Pemetaan menjadi bagian yang telah lama didalami Chief Executive Officer, John Hanke. Pria ini sempat menjadi bagian dari pembuatan Google Earth, merupakan platform pencarian berskala besar pada 2004.

Hanke merupakan 'dalang' dibalik kesuksesan sistem pemetaan pada permainan Pokemon Go ini. Pria yang mencintai game itu membuat pemetaan game berdasarkan pada dunia nyata.

"Sangat menarik berwisata cukup duduk manis di sofa dengan Google Earth. Tetapi kemudian saya berfikir bagaimana mentransfer pengalaman tersebut ke sebuah mobile dan membuatnya lebih mudah menemukan berbagai tempat baru," kata Hanke seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (22/7/2016).

Dengan menggunakan pelacakan lokasional dibangun ke ponsel pemain, dapat mendorong mereka berkumpul di tempat-tempat tertentu untuk mencari Pokemon.

"Tujuan kami adalah orang akan menjadi sadar terhadap lingkungan mereka," katanya.

Game pertama hasil produksi Niantic adalah Ingress, dirilis pada tahun 2012. Game ini menggunakan mekanisme pemetaan bercita rasa lebih ilmiah.

Keberhasilan Pokémon Go adalah pada tingkat lain. Sejak dirilis menjadi salah satu aplikasi diunduh paling populer di iOS dan Android. Beberapa analis memperkirakan, game ini telah diunduh lebih dari 20 juta kali.

Hanke mengatakan Niantic juga berencana menjual sponsorship sehingga memungkinkan toko-toko membayar untuk menjadi PokéStops, di mana pemain dapat mengumpulkan item untuk meningkatkan permainan mereka.

"Popularitas tidak selalu berarti umur panjang," ujar Analis Wedbush Securities, Michael Pachter. Pokemon Go dikenal menguras banyak daya baterai. Permainan ini dirasa kurang cocok jika dimainkan dalam cuaca dingin.

Dia membandingkan dengan permainan Draw Something, aplikasi yang sempat menjadi hit hingga 20 juta download dalam beberapa minggu selama 2012. Tetapi kemudian berhenti begitu saja.

"Orang-orang hanya bosan dengan itu," kata Pachter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sutradara Hollywood Sebut Pokemon Go Invasi Jenis Baru

Sutradara Hollywood Sebut Pokemon Go Invasi Jenis Baru

News | Jum'at, 22 Juli 2016 | 15:15 WIB

Ketahuan Cari Pokemon Saat Kerja, Ahok Kurangi Tunjangan PNS

Ketahuan Cari Pokemon Saat Kerja, Ahok Kurangi Tunjangan PNS

News | Jum'at, 22 Juli 2016 | 10:25 WIB

Terkini

Panas! Korea Utara Luncurkan 10 Rudal Balistik saat Korsel dan AS Latihan Militer

Panas! Korea Utara Luncurkan 10 Rudal Balistik saat Korsel dan AS Latihan Militer

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:22 WIB

Nasib Ribuan Mahasiswa Jakarta Terancam Data Desil

Nasib Ribuan Mahasiswa Jakarta Terancam Data Desil

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:22 WIB

Mendag Dorong Pelaku Industri Manfaatkan Trade Expo Indonesia

Mendag Dorong Pelaku Industri Manfaatkan Trade Expo Indonesia

Jawa Tengah | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:20 WIB

81 Tahun Merdeka: Memaknai Ulang Ikigai di Tengah Realitas Anak Muda Indonesia

81 Tahun Merdeka: Memaknai Ulang Ikigai di Tengah Realitas Anak Muda Indonesia

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:20 WIB

Diskon Belanja di GrandLucky Spesial dari BRI, Ini Syaratnya

Diskon Belanja di GrandLucky Spesial dari BRI, Ini Syaratnya

Bri | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:16 WIB

5 Contoh Susunan Acara Maulid Nabi 2026 di Masjid, Rundown Lengkap dengan Jam

5 Contoh Susunan Acara Maulid Nabi 2026 di Masjid, Rundown Lengkap dengan Jam

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:15 WIB

3 Rekomendasi Smartwatch dengan Sensor VO2 Max Akurat

3 Rekomendasi Smartwatch dengan Sensor VO2 Max Akurat

Tekno | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:10 WIB

Febrie Adriansyah Ingin Emas 74 Kg dan Uangnya Kembali, Begini Faktanya

Febrie Adriansyah Ingin Emas 74 Kg dan Uangnya Kembali, Begini Faktanya

Video | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:09 WIB

RUU Pemilu Harus Perkuat Peran Perempuan!

RUU Pemilu Harus Perkuat Peran Perempuan!

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:06 WIB

Update Gempa NTT: 75 Meninggal, 907 Luka, Gempa Susulan 3.752 Kali

Update Gempa NTT: 75 Meninggal, 907 Luka, Gempa Susulan 3.752 Kali

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:03 WIB

×