Inilah 5 Alasan Kenapa Kamu Harus Tinggalkan Pokemon GO!

Liberty Jemadu

Selasa, 26 Juli 2016 | 15:14 WIB
Inilah 5 Alasan Kenapa Kamu Harus Tinggalkan Pokemon GO!
Festival Pokemon di Bangkok, Thailand pada Januari 2015 lalu (Shutterstock).

Suara.com - Baru sepekan diluncurkan di beberapa negara, game Pokemon GO sudah menjadi pembicaraan dunia. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa; dari pemerintah, pebisnis, hingga tokoh agama merasa perlu untuk membahas tentang game berteknologi realitas tambahan (augmented reality) ini.

Di Tanah Air, selain ramai soal mencari monster-monster digital, pembicaraan soal Pokemon juga didominasi oleh peringatan pemerintah agar tak para pegawai negeri tak memainkan game itu. Demikian juga para tokoh agama yang bahkan mengeluarkan fatwa haram bagi Pokemon.

Jika pemerintah melarang karena alasan keamanan dan agamawan menggunakan pendekatan manfaat-mudarat, maka Jalan Tikus punya pertimbangan lain untuk meminta Anda meninggalkan Pokemon GO.

Ini dia 5 alasan Mengapa Kamu Harus Tinggalkan Pokemon Go:

1. Belum Stabil!
Pokemon GO sebenarnya belum stabil. Masih banyak yang mengalami freeze, eror, crash, dan hal tidak menyenangkan lainnya saat kamu main Pokemon GO.

Sayangnya, kejadian seperti ini tidak terjadi secara acak. Akan sangat menyebalkan jika masalah terjadi saat kamu sedang menangkap Pokemon dan kamu terpaksa mematikan ponsel pintar.

Nah, sebaiknya kini berhentilah bermain Pokemon dan setidaknya tunggu hingga permainan itu sudah sempurna.

2. Bosan enggak sih?
Pokemon GO tampaknya membawa ide baru, karena menggunakan teknologi realitas tambahan. Tetapi jika sudah lama memainkannya kamu akan sadar bahwa kamu akan mengulang-ulang pola yang sama di dalamnya.

Kamu akan dipaksa menyusuri jalan, menangkap pokemon, berlatih di Gym, mencari PokeStop, dan selesai. Ini akan berulang terus meski kamu sudah mencapi level lebih tinggi.

3. Tidak Akan Berumur Panjang?
Tak setuju dengan statement ini? Coba perhatikan nasib game-game populer lain sebelumnya, cepat melejit tetapi cepat pula ditinggalkan. Salah satu alasannya karena akan banyak perusahaan yang menciptakan tiruan game itu, sehingga orang mudah bosan.

Contohnya Flappy Bird atau Angry Bird. Anda tentu ingat kedua permainan ini bukan?

4. Bukan tipe game penghilang rasa bosan
Salah satu alasan mengapa game mobile sangat digandrungi adalah kemampuannya untuk mengobati rasa bosan. Menunggu pacar terlalu lama, Anda bisa bermain game sejenak. Menunggu pesawat di bandara, game bisa jadi teman sementara.

Tetapi Pokemon Go tak termasuk dalam golongan game seperti ini. Pokemon menuntut Anda bergerak, aktif mencari Pokemon, dan mencari gym untuk berlatih.

5. Berisiko bahaya
Kabar bagaimana para pemain kecelakaan menimpa para pemain Pokemon GO tentu sudah banyak Anda dengar. Bahkan ada yang cedera akibat kecelakaan dan bahkan tewas.

Itulah lima alasan mengapa kamu harus segera meninggalkan Pokemon GO! Tetapi ini bukan paksaan, hanya pertimbangan yang perlu kamu pikirkan sebelum terlena memainkan Pokemon GO!

Published by

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Film Pokemon: Wild Card Siap Tayang 2027, Mimikyu Temani Protagonis TCG

Film Pokemon: Wild Card Siap Tayang 2027, Mimikyu Temani Protagonis TCG

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 13:00 WIB

Pokemon Kembali ke Layar Lebar lewat Film Pokemon: Wild Card, Tayang 2027

Pokemon Kembali ke Layar Lebar lewat Film Pokemon: Wild Card, Tayang 2027

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 18:05 WIB

Demam Pokemon, Komunitasnya di Indonesia Makin Membludak

Demam Pokemon, Komunitasnya di Indonesia Makin Membludak

Lifestyle | Selasa, 07 Juli 2026 | 16:19 WIB

Resmi Rilis, Booster Pack Ancaman Bayangan Bawa Strategi Baru Pokemon TCG

Resmi Rilis, Booster Pack Ancaman Bayangan Bawa Strategi Baru Pokemon TCG

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:55 WIB

Toko Ritel Bidik Cuan dari Demam Pokemon

Toko Ritel Bidik Cuan dari Demam Pokemon

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:05 WIB

Happy Asmara Bikin Pokemon Dangdutan, Debut Jadi Pengisi Suara Anime hingga Punya Goyang HePika

Happy Asmara Bikin Pokemon Dangdutan, Debut Jadi Pengisi Suara Anime hingga Punya Goyang HePika

Entertainment | Rabu, 20 Mei 2026 | 12:46 WIB

Tragis Penjual Kartu Pokemon di Chile Dibunuh, Koleksi Mahal Jadi Motif

Tragis Penjual Kartu Pokemon di Chile Dibunuh, Koleksi Mahal Jadi Motif

News | Rabu, 29 April 2026 | 15:21 WIB

Pokemon Horizons Masuk Arc Wonder Voyage, Karakter Baru dan Ditto Terungkap

Pokemon Horizons Masuk Arc Wonder Voyage, Karakter Baru dan Ditto Terungkap

Your Say | Senin, 20 April 2026 | 12:10 WIB

Ekspansi Baru Pokemon TCG Seri Ledakan Peniada Rilis di Indonesia

Ekspansi Baru Pokemon TCG Seri Ledakan Peniada Rilis di Indonesia

Tekno | Jum'at, 10 April 2026 | 14:13 WIB

Garmin Rilis Pokmon Watch Face, Bikin Pantau Tidur Jadi Lebih Seru

Garmin Rilis Pokmon Watch Face, Bikin Pantau Tidur Jadi Lebih Seru

Tekno | Senin, 23 Maret 2026 | 10:40 WIB

Terkini

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Rombongan Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau, PFI Siaga Penuh Bantu Pencarian

Jabar | Selasa, 08 September 2026 | 23:51 WIB

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

Terima Suap 148 Juta Mantan Gubernur di China Divonis Mati Plus Dimiskinkan

News | Selasa, 08 September 2026 | 23:30 WIB

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Bawa 5 Jurnalis ke Gunung Anak Krakatau, Tour Guide Hilang Usai Sempat Kabari Sang Istri

Banten | Selasa, 08 September 2026 | 23:23 WIB

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat

Bali | Selasa, 08 September 2026 | 23:12 WIB

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Bank Jateng Sukoharjo Beri Tips untuk Anak Muda : Jangan Mudah Tergoda Judol dan Pinjol demi Fomo

Surakarta | Selasa, 08 September 2026 | 23:07 WIB

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 22:54 WIB

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

×