Ekspedisi OSeanografi Indonesia Timur Mulai Dilaksanakan

Adhitya Himawan | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Selasa, 30 Agustus 2016 | 16:43 WIB
Ekspedisi OSeanografi Indonesia Timur Mulai Dilaksanakan
Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan melakukan Ekspedisi Oseanografi Indonesia Bagian Timur. [Dok KKP]

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP) melakukan Ekspedisi Oseanografi Indonesia Bagian Timur dengan menerjunkan lebih dari 25 peneliti di bidang oseanografi. Tim peneliti mulai berlayar dari Pelabuhan Benoa Bali pada Sabtu (27/8/2016) yang dilepas langsung oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (BalitbangKP) Zulficar Mochtar dan akan mengarungi lautan dengan menggunakan kapal riset  Baruna Jaya VIII hingga bulan September 2016 mendatang.

Adapun jalur ekspedisi meliputi Laut Banda, Laut Maluku, Selat Makasar dan Selat Lombok yang merupakan salah satu basin (lembah) laut dalam di perairan Indonesia bagian Timur. Dimana basin tersebut memiliki peranan penting dalam pertukaran massa air dari Samudera Pasifik ke Samudera Hindia.

Zulficar mengatakan ekspedisi ini merupakan langkah untuk menghadapi fenomena perubahan iklim secara ekstrim (monsun) di tenggara yang terjadi pada Juli hingga September. “Pada periode itu, angin permukaan di Laut Banda, Laut Maluku, Selat Makassar dan Selat Lombok berhembus ke arah barat laut yang menyebabkan suhu permukaan air laut lebih dingin dan terjadinya upwelling. Sebaliknya, pada saat monsun barat (November – Maret) angin permukaan berhembus ke tenggara, suhu permukaan air laut lebih hangat dan mengurangi transpot arus lintas Indonesia (Arlindo)”, ungkap Zulficar di Jakarta, Senin (29/8/2016).

Ekspedisi oseanografi Indonesia Timur ini dilakukan dengan berbagai pertimbangan, yakni kondisi perubahan iklim La Nina sangat berpengaruh pada transpor massa air dari Samudera Pasifik ke Hindia dan kekuatan upwelling di Laut Banda. Zulficar juga menjelaskan, pada ekspedisi ini juga dilakukan validasi terhadap kapal yang beroperasi di perairan laut Indonesia bagian timur sangat penting sehubungan dengan IUU fishing. Selain itu, pertimbangan lain adalah validasi dan penajaman hasil model hidrodinamika dan biogeokimia dari proyek INDESO yang saat ini sudah bersifat operasional serta jumlah pengukuran yang telah dilakukan di perairan laut Indonesia bagian timur masih sangat terbatas, dan salah satunya adalah yang berkaitan dengan pengukuran arus terhadap kedalaman dan karbon laut.

Sebelumnya telah dilakukan kajian bersama para stakeholder dan telah teridentifikasi beberapa permasalahan yang terkait dengan pengelolaan di kawasan Laut Banda yakni terjadinya degradasi ekosistem dan lingkungan dengan ditandainya kerusakan terumbu karang di wilayah pesisir dan laut, kurangnya kesadaran atau ketidak tahuan para pemangku kebijakan, lemahnya aturan dan penegakan hukum dan penangkapan ikan yang berlebihan (over fishing).

Berkaca dari permasalahan yang ada, menurut Zulficar, pelaksanaan ekspedisi ini akan melihat kondisi lingkungan laut dan aktivitasnya meliputi pengukuran parameter fisik, kimia, dan biologi,  pengamatan respon dan pengaruh kondisi perubahan iklim (La Nina) terhadap aktivitas perikanan tangkap, dan analisis fenomena laut dan memprediksi kondisi laut ke depan. "Termasuk IUU fishing melalui validasi terhadap jenis dan keberadaan kapal menggunakan data radar dan validasi lapangan, serta identifikasi keberadaan rumpon di perairan timur Indonesia”, ungkap Zulficar.

Nantinya, pelaksanaan ekspedisi ini dengan menggunakan Kapal Riset Baruna Jaya VIII LIPI, yang terbagi menjadi tiga jalur (leg) cruise yaitu: leg I (cruise Laut Banda) dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus – 05 September 2016 dengan lokasi pemberangatan Pelabuhan Benoa Bali menuju Pelabuhan di Ambon; leg II (Cruise Laut Maluku) yang dilaksankan pada tangal 06 – 15 September 2016 dari Pelabuhan Ambon menuju Pelabuhan Bitung; dan leg III (cruise Selat Makassar dan Selat Lombok) yang dilaskanakan pada tanggal 20 September – 01 Oktober 2016 dari Pelabuhan Bitung menuju Pelabuhan di Jakarta. Ekpesidi Indonesia Timur ini diikuti oleh berbagai instansi dengan variasi bidang keahlian yang meliputi: peneliti Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balai Penelitian dan Observasi Laut dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir), peneliti LIPI, UNDIP, dan ITB

Kawasan Laut Banda merupakan salah satu Kawasan Konservasi Perairan Nasional yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.69/MEN/2009 tentang Penetapan Kawasan Konservasi Perairan Nasional Laut Banda di Provinsi Maluku. Diharapakn ekspedisi oseanografi ini dapat menjawab berbagai isu penting kelautan dan perikanan diantaranya IUU fishing, perubahan iklim, pemodelan dinamik laut sehubungan dengan stok ikan, dan sebaran rumpon di perairan timur Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemerintah Pulangkan 15 Nelayan Sumatera Utara Dari Malaysia

Pemerintah Pulangkan 15 Nelayan Sumatera Utara Dari Malaysia

News | Minggu, 28 Agustus 2016 | 14:28 WIB

Susi Ajak Alumni STP Bangun Industri Perikanan Dalam Negeri

Susi Ajak Alumni STP Bangun Industri Perikanan Dalam Negeri

Bisnis | Jum'at, 26 Agustus 2016 | 13:38 WIB

KKP Lakukan Restocking Ikan Lokal di Beberapa Lokasi

KKP Lakukan Restocking Ikan Lokal di Beberapa Lokasi

Bisnis | Jum'at, 26 Agustus 2016 | 09:51 WIB

KKP Usut Tuntas Perompakan Nelayan Rajungan di Lampung

KKP Usut Tuntas Perompakan Nelayan Rajungan di Lampung

Bisnis | Kamis, 25 Agustus 2016 | 09:59 WIB

Atasi Perompakan Nelayan, Tim KKP Terjun ke Lampung

Atasi Perompakan Nelayan, Tim KKP Terjun ke Lampung

Bisnis | Rabu, 24 Agustus 2016 | 12:34 WIB

Percepat Poros Maritim, KKP Kebut Bangun SKPT di 15 Lokasi

Percepat Poros Maritim, KKP Kebut Bangun SKPT di 15 Lokasi

Bisnis | Minggu, 21 Agustus 2016 | 14:18 WIB

"Human Trafficking" di Industri Perikanan

"Human Trafficking" di Industri Perikanan

Foto | Senin, 15 Agustus 2016 | 14:04 WIB

Pemerintah Tegaskan Pelarangan Perikanan Tangkap Bagi Asing

Pemerintah Tegaskan Pelarangan Perikanan Tangkap Bagi Asing

Bisnis | Minggu, 07 Agustus 2016 | 09:50 WIB

ASEAN dan Jepang Sepakat Perangi Pencurian Ikan

ASEAN dan Jepang Sepakat Perangi Pencurian Ikan

Bisnis | Jum'at, 05 Agustus 2016 | 04:10 WIB

KKP Bangun Sentra Kelautan & Perikanan di Pulau Terdepan

KKP Bangun Sentra Kelautan & Perikanan di Pulau Terdepan

Bisnis | Jum'at, 29 Juli 2016 | 23:08 WIB

Terkini

5 Tablet Stylus Pen Rp2 Jutaan, RAM Lega Cocok untuk Produktivitas

5 Tablet Stylus Pen Rp2 Jutaan, RAM Lega Cocok untuk Produktivitas

Tekno | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:59 WIB

Luncurkan Fitur dengan Verifikasi Usia Lebih Ketat, Saham Roblox Langsung Anjlok

Luncurkan Fitur dengan Verifikasi Usia Lebih Ketat, Saham Roblox Langsung Anjlok

Tekno | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:54 WIB

Pesaing Honor, HP Baru Redmi Bawa Layar 7 Inci dan Baterai 10.000 mAh

Pesaing Honor, HP Baru Redmi Bawa Layar 7 Inci dan Baterai 10.000 mAh

Tekno | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:40 WIB

Era AI Bawa Tantangan Baru, Banyak Perusahaan Tinggalkan Sistem Keamanan Terfragmentasi

Era AI Bawa Tantangan Baru, Banyak Perusahaan Tinggalkan Sistem Keamanan Terfragmentasi

Tekno | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:23 WIB

3 HP POCO Rp1 Jutaan Paling Worth It di 2026, Terbaru Ada C81 Pro dengan Baterai Jumbo

3 HP POCO Rp1 Jutaan Paling Worth It di 2026, Terbaru Ada C81 Pro dengan Baterai Jumbo

Tekno | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:38 WIB

Telkomsel Digiland Run 2026 Sold Out, 12.500 Peserta Nikmati Lari Berbasis 5G dan AI

Telkomsel Digiland Run 2026 Sold Out, 12.500 Peserta Nikmati Lari Berbasis 5G dan AI

Tekno | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:05 WIB

Indosat Gandeng NVIDIA, Gaspol AI Nasional

Indosat Gandeng NVIDIA, Gaspol AI Nasional

Tekno | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:55 WIB

28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 6 Mei 2026: Trik F2P Bobol Event TOTS Dapat Pemain Meta

28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 6 Mei 2026: Trik F2P Bobol Event TOTS Dapat Pemain Meta

Tekno | Rabu, 06 Mei 2026 | 08:10 WIB

27 Kode Redeem FF Terbaru 6 Mei 2026: Intip Emote Sepeda Ninja dan Jadwal Lelang Evo Eclipse

27 Kode Redeem FF Terbaru 6 Mei 2026: Intip Emote Sepeda Ninja dan Jadwal Lelang Evo Eclipse

Tekno | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:10 WIB

Terpopuler: 13 HP Infinix Murah RAM Besar, Bocoran Fitur iPhone 18 Pro Beredar

Terpopuler: 13 HP Infinix Murah RAM Besar, Bocoran Fitur iPhone 18 Pro Beredar

Tekno | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:10 WIB