KKP Lakukan Restocking Ikan Lokal di Beberapa Lokasi

Adhitya Himawan | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Jum'at, 26 Agustus 2016 | 09:51 WIB
KKP Lakukan Restocking Ikan Lokal di Beberapa Lokasi
Penebaran benih ikan di Waduk Jatibarang, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (25/8/2016). [Dok Kementerian Kelautan dan Perikanan]

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong kelestarian sumberdaya alam perairan yang selaras dengan Tiga Pilar Pembangunan Kedaulatan, Keberlanjutan dan Kesejahteraan. Untuk mendukung keberlanjutan, salah satu uapaya yang dilakukan adalah melakukan penebaran kembali (restocking) ikan khususnya ikan lokal yang saat ini telah mengalami penurunan populasi di beberapa lokasi. Salah satunya adalah di Waduk Jatibarang, Kota Semarang, Jawa Tengah.

“Ikan-ikan lokal dan asli Indonesia seperti ikan Tawes, Nilem, dan Udang Galah, dulu populasinya cukup banyak dan hidup serta berkembang biak di perairan umum. Tetapi seiring dengan waktu dan cara penangkapan yang belum sesuai kaidah yang benar, populasi ikan-ikan lokal tersebut menjadi menurun bahkan mengalami kepunahan. Dengan telah dikuasainya teknologi pembenihan ikan-ikan lokal tersebut, maka produksi benih yang dihasilkan dapat di restocking atau di tebar kembali ke alam untuk memperkaya dan meningkatkan sumber daya perikanan di perairan umum. Sehingga, perairan umum baik itu sungai, danau maupun waduk dapat kembali menjadi tumpuan masyarakat sekitarnya untuk meningkatkan pendapatan dan juga gizi masyarakat”, demikian di sampaikan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, pada saat melakukan penebaran ikan di Waduk Jatibarang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (25/8/2016).

Ikan yang ditebar di Waduk Jatibarang ini adalah ikan bandeng 100 ribu ekor, nilem 100 ribu ekor dan udang galah 100 ribu ekor. “Jenis ikan yang di pilih, merupakan ikan pemakan plankton dan tanaman air, dan memiliki trophic level yang berbeda sehingga tidak bersaing satu sama lain, justru saling mendukung untuk keberlanjutan sumberdaya ikan di perairan”, terang Slamet.

Slamet menambahkan bahwa ikan Bandeng yang memiliki kemampuan hidup di air tawar dan payau, merupakan salah satu komoditas yang mendukung ketahanan pangan dan gizi. “Demikian juga dengan ikan Nilem dan udang Galah. Sehingga di harapkan setelah penebaran ini, masyarakat melalui Kelompok Sadar Wisata atau POKDARWIS, mampu menjaga kelestariannya. Harus disusun peraturan yang melarang penangkapan ikan yang bertelur dan dengan ukuran tertentu, sehingga ketersediaan ikan di waduk ini selalu terjaga dan masyarakat benar-benar mendapatkan manfaatnya. Disamping itu, penebaran ini akan meningkatkan daya tarik wisata di waduk jatibarang seperti wisata memancing atau menangkap ikan, menjaga kebersihan waduk atau disesuaikan dengan budaya setempat. Bahkan bisa sebagai bagian dari wisata kuliner ikan, khususnya di waduk jatibarang”, tambah Slamet.

“Penebaran di suatu perairan umum, bukan hanya tugas pemerintah, tetapi harus di jadikan contoh dan di tiru oleh masyarakat. Sehingga ke depan, masyarakat mampu melakukan penebaran dengan kesadaran sendiri dan menjadi suatu kebutuhan. Dan apabila di dukung dengan kearifan lokal, akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar perairan tersebut secara berkelanjutan. Sebagai contoh, kelompok masyarakat menggunakan pendapatannya dari hasil penjualan tangkapan ikan, untuk sebagian dibelikan benih ikan untuk ditebar kembali ke perairan. Hal ini akan membawa manfaat yang berkelanjutan, baik bagi perairan maupun unit pembenihan yang ada,” jelas Slamet.

“Penebaran ikan ke perairan umum ini sesuai dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan, Ibu Susi Pudjiastuti, untuk memperkaya ikan di sumberdaya perairan yang ada, sehingga dapat di manfaatkan oleh masyarakat sekitarnya, untuk meningkatkan pendapatan, mendukung ketahanan pangan dan juga meningkatkan nutrisi masyarakat. Kegiatan ini akan terus dilakukan di perairan umum lainnya, tentunya dengan jenis ikan di sesuaikan kondisi perairan setempat,” tutur Slamet.

Lebih lanjut Slamet mengatakan bahwa sampai dengan bulan Agustus 2016, penebaran benih dalam rangka restocking telah mencapai 14,2 juta ekor. “Ini terdiri dari benih ikan air tawar 10,79 juta ekor, benih ikan air payau seperti kepiting dan rajungan sebanyak 3,375 juta ekor dan benih ikan laut sebanyak 8.500 ekor, yang berasal dari benih kerapu. Untuk benih ikan air tawar, merupakan benih ikan lokal asli Indonesia, seperti Tawes, Nilem, Udang Galah, Jelawat, Papuyu dan Haruan,” kata Slamet

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) nya telah berhasil melakukan domestikasi terhadap ikan-ikan lokal dan asli Indonesia, “Seperti Nilem dan Udang Galah yang ditebar saat ini adalah produksi dari Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi, sedangkan Bandeng dihasilkan oleh Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang. Ini sebagai wujud dukungan perikanan budidaya terhadap kelestarian ikan di perairan umum dan juga mendukung keberlanjutan lingkungan,” pungkas Slamet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KKP Usut Tuntas Perompakan Nelayan Rajungan di Lampung

KKP Usut Tuntas Perompakan Nelayan Rajungan di Lampung

Bisnis | Kamis, 25 Agustus 2016 | 09:59 WIB

Atasi Perompakan Nelayan, Tim KKP Terjun ke Lampung

Atasi Perompakan Nelayan, Tim KKP Terjun ke Lampung

Bisnis | Rabu, 24 Agustus 2016 | 12:34 WIB

Percepat Poros Maritim, KKP Kebut Bangun SKPT di 15 Lokasi

Percepat Poros Maritim, KKP Kebut Bangun SKPT di 15 Lokasi

Bisnis | Minggu, 21 Agustus 2016 | 14:18 WIB

Produksi Rumput Laut Nasional Tumbuh 18 Persen di 2015

Produksi Rumput Laut Nasional Tumbuh 18 Persen di 2015

Bisnis | Minggu, 21 Agustus 2016 | 11:20 WIB

Menteri Susi: Produksi Ikan Naik 3,89 Persen di Q2 2016

Menteri Susi: Produksi Ikan Naik 3,89 Persen di Q2 2016

Bisnis | Rabu, 17 Agustus 2016 | 11:21 WIB

"Human Trafficking" di Industri Perikanan

"Human Trafficking" di Industri Perikanan

Foto | Senin, 15 Agustus 2016 | 14:04 WIB

Menteri Susi Tuding Aturan Selama Ini Pro Ilegal Fishing

Menteri Susi Tuding Aturan Selama Ini Pro Ilegal Fishing

Bisnis | Selasa, 09 Agustus 2016 | 10:38 WIB

Pemerintah Tegaskan Pelarangan Perikanan Tangkap Bagi Asing

Pemerintah Tegaskan Pelarangan Perikanan Tangkap Bagi Asing

Bisnis | Minggu, 07 Agustus 2016 | 09:50 WIB

ASEAN dan Jepang Sepakat Perangi Pencurian Ikan

ASEAN dan Jepang Sepakat Perangi Pencurian Ikan

Bisnis | Jum'at, 05 Agustus 2016 | 04:10 WIB

KKP Bangun Sentra Kelautan & Perikanan di Pulau Terdepan

KKP Bangun Sentra Kelautan & Perikanan di Pulau Terdepan

Bisnis | Jum'at, 29 Juli 2016 | 23:08 WIB

Terkini

Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz

Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:34 WIB

Menteri Keuangan Batasi Pengajuan Anggaran Baru, Pangkas Anggaran Berjalan

Menteri Keuangan Batasi Pengajuan Anggaran Baru, Pangkas Anggaran Berjalan

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:04 WIB

Menkeu Ingin Bangkitkan Marketplace Lokal untuk Saingi Dominasi Aplikasi China

Menkeu Ingin Bangkitkan Marketplace Lokal untuk Saingi Dominasi Aplikasi China

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:43 WIB

Pulang Kampung Lebih Tenang Ikut Mudik Gratis PLN, Simak Pengalaman Pemudik!

Pulang Kampung Lebih Tenang Ikut Mudik Gratis PLN, Simak Pengalaman Pemudik!

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:41 WIB

Spesial Lebaran, BRI Hadirkan Program Cashback hingga 20% Biar Tagihan Bulanan Jadi lebih Hemat

Spesial Lebaran, BRI Hadirkan Program Cashback hingga 20% Biar Tagihan Bulanan Jadi lebih Hemat

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:27 WIB

BRI Kenalkan Cara Praktis Berbagi THR Lebaran Pakai Layanan Digital QRIS Transfer dan Emas BRImo

BRI Kenalkan Cara Praktis Berbagi THR Lebaran Pakai Layanan Digital QRIS Transfer dan Emas BRImo

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:24 WIB

5 Keuntungan Beli Emas setelah Lebaran, Investasi Cerdas agar THR Tak Langsung Habis

5 Keuntungan Beli Emas setelah Lebaran, Investasi Cerdas agar THR Tak Langsung Habis

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:00 WIB

Cara Tarik Tunai Saldo GoPay Tanpa Kartu di ATM BRI

Cara Tarik Tunai Saldo GoPay Tanpa Kartu di ATM BRI

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 16:36 WIB

Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:35 WIB

Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran

Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 15:16 WIB