Suara.com - Otoritas penerbangan sipil Amerika Serikat (FAA) melarang penumpang membawa telepon seluler pintar Samsung Galaxy Note 7 ke dalam pesawat. Kebijakan itu diambil setelah muncul banyak laporan bahwa baterai ponsel anyar itu mudah terbakar.
"Mengingat sejumlah insiden baru-baru ini dan kekhawatiran Samsung terkait Galaxy Note 7, FAA dengan tegas menganjurkan agar para penumpang tidak menyalakan atau mengisi ulang baterai perangkat ini di dalam pesawat," bunyi pernyataan resmi FAA, Kamis(8/9/2016).
FAA juga meminta agar para penumpang tidak menyimpan Samsung Galaxy Note 7 di dalam bagasi.
Sebelum FAA, dua maskapai penerbangan di Australia - Qantas dan Virgin Australia - juga telah mengeluarkan peringatan yang sama.
Meski demikian, menanggapi seruan FAA maskapai-maskapai penerbangan di AS, belum mengeluarkan sikap resmi. Delta Air Lines Inc, maskapai dengan jumlah penumpang terbanyak kedua di AS, mengatakan sedang mempelajari masalah itu.
"Delta selalu menjalin hubungan dengan FAA dan badan lain dalam mengoperasikan bisnisnya sebagai sebuah maskapai global. Kami akan selalu mematuhi berbagai arahan dan sedang mempelajari masalah ini. Keamanan dan keselamatan selalu menjadi prioritas Delta," kata juru bicara Delta, Moragan Durrant seperti dikutip Reuters.
Sementara itu dua saingan Delta di AS, United Continental Holdings Inc dan American Airlines Group Inc belum memberikan respon atas imbauan tersebut.
Sebelumnya Samsung telah menarik kembali Galaxy Note 7 yang telah beredar di tangan para pelanggan di dunia. Penarikan itu dilakukan setelah sejumlah laporan menunjukkan bahwa ponsel anyar itu mudah terbakar dan meledak saat baterainya tengah diisi ulang.