Karyawan Apple di Cina Diduga Mencuri Data Pengguna

Dythia Novianty

Selasa, 13 Juni 2017 | 17:15 WIB
Karyawan Apple di Cina Diduga Mencuri Data Pengguna
Ilustrasi logo Apple (Shutterstock).

Suara.com - Sebuah gerakan bawah tanah dijalankan sekelompok karyawan Apple, menjual data-data pribadi pengguna di Cina. Dari peristiwa ini, berhasil diringkus 22 orang oleh penegak hukum Cina karena dicurigai melanggar privasi pengguna Apple.

Selain itu, menurut polisi setempat di provinsi Zhejiang selatan, mereka juga diduga secara ilegal memperoleh data-data pribadi digital tersebut.

Pihak berwenang tidak menentukan apakah data tersebut milik pengguna Apple Cina atau di luar negeri. Dari 22 tersangka, 20 adalah karyawan perusahaan yang bekerja dengan Apple, yang diduga menggunakan sistem internal untuk mengumpulkan nama pengguna, nomor telepon, ID Apple dan data pribadi lainnya.

Semua hasil dugaan curian tersebut bernilai lebih dari 50 juta yuan atau sekitar Rp97 miliar.

Setelah beberapa bulan melakukan penyelidikan dan melibatkan polisi di provinsi Guangdong, Jiangsu, Zhejiang, dan Fujian, 22 tersangka itu akhirnya ditangkap. Berbagi bukti yang mendukung aksi kriminal pun disita dan jaringan online mereka dibongkar.

Para tersangka bekerja dalam pemasaran langsung dan outsourcing untuk Apple di Cina. Diduga tersangka akan dikenai hukuman denda antara 10 yuan (Rp19 ribu) dan 180 yuan (351 ribu) untuk potongan data yang diekstraksi secara ilegal.

Penjualan berbagai data pribadi sebetulnya menjadi hal umum di Cina. Pemerintahan setempat menerapkan hukum cybersecurity baru yang kontroversial, ditujukan untuk melindungi jaringan negara dan informasi pengguna pribadi pada tanggal 1 Juni lalu.

Pada bulan Desember, sebuah penyelidikan oleh surat kabar Southern Metropolis Daily memaparkan, pasar gelap untuk data pribadi yang dikumpulkan dari database polisi dan pemerintah.

Wartawan berhasil memperoleh sejumlah materi pada satu kolega, seperti riwayat penerbangan, checkout hotel dan kepemilikan properti, dengan imbalan pembayaran 700 yuan (1,3 juta).

baca juga

Terkait hal ini, Apple menolak berkomentar. [Guardian]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

iOS 11 Apple Punya Sederet Fitur Apik

iOS 11 Apple Punya Sederet Fitur Apik

Tekno | Selasa, 06 Juni 2017 | 14:45 WIB

Pasang Surut Pertemanan Bill Gates dan Steve Jobs

Pasang Surut Pertemanan Bill Gates dan Steve Jobs

Tekno | Senin, 05 Juni 2017 | 17:15 WIB

Kebencian Mendalam Steve Jobs Terhadap Android

Kebencian Mendalam Steve Jobs Terhadap Android

Tekno | Jum'at, 02 Juni 2017 | 15:55 WIB

Terkini

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

×