Mampukah Sepasang Manusia Awali Kehidupan di Planet Baru?

Liberty Jemadu

Selasa, 02 Januari 2018 | 21:34 WIB
Mampukah Sepasang Manusia Awali Kehidupan di Planet Baru?
Lukisan wajah Raja Charles II dari Spanyol pada sebuah prangko. Charles II dikenal memiliki kelainan fisik dan mental karena kelainan genetik. [Shutterstock]

Suara.com - Dalam Kitab Suci diceritakan bahwa miliaran manusia di Bumi saat ini berasal dari nenek moyang yang sama: Adam dan Hawa. Umat dari setidaknya tiga agama besar di Bumi, Yahudi, Kristen, dan Islam mengimani kisah ini.

Tetapi jika bicara dari sudut pandang sains, bisakah sepasang lelaki dan perempuan menghasilkan keturunan untuk memenuhi muka Bumi? Bisakah seorang lelaki dan seorang perempuan mengawali kehidupan baru manusia di planet baru seperti Mars?

David Nield, dalam artikelnya di Science Alert, meragukan hal ini.

Masalah pertama dalam kasus seperti ini, urai dia, adalah generasi pertama dari anak-anak sepasang manusia itu adalah jelas saudara dan saudari kandung. Generasi kedua, cucu dari pasangan pertama tadi, statusnya sepupu.

Sejumlah besar studi sebelumnya sudah menunjukkan bahwa ketika orang-orang yang memiliki hubungan darah tingkat pertama atau kedua kawin dan menghasilkan keturunan, maka anak-anak mereka akan mengalami masalah kesehatan.

Sebuah penelitian di Republik Cek, yang meneliti perkawinan antara kerabat pada periode 1933-1970, menunjukkan bahwa banyak anak-anak dari pasangan itu yang meninggal saat dilahirkan dan mengalami cacat fisik atau mental.

Sementara di Pulau Pingelap, Mikronesia sebagian besar warganya menderita buta warna, setelah sebuah badai pada 1775 menyapu pulau itu dan meninggalkan hanya 20 warga yang selamat.

Pengamatan yang sama pernah dilakukan oleh wartawati BBC, Zaria Gorvett. Ia meneliti kelainan genetika pada bangsawan-bangsawan Eropa, yang dikenal menikah hanya dengan sesama kaum bangsawan.

Lungkang Genetik

Salah satu contoh kasus yang terkenal adalah Raja Charles II dari Spanyol. Ia lahir dengan sejumlah kelainan fisik, seperti bentuk wajah yang aneh dan tak memiliki keturunan dari dua istrinya, serta mengalami gangguan mental.

Pemicu utama dari masalah pernikahan antara kerabat dekat ini terletak pada apa yang disebut sebagai "kolam atau lungkang genetik". Semakin kecil kolam genetiknya, semakin besar peluang munculnya masalah pada keturunan yang dihasilkan.

Penyakit turunan langka, termasuk buta warna, biasanya disebabkan ketika dua gen yang identik diturunkan baik oleh ayah dan ibu kepada anak. Jika ayah dan ibu anak itu bersaudara, maka gen keduanya kemungkinan besar sama dan penyakit itu akan terus diturunkan ke anak serta cucu mereka.

Tak hanya itu, keberagaman genetik juga membuat sebuah spesies mampu mengatasi masalah dan beradaptasi dengan lingkungan. Keberagaman itu akan hilang ketika dua individu yang berkerabat bereproduksi. Perkawinan antarkerabat juga diketahui bisa merusak kualitas sperma dan menyebabkan kemandulan.

"Dalam sebuah populasi kecil, semua orang cepat atau lambat akan berkerabat dan ketika perkerabatan meningkat, pernikahan sedarah menjadi semakin penting," kata Bruce Robertson dari Otago University di Selandia Baru, yang terlibat dalam upaya pelestarian populasi burung kakatua yang terancam punah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terobosan RIPE: Rekayasa Genetika Selamatkan Ketahanan Pangan dari Krisis Iklim?

Terobosan RIPE: Rekayasa Genetika Selamatkan Ketahanan Pangan dari Krisis Iklim?

Your Say | Rabu, 04 Juni 2025 | 11:03 WIB

Para Ilmuwan: "Kita Mungkin Salah Tentang Asal Usul Kehidupan"

Para Ilmuwan: "Kita Mungkin Salah Tentang Asal Usul Kehidupan"

Tekno | Selasa, 21 Januari 2025 | 08:43 WIB

Wujudkan Domba "Monster" untuk Perburuan Trofi, Pria Ini Dipenjara Karena Rekayasa Genetika Ilegal

Wujudkan Domba "Monster" untuk Perburuan Trofi, Pria Ini Dipenjara Karena Rekayasa Genetika Ilegal

News | Selasa, 01 Oktober 2024 | 15:54 WIB

Sering Terjadi Turun-temurun, 3 Hal Ini Tak Diwariskan Secara Genetika

Sering Terjadi Turun-temurun, 3 Hal Ini Tak Diwariskan Secara Genetika

Your Say | Rabu, 24 Agustus 2022 | 09:37 WIB

Terungkap! Ternyata Kemampuan Orgasme Menurun Secara Genetik

Terungkap! Ternyata Kemampuan Orgasme Menurun Secara Genetik

Lifestyle | Jum'at, 24 Juni 2022 | 20:30 WIB

Dapat 'Memodifikasi' Hewan, Ini 3 Keuntungan dan Kerugian Rekayasa Genetika

Dapat 'Memodifikasi' Hewan, Ini 3 Keuntungan dan Kerugian Rekayasa Genetika

Your Say | Rabu, 22 Juni 2022 | 07:40 WIB

Terkini

43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Juni 2026: Panen 5.000 Gems dan 150 Shard

43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Juni 2026: Panen 5.000 Gems dan 150 Shard

Tekno | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:04 WIB

47 Kode Redeem FF Terbaru 13 Juni 2026: Panen 200 DM Gratis dan SG2

47 Kode Redeem FF Terbaru 13 Juni 2026: Panen 200 DM Gratis dan SG2

Tekno | Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:51 WIB

3 HP AI Harga 1 Jutaan Terbaik Juni 2026, Fitur Pintar Melimpah Buat Dana Mepet

3 HP AI Harga 1 Jutaan Terbaik Juni 2026, Fitur Pintar Melimpah Buat Dana Mepet

Tekno | Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:35 WIB

Higgs Games Island Gaet Lus Figo, Dorong Ekosistem Game Mobile Indonesia Naik Kelas ke Level Global

Higgs Games Island Gaet Lus Figo, Dorong Ekosistem Game Mobile Indonesia Naik Kelas ke Level Global

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:58 WIB

Dorong Transformasi Digital Korporasi Indonesia, XLSMART Luncurkan ESTA Ecosystem Berbasis AI dan 5G

Dorong Transformasi Digital Korporasi Indonesia, XLSMART Luncurkan ESTA Ecosystem Berbasis AI dan 5G

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:24 WIB

Honor X7e Plus 5G Lolos Sertifikasi, Siap Meluncur ke Pasar Global

Honor X7e Plus 5G Lolos Sertifikasi, Siap Meluncur ke Pasar Global

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:57 WIB

7 Kelebihan dan Kekurangan Huawei MatePad Mini: Pesaing iPad Mini Memori Lega

7 Kelebihan dan Kekurangan Huawei MatePad Mini: Pesaing iPad Mini Memori Lega

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:16 WIB

4 Simulasi Sebelumnya Akurat, EA Sports Prediksi La Furia Roja Juara Piala Dunia 2026

4 Simulasi Sebelumnya Akurat, EA Sports Prediksi La Furia Roja Juara Piala Dunia 2026

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:43 WIB

HP Tangguh Terbaru, Moto G Max Usung Kamera 200 MP dan Layar 5.000 Nits

HP Tangguh Terbaru, Moto G Max Usung Kamera 200 MP dan Layar 5.000 Nits

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:59 WIB

Bali Jadi Tuan Rumah Pertemuan Tata Kelola Internet Internasional ICANN

Bali Jadi Tuan Rumah Pertemuan Tata Kelola Internet Internasional ICANN

Tekno | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:47 WIB