Video Klarifikasi Marion Jola, Ahli Deteksi Kebohongan Buka Suara

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Jum'at, 19 Januari 2018 | 11:40 WIB
Video Klarifikasi Marion Jola, Ahli Deteksi Kebohongan Buka Suara
Foto selfie Marion Jola. (Instagram)

Suara.com - Marion Jola baru-baru ini angkat suara terkait peredaran video syur atau mesum yang disebut-sebut mirip dirinya. Klarifikasi kontestan ajang pencarian bakat Indonesian Idol 2018 itu disampaikan lewat sebuah video.

Lala, begitu ia disapa, memastikan bahwa perempuan yang ada di dalam video mesum itu bukan dirinya. "Untuk berita yang ada di luar itu hoax. Yang pasti itu bukan Lala. Jadi nggak usah khawatir. Its not me," ujarnya.

Menanggapi video klarifikasi Marion Jola, pakar deteksi kebohongan bersertifikat, Handoko Gani memberikan analisanya menggunakan berbagai teknik, antara lain, ekspresi wajah, gestur, dan juga suara.

Pertama, hal yang digarisbawahi Gani adalah konteks perekaman video di mana wajah Lala menghadap ke arah kamera yang diletakkan tidak sejajar dengan eye contact.

"Hal ini menyebabkan rambut terurai dan mengakibatkan adanya gestur tangan memegang rambut. Awalnya Lala menggunakan kacamata, merapikan rambut, dan sembari bermain-main dengan rambutnya saat pembuatan rekaman tersebut," ujar Gani dalam akun twitternya @LieDetectorID.

Ia juga meminta warganet untuk memperhatikan frekuensi gestur tangan Lala saat memainkan dan menarik rambut. Posisi kamera dalam kondisi non eye contact memunculkan kemungkinan rambut akan terurai. Sehingga mata melihat ke bawah atau justru melihat ke level eye contact, karena distraksi orang lalu lalang di sekitarnya.

"Dengan kata lain, teknik analisa gestur tangan tidak optimal di dalam analisa emosi Marion Jola. Ada yang bisa dianalisa dan ada yang perlu kehati-hatian dalam analisa gestur nya," jelas Gani merinci.

Ia pun mengatakan perlu analisa lain untuk bisa memberikan hipotesa bahwa Lala dalam kondisi stres atau sedang tidak nyaman, karena adanya konteks kamera tersebut.

Hal kedua, yang disoroti Gani adalah adanya gerakan alis mata yang sengaja dinaikkan bersama-sama saat momen Lala membantah tuduhan yang dimaksud. Dengan kata lain, teknik analisa ekspresi wajah khusus area alis mata, perlu dilakukan secara hati-hati.

"Gestur tangan yang justru perlu dicermati adalah gestur MEMUKUL DAHI atau KEPALA. Ini jelas gak ada hubungannya dengan "turunnya rambut" karena tergerai karena kamera/HP diletakkan di bawah eye-contact. Ditambah saat itu, pertama kali, lirikan mata ke kanan dengan bibir yang turun," tambah Gani dalam cuitan twitternya.

Sayangnya untuk eskpresi suara, Gani tidak bisa menggunakan Layered Voice Analysis karena adanya suara noise saat Lala menyatakan klarifikasinya. Sebenarnya, kata dia, jika suara dalam video tersebut jernih, LVA bisa mendeteksi kebohongan dengan tingkat akurasi 90 persen.

Ia pun menitikberatkan pada perubahan gaya bicara Lala ketika masuk ke penjelasan soal video dan membantah bahwa perempuan dalam video tersebut bukan dirinya. Menurut Gani, gaya bicara Lala pada video tersebut terkesan sudah dilatih sebelum perekaman.

"Anda bisa melihat angle-nya,yaitu angle "Gratitude", rasa terima kasih kepada Fans, dimana Anda juga temukan adanya frase kata "jangan khawatir", tapi itu pun, bisa membuat kita bersama melihat ekspresi bawah sadar (micro expression) yang tidak selaras dengan Verbal (content & style) termasuk ketika jelaskan "blocking comment", soal RCTI, Anda akan temukan berbagai ekspresi yang tidak selaras dan perubahan gaya bicaranya," urai Gani.

Dalam cuitan akhirnya, ia pun memberikan kesimpulan dari hipotesanya atas video klarifikasi Lala melalui berbagai teknik analisis yang dilakukannya. Gani meyakini video tersebut membuat Lala stres tingkat tinggi.

Sementara ucapan terima kasih Lala kepada fans pada video tersebut sebenarnya menunjukkan bahwa perempuan asal Kupang tersebut tidak yakin seratus persen bahwa fansnya mendukungnya selalu termasuk ketika video mesum mirip dirinya viral di tengah-tengah proses audisi Indonesia Idol.

"Nah ini soal "benar atau tidak benar" atau "jujur atau bohong" nya pengakuan Lala di dalam video clip ini saya baru bisa berikan hipotesa akhir, setelah ada SUARA Lala tanpa noise, saat berikan penjelasan atau pernyataan tsb," tambah Gani.

Oleh sebab itu agar hasil analisanya lebih akurat Ia meminta Marion Jola mengirimi rekaman suara klarifikasi tanpa noise untuk mendapatkan kesimpulan benar atau bohong dari pernyataannya.

"Kalo betul itu bukan Lala, kirimi rekaman suara tanpa background NOISE, terekam jelas dengan alat rekam semestinya, tanpa edit, jarak memadai, isinya: Apa sih kasus ini, gimana perasaan Lala di kasus ini + pernyataan soal tuduhan tsb. Saya akan gunakan #LVA #LayeredVoiceAnalysis untuk analisa pernyataan tersebut," tutup Gani dalam akun twitternya.



Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gerak Cepat, Polisi Selidiki Video Mesum Mirip Marion Jola

Gerak Cepat, Polisi Selidiki Video Mesum Mirip Marion Jola

Entertainment | Kamis, 18 Januari 2018 | 11:42 WIB

Maia Estianty Larang Marion Jola Pakai Inisial MJ, Takut Dihujat

Maia Estianty Larang Marion Jola Pakai Inisial MJ, Takut Dihujat

Entertainment | Rabu, 17 Januari 2018 | 11:48 WIB

Kena Isu Video Mesum, Marion Jola Dinasihati Maia Estianty

Kena Isu Video Mesum, Marion Jola Dinasihati Maia Estianty

Entertainment | Rabu, 17 Januari 2018 | 10:43 WIB

Terkini

PTBA Perkuat Transformasi Digital dan Tata Kelola melalui Integrasi Sistem 1MINDER SAP

PTBA Perkuat Transformasi Digital dan Tata Kelola melalui Integrasi Sistem 1MINDER SAP

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:25 WIB

Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya

Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:22 WIB

Krisis Pakan Ternak Tiap Kemarau, Negara Diminta Tak Lepas Tangan Soal Infrastruktur Air

Krisis Pakan Ternak Tiap Kemarau, Negara Diminta Tak Lepas Tangan Soal Infrastruktur Air

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:14 WIB

Timah Rakyat Kembali Diserap PT Timah, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Bangka Belitung?

Timah Rakyat Kembali Diserap PT Timah, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Bangka Belitung?

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:10 WIB

Rayakan 30 Tahun Romanza, Maestro Tenor Andrea Bocelli Siap Guncang Jakarta dan Borobudur

Rayakan 30 Tahun Romanza, Maestro Tenor Andrea Bocelli Siap Guncang Jakarta dan Borobudur

Entertainment | Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:07 WIB

5 Contoh Susunan Acara Maulid Nabi di Sekolah, Cocok untuk SD hingga SMA

5 Contoh Susunan Acara Maulid Nabi di Sekolah, Cocok untuk SD hingga SMA

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Jika Aku Mereka: Melihat Dunia dari Sudut Pandang Penyandang Disabilitas

Jika Aku Mereka: Melihat Dunia dari Sudut Pandang Penyandang Disabilitas

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Menuju Piala Asia U-20 2027: Timnas Indonesia Ladeni Musuh Bebuyutan Malaysia

Menuju Piala Asia U-20 2027: Timnas Indonesia Ladeni Musuh Bebuyutan Malaysia

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Di Balik El Nino 2026: Mengapa Indonesia Terancam Krisis Air dan Pangan?

Di Balik El Nino 2026: Mengapa Indonesia Terancam Krisis Air dan Pangan?

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Gempa Susulan di Flores Masih Akan Berlangsung 30 Hari ke Depan, Frekuensi Menurun

Gempa Susulan di Flores Masih Akan Berlangsung 30 Hari ke Depan, Frekuensi Menurun

Tekno | Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:52 WIB

×