Kilas Balik Erupsi Gunung Merapi, Begini Kejadiannya

RR Ukirsari Manggalani, Lintang Siltya Utami

Sabtu, 02 Juni 2018 | 15:12 WIB
Kilas Balik Erupsi Gunung Merapi, Begini Kejadiannya
Material vulkanis hasil letusan Gunung Merapi, pada Jumat (1/6) terlihat dari Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah. [Antara/Mohammad Ayudha]

2. Lempeng-lempeng bumi yang saling berdesakan dan suhu kawah yang meningkat secara signifikan

Hal ini menyebabkan tekanan besar menekan dan mendorong permukaan bumi sehingga menimbulkan berbagai gejala tektonik, vulkanik, dan meningkatkan aktivitas geologi gunung.

Seorang warga menyiram jalan raya yang tertutup abu vulkanis Gunung Merapi di Wonolelo, Sawangan, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (1/6). [Antara/Anis Efizudin]

Foto:  Seorang warga menyiram jalan raya yang tertutup abu vulkanis Gunung Merapi di Wonolelo, Sawangan, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (1/6) [Antara/Anis Efizudin]

Seperti yang terjadi pada erupsi Gunung Merapi tahun 2010 di mana pada bulan September BPPTK Yogyakarta meningkatkan status gunung dari normal aktif menjadi waspada. Pada saat itu Gunung Merapi menunjukkan aktivitas yang semakin meningkat dengan tingginya frekuensi gempa multifase dan gempa vulkanik.

Sementara itu sebagai tanda bahwa magma telah naik dan mencapai lapisan kawah paling bawah sehingga secara langsung akan mempengaruhi suhu kawah secara keseluruhan.

Naiknya magma ini bisa disebabkan oleh pergerakan tektonik pada lapisan bumi di bawah gunung dan pada akhirnya membuat magma terdorong ke atas. Erupsi pertama pada tahun 2010 terjadi pada 26 Oktober, sedikitnya terjadi hingga tiga kali letusan.

Letusan menyemburkan material vulkanik setinggi kurang lebih 1,5 km dan disertai keluarnya awan panas. Sejak saat itu mulai terjadi muntahan awan panas secara tak teratur.

Mulai 28 Oktober 2010, Gunung Merapi memuntahkan lava pijar yang muncul hampir bersamaan dengan keluarnya awan panas. Selanjutnya mulai teramati titik api diam di puncak pada 1 November, menandai fase baru bahwa magma telah mencapai lubang kawah.

baca juga

3. Akibat tekanan yang sangat tinggi

Beberapa penyebab yang dijelaskan sebelumnya mendorong cairan magma untuk bergerak ke atas masuk ke saluran kawah dan keluar. Jika sepanjang proses magma menyusuri saluran kawah terdapat sumbatan, bisa menimbulkan ledakan yang dikenal dengan letusan gunung berapi.

Gunung Merapi kembali meletus, Jumat (1/6/2018) pagi. (Foto: Dokumen BNPB)

Foto: Gunung Merapi kembali meletus, Jumat (1/6/2018) pagi [Foto: BNPB]

Semakin besar tekanan dan volume magmanya maka semakin kuat ledakan yang akan terjadi.

Hal yang terjadi pada erupsi Gunung Merapi 2010, sejak 3 November terjadi peningkatan aktivitas semburan lava dan awan panas. Erupsi eksplosif berupa letusan besar pada 4 November silam menghasilkan kolom awam setinggi 4 km dan semburan awan panas ke barbagai arah di kaki Merapi.

Tak hanya itu, adanya aliran lahar dingin juga mengancam kawasan lebih rendah setelah pada tanggal 4 November terjadi hujan deras di sekitar puncak Merapi.

Setelah terjadi letusan pada Mei 2018 lalu, kini Merapi kembali meletus. Pada Jumat, 1 Juni sekitar pukul 08.20 WIB terjadi erupsi Gunung Merapi selama sekitar dua menit dengan ketinggian kolom asap sekitar 6.000 meter dari puncak Merapi dan mengakibatkan hujan abu di kawasan utara serta barat daya puncak Gunung Merapi di wilayah Kabupaten Magelang dan Magelang.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMG) menjelaskan letusan Merapi akhir-akhir ini sebagai gas yang dilepaskan dari magma, sedangkan magma belum bergerak ke atas.

Gunung Merapi mengalami letusan kedua pada Jumat pukul 20.24 WIB dengan material yang keluar membentuk kolom asap mencapai ketinggian sekitar 2.500 meter dari puncak gunung berapi tersebut. Lalu terjadi letusan ketiga pada pukul 21.00 WIB dengan kolom letusan tegak 1.000 meter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Puluhan Warga Dusun Teratas di Merapi Bertahan di Pengungsian

Puluhan Warga Dusun Teratas di Merapi Bertahan di Pengungsian

News | Sabtu, 02 Juni 2018 | 07:17 WIB

Gunung Merapi Dua Kali Meletus pada Jumat Malam, Warga Mengungsi

Gunung Merapi Dua Kali Meletus pada Jumat Malam, Warga Mengungsi

News | Sabtu, 02 Juni 2018 | 03:55 WIB

Gunung Merapi Kembali Erupsi pada Jumat Malam

Gunung Merapi Kembali Erupsi pada Jumat Malam

News | Jum'at, 01 Juni 2018 | 21:24 WIB

Terkini

Makan Aman! Balita dan Lansia Korban Kebakaran Gambir Butuh Obat serta Selimut

Makan Aman! Balita dan Lansia Korban Kebakaran Gambir Butuh Obat serta Selimut

News | Selasa, 01 September 2026 | 15:07 WIB

Beli SR025 di wondr by BNI, Nikmati Kupon hingga 6,9% dan Cashback Rp15 Juta

Beli SR025 di wondr by BNI, Nikmati Kupon hingga 6,9% dan Cashback Rp15 Juta

News | Selasa, 01 September 2026 | 15:07 WIB

Legenda Tenis Roger Federer Terima Cincin Hall of Fame di US Open 2026

Legenda Tenis Roger Federer Terima Cincin Hall of Fame di US Open 2026

Sport | Selasa, 01 September 2026 | 15:03 WIB

Mengenal Ubi Bombing, Alternatif Pemadaman Karhutla Berbasis Tepung Singkong

Mengenal Ubi Bombing, Alternatif Pemadaman Karhutla Berbasis Tepung Singkong

News | Selasa, 01 September 2026 | 15:03 WIB

AI Tak Bisa Lagi Berhenti di Tahap Uji Coba, Bisnis Dituntut Tunjukkan Dampaknya

AI Tak Bisa Lagi Berhenti di Tahap Uji Coba, Bisnis Dituntut Tunjukkan Dampaknya

Tekno | Selasa, 01 September 2026 | 15:02 WIB

Internet Sudah Jadi Kebutuhan Pokok, Kenapa Tata Kelolanya Masih Merugikan Konsumen?

Internet Sudah Jadi Kebutuhan Pokok, Kenapa Tata Kelolanya Masih Merugikan Konsumen?

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 15:01 WIB

Geliat Konten Affiliate: Potret Gagalnya Pemerintah Ciptakan Lapangan Kerja

Geliat Konten Affiliate: Potret Gagalnya Pemerintah Ciptakan Lapangan Kerja

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 15:00 WIB

Ketua KPU Langkat Dicopot-Dilaporkan ke DKPP, Diduga Gelapkan Mobil Dinas

Ketua KPU Langkat Dicopot-Dilaporkan ke DKPP, Diduga Gelapkan Mobil Dinas

Sumut | Selasa, 01 September 2026 | 14:59 WIB

Bisakah iPad Jadi Pengganti Laptop untuk Mahasiswa? Intip Daftar Harganya

Bisakah iPad Jadi Pengganti Laptop untuk Mahasiswa? Intip Daftar Harganya

Tekno | Selasa, 01 September 2026 | 14:58 WIB

3 Pilihan Sunscreen yang Mengandung Peptide, Bisa Bantu Cegah Penuaan Dini

3 Pilihan Sunscreen yang Mengandung Peptide, Bisa Bantu Cegah Penuaan Dini

Lifestyle | Selasa, 01 September 2026 | 14:57 WIB

×