2. Dikenal sebagai pembicara terbaik di Asia
Syed Saddiq mengaku belajar banyak tips berdebat dari YouTube dan mulai berdebat pada usia 17 tahun dan memenangkan penghargaan Asia's Best Speaker. Bukan hanya sekali, melainkan tiga kali di Kejuaraan Debat Parlemen Asia Inggris. Berkat kemampuannya dalam berdebat itu, sejak tahun 2012 hingga saat ini, Syed Saddiq menjadi pelatih debat internasional yang mengajar di 25 negara.
![Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Saddiq Abdul Rahman. [Facebook]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2018/07/03/20641-syed-saddiq.jpg)
3. Menolak beasiswa ke Universitas Oxford
Baru-baru ini dikabarkan Syed Saddiq menolak tawaran kedua beasiswa Chevening untuk program Master di Public Policy Universitas Oxford dan lebih memilih mendedikasikan dirinya di dalam politik negara. Dia mengatakan bahwa ia harus mereformasi dan melayani rakyat Malaysia.
4. Mengaku tidak bisa berbahasa Inggris dengan baik
Meskipun Syed Saddiq lulusan International Islamic University Malaysia (IIUM) sebagai sarjana hukum dan menjadi pelatih debat internasional, tidak serta merta membuatnya menjadi fasih berbahasa Inggris. Dilansir dari Malay Mail, Syed Saddiq mengaku, ia tidak pernah mendapat nilai A dalam mata pelajaran bahasa Inggris di Malaysia, meskipun kurikulum bahasa Inggris di negaranya tidak sulit.
Pengetahuannya benar-benar parah, ia bahkan pernah berpikir bahwa Afrika adalah sebuah negara dan Mesir adalah sebuah benua. Dengan pengetahuan seperti itu, Syed Saddiq tidak pernah berpikir bahwa ia akan mencapai banyak kesuksesan.
![Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Saddiq Abdul Rahman. [Facebook]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2018/07/03/75535-syed-saddiq.jpg)
Ketika ia mulai berdebat, ia bertekad hanya akan menjadi pembicara terbaik di Malaysia. Namun saat usianya 23 tahun, Syed Saddiq bersaing dengan universitas besar dunia seperti Oxford, Cambridge, dan Harvard dan itu membuatnya termotivasi untuk meningkatkan kemampuannya. Hasilnya, ia bahkan memenangkan penghargaan Penutur Bahasa Inggris sebagai Bahasa Kedua (ESL) terbaik.
5. Pernah mendapat ancaman pembunuhan
Dilansir dari Says, anak bungsu dari empat bersaudara ini pernah diduga memberikan suap sebesar 5 juta ringgit Malaysia (Rp 17 miliar) ke saluran Bersatu dan menantang Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad untuk berdebat. Pelaku mengiriminya foto yang bisa memecah belah keluarganya.
Namun, Syed Saddiq dengan berani mengatakan bahwa seberapa banyak uang suap yang ditawarkan atau seberapa parah ancaman itu dilayangkan kepada dirinya, keluarga atau teman-temannya, dia lebih memilih mati daripada kehilangan martabatnya.