Hore! Tahun Depan Indonesia Akan Kebagian Dua Gerhana

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 07 Agustus 2018 | 20:45 WIB
Hore! Tahun Depan Indonesia Akan Kebagian Dua Gerhana
Ilustrasi gerhana matahari cincin. (shutterstock)

Suara.com - Setiap tahunnya, setidaknya bisa terjadi minimal empat kali gerhana dan maksimal tujuh kali gerhana. Setelah Gerhana Bulan Total pada 28 Juli lalu yang 'berkunjung' ke Indonesia, pada tahun 2019 mendatang dari lima gerhana yang akan terjadi, dua gerhana bisa diamati di Indonesia.

Pertama, Gerhana Bulan Parsial pada 17 Juli 2019. Berbeda dengan Gerhana Bulan Total 28 Juli lalu, Gerhana Bulan Parsial adalah peristiwa ketika hanya sebagian wajah Bulan yang masuk atau terhalang bayangan umbra Bumi.

Saat puncak gerhana terjadi, pengamat tidak akan melihat Bulan yang berubah warna menjadi merah, tetapi hanya Bulan yang tampak seperti Bulan sabit atau 'tergigit'.

Gerhana bulan sebagian.
Ilustrasi Gerhana Bulan Parsial. [Antara]

Dilansir dari Eclipse Wise, Gerhana Bulan Parsial 17 Juli 2019 ini bisa diamati di Amerika Selatan, Afrika, Eropa, dan Australia. Hal itu berarti Indonesia termasuk dalam area yang bisa mengamati gerhana ini.

Pada puncak Gerhana Parsial, sekitar 65 persen permukaan Bulan akan masuk bayangan umbra. Total durasi gerhana ini dikabarkan akan mencapai 5 jam 34 menit, sementara durasi Gerhana Parsialnya adalah 2 jam 58 menit.

Gerhana Bulan Parsial 17 Juli 2019 ini bisa mulai diamati pada pukul 01.43 WIB ketika Bulan masuk bayangan penumbra. Gerhana Parsialnya sendiri akan dimulai pada pukul 03.01 WIB, puncaknya pada pukul 04.30 WIB dan akan berakhir pukul 04.59 WIB.

Gerhana akan benar-benar terakhir ketika Bulan keluar dari penumbra pada pukul 07.17 WIB.

Kedua, Gerhana Matahari Cincin pada 26 Desember 2019. Berbeda dengan Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016 lalu, di mana seluruh wajah Matahari tertutupi Bulan, Gerhana Matahari Cincin adalah peristiwa yang lebih unik.

Pengamat akan melihat Matahari yang tadinya bulat, berubah menjadi semacam cincin yang dijuluki sebagai Ring of Fire. Hal ini terjadi karena gerhana terjadi saat Bulan sedang berada di apogee atau jarak terjauhnya dari Bumi.

baca juga
Ilustrasi gerhana matahari cincin. (shutterstock)
Ilustrasi gerhana matahari cincin. (shutterstock)

Itu membuat diameter sudut Bulan menjadi lebih kecil dalam pandangan dari Bumi, sekitar 1,2 menit busur lebih kecil dari diameter sudut Matahari. Sehingga saat Bulan melintas di depan Matahari, Bulan menyisakan sisi terluar Matahari yang tidak terhalangi atau tepatnya hanya 94 persen wajah Matahari yang terhalang oleh Bulan.

Gerhana Matahari memiliki jalur gerhananya sendiri, di mana hanya wilayah-wilayah yang dilintasi jalur gerhana saja yang berkesempatan melihat Gerhana Cincin ini. Untuk wilayah-wilayah yang tidak dilintasi jalur total hanya akan melihat Gerhana Parsial atau gerhana sebagian dengan persentase 80 sampai 60 persen saja.

Jalur Gerhana Matahari Cincin akan melintasi berbagai negara selain Indonesia, yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, India, Sri Lanka, Singapura, Malaysia, Filipina, dan berakhir di Samudera Pasifik. Beruntungnya, Indonesia akan mendapatkan titik pusat gerhana yang disebut sebagai Greatest Eclipse, yakni di dekat Pulau Padang, Riau.

Sementara itu, wilayah dengan durasi Gerhana Matahari Cincin terlama juga akan terjadi di Indonesia yakni Pulau Kelong, Kepulauan Riau, dengan durasi sekitar 3 menit 40 detik.

Wilayah-wilayah lainnya di Indonesia yang akan dilalui jalur Gerhana Matahari Cincin 26 Desember 2019 mendatang di antaranya, Pulau Simeulue, Sinabang, Aceh Singkil, Sibolga, Padangsidempuan, Balaipungut, Tanjungpinang, Kijang, Sungai Raya, Pemangkat, Singkawang, dan Tanjung Selor.

Selain wilayah-wilayah ini, sayangnya hanya akan mendapatkan Gerhana Matahari Parsial saja.

Secara global, Gerhana Matahari Cincin 26 Desember 2019 akan mulai berlangsung antara pukul 10:34 WIB sampai dengan 14:01 WIB. Sedangkan puncaknya akan terjadi pada pukul 12:17 WIB. [Eclipsewise/Infoasronomy]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gerhana Bulan, BMKG Pastikan Info Soal Radiasi Cosmic Cuma Hoax

Gerhana Bulan, BMKG Pastikan Info Soal Radiasi Cosmic Cuma Hoax

Tekno | Jum'at, 27 Juli 2018 | 21:53 WIB

Gerhana Bulan Juli 2018: Mengapa Bulan Memerah?

Gerhana Bulan Juli 2018: Mengapa Bulan Memerah?

Tekno | Jum'at, 27 Juli 2018 | 19:39 WIB

Gerhana Bulan Juli 2018, Lapan: Waspada Banjir Rob

Gerhana Bulan Juli 2018, Lapan: Waspada Banjir Rob

Tekno | Jum'at, 27 Juli 2018 | 13:49 WIB

Deretan Fakta Unik Gerhana Bulan 28 Juli 2018

Deretan Fakta Unik Gerhana Bulan 28 Juli 2018

Tekno | Rabu, 25 Juli 2018 | 20:15 WIB

BMKG Amati Gerhana Bulan 28 Juli 2018 dari 20 Titik

BMKG Amati Gerhana Bulan 28 Juli 2018 dari 20 Titik

Tekno | Selasa, 24 Juli 2018 | 20:49 WIB

Gerhana Bulan Total Mampir ke Indonesia, Ini 5 Keistimewaannya

Gerhana Bulan Total Mampir ke Indonesia, Ini 5 Keistimewaannya

Tekno | Rabu, 11 Juli 2018 | 19:30 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×