Gerhana Bulan Juli 2018: Mengapa Bulan Memerah?

Jum'at, 27 Juli 2018 | 19:39 WIB
Gerhana Bulan Juli 2018: Mengapa Bulan Memerah?
Ilustrasi gerhana bulan. (Shutterstock]

Suara.com - Pada Sabtu (28/7/2018) dini hari nanti kita akan menyaksikan gerhana bulan total yang membuat bulan terlihat berpendar merah di gelapnya langit malam.

Biasanya Gerhana Bulan Total dijuluki sebagai Blood Moon atau Bulan Berdarah. Julukan ini diberikan karena warna Bulan pada saat puncak Gerhana akan tampak berwarna kemerahan seperti darah.

Lalu, mengapa bulan bisa berwarna merah saat terjadi Gerhana Bulan Total?

Fenomena alam ini terjadi, jelas pakar astronomi Avivah Yamani, karena Matahari, Bumi, dan Bulan akan berada dalam satu garis lurus di bidang tata surya. Karena konfigurasi sejajar itu, cahaya Matahari akan terhalang oleh Bumi.

Ketika Gerhana Bulan terjadi, Bulan akan memasuki bayang-bayang inti atau umbra Bumi dan menghilang dari pandangan pengamat di Bumi. Seharusnya, Bumi menjadi gelap seperti halnya Gerhana Matahari karena Bulan tidak menerima cahaya Matahari untuk dipantulkan.

Tetapi, hal tersebut tidak terjadi. Saat Gerhana Bulan Total, umumnya para pengamat melihat Bulan tidak menghilang tapi berubah warna menjadi merah seperti darah.

Warna merah itu sendiri berasal dari cahaya Matahari yang dibiaskan oleh atmosfer Bumi dan pembiasan ini terjadi karena cahaya Matahari terdiri dari berbagai frekuensi, mulai dari yang terendah hingga tinggi.

Saat cahaya Matahari menerobos atmosfer Bumi, cahaya dengan frekuensi tinggi seperti hijau, biru, dan ungu akan terhamburkan oleh molekul atmosfer Bumi. Sementara itu, cahaya dengan frekuensi rendah seperti kuning, oranye, dan merah akan dengan mudah melewati atmosfer Bumi dengan jalur yang lurus serta tidak mengalami interaksi dengan molekul di atmosfer Bumi.

Pembiasan cahaya dengan frekuensi rendah dari Matahari akan mengubah arah cahaya tersebut ke arah umbra Bumi. Sementara itu, posisi Bulan akan berada di area umbra saat Gerhana Bulan Total terjadi.

Hal itulah yang membuat Bulan akan tampak berwarna merah akibat pembiasan cahaya, demikian ulas Avivah dalam blognya, Langit Selatan. Atmosfer Bumi memang memainkan peran penting dalam meneruskan cahaya Matahari sehingga Bulan akan berwarna merah.

Meskipun begitu, warna merah Bulan saat Gerhana bergantung pada tingkat polusi yang ada di daerah pengamatan. Namun, diperkirakan Gerhana Bulan Total 28 Juli kali ini termasuk langka.

Selain durasi waktunya yang panjang, kemungkinan Bulan akan berwarna merah gelap terutama bagian selatan Bulan yang melintasi tepat di garis tengah umbra Bumi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI