Letusan Gunung Tambora Sebabkan Kekalahan Napoleon di Waterloo

Liberty Jemadu

Jum'at, 24 Agustus 2018 | 18:15 WIB
Letusan Gunung Tambora Sebabkan Kekalahan Napoleon di Waterloo
Lukisan berjudul The Battle of Waterloo karya Jan Willem Pieneman (1824) menggambarkan Pertempuran Waterloo antara Napoleon Bonaparte dan Duke of Wellington dari Inggris. [Shutterstock]

Suara.com - Dunia yang kita kenal hari ini mungkin saja berbeda jika Gunung Tambora di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak meletus dua bulan sebelum Kaisar Prancis, Napoleon Bonaparte berperang melawan Sekutu di Pertempuran Waterloo pada Juni 1815.

Kekalahan Prancis di Waterloo besar dampaknya terhadap Eropa. Kebangkitan nasionalisme Jerman yang memuncak pada Perang Dunia II dan lahirnya Inggris sebagai negara super power, menggantikan Prancis, pada abad 19 diyakini berawal dari Waterloo. 

Para sejarahwan sebelumnya sudah mencatat bahwa pasukan Prancis yang dipimpin Kaisar Napoleon dalam Pertempuran Waterloo kalah dari kekuatan Sekutu - yang terdiri dari Inggris, Prusia (kini termasuk dalam Jerman), Belgia, dan Belanda - salah satunya karena faktor cuaca buruk.

Hujan yang mengguyur Eropa ketika itu, menurut sebuah penelitian terbaru, disebabkan oleh abu vulkanis bermuatan listrik yang dilepaskan Tambora ke Atsmofer.

Letusan Tambora sendiri memang diketahui menelan korban jiwa hingga 100.000 orang dan menyebabkan Bumi tak mengalami musim panas selama satu tahun, hingga 1816.

Penelitian Matthew Genge di Imperial College, London Inggris, yang diterbitkan dalam jurnal Geology pekan ini, menunjukkan bahwa abu vulkanis Tambora telah memantik terjadinya "arus pendek" di ionosfer, tempat awan biasanya terbentuk.

Di ionosfer, abu vulkanis tadi memicu terbentuknya awan dalam jumlah besar, berujung pada tingginya curah hujan di Eropa, dan akhirnya berkontribusi pada kekalahan Napoleon di Waterloo.

Adapun penelitian Genge ini menunjukkan bahwa abu vulkanis Tambora ternyata terbang lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya oleh para ilmuwan.

"Sebelumnya para geolog mengira bahwa abu vulkanis hanya sampai di level bawah atmosfer. Tetapi riset saya menunjukkan bahwa abu letusan gunung bisa didorong ke lebih jauh ke atsmofer oleh energi listrik," jelas Genge.

Dalam studinya, Genge menciptakan sebuah model untuk menghitung sejauh mana abu vulkanis bisa melesat ke atsmofer. Ia menemukan bahwa partikel berukuran sangat kecil bisa mencapai ionosfer jika terjadi letusan dasyat.

Hasil studi Genge itu konsisten dengan catatan sejarah letusan gunung api lainnya. Misalnya pada letusan Krakatau di 1883 dan letusan Gunung Pinatubo di Filipina pada 1991. (Phys.org)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gunung Apa yang Paling Mematikan di Indonesia?

Gunung Apa yang Paling Mematikan di Indonesia?

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 10:10 WIB

Napoleon dari Tanah Rencong: Saat Sejarah Aceh Menjadi Nyata dalam Novel Akmal Nasery Basral

Napoleon dari Tanah Rencong: Saat Sejarah Aceh Menjadi Nyata dalam Novel Akmal Nasery Basral

Your Say | Sabtu, 18 April 2026 | 19:35 WIB

Tuan Rondahaim Saragih Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional, Bobby Nasution: Napoleon der Bataks

Tuan Rondahaim Saragih Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional, Bobby Nasution: Napoleon der Bataks

News | Senin, 10 November 2025 | 19:25 WIB

Sebut Parcok Sudah Ada Sejak Tahun 2000-an, Napoleon Bonaparte: Kita Harus Selamatkan Polri!

Sebut Parcok Sudah Ada Sejak Tahun 2000-an, Napoleon Bonaparte: Kita Harus Selamatkan Polri!

News | Rabu, 08 Oktober 2025 | 15:03 WIB

Kritik Tajam Napoleon Bonaparte: Di Polri Ada 'Dua Tuhan', Reformasi Mustahil Tanpa Rombak Pimpinan!

Kritik Tajam Napoleon Bonaparte: Di Polri Ada 'Dua Tuhan', Reformasi Mustahil Tanpa Rombak Pimpinan!

News | Rabu, 08 Oktober 2025 | 14:04 WIB

Gaya Harley, Mesin V-Twin, Harga Miring: Pesona Cruiser Murah Meriah yang Cocok untuk Pemula

Gaya Harley, Mesin V-Twin, Harga Miring: Pesona Cruiser Murah Meriah yang Cocok untuk Pemula

Otomotif | Selasa, 22 Juli 2025 | 12:53 WIB

Ikut Nimbrung di Rumah Anies usai Keluar Penjara, Napoleon Bonaparte Koar-koar Agen Perubahan

Ikut Nimbrung di Rumah Anies usai Keluar Penjara, Napoleon Bonaparte Koar-koar Agen Perubahan

Kotak Suara | Selasa, 30 April 2024 | 17:22 WIB

Cak Imin hingga Napoleon Bonaparte Hadiri Acara Pembubaran Timnas AMIN di Rumah Anies

Cak Imin hingga Napoleon Bonaparte Hadiri Acara Pembubaran Timnas AMIN di Rumah Anies

News | Selasa, 30 April 2024 | 12:38 WIB

Napoleon: Film yang Wajib Ditonton bagi Penggemar Sejarah

Napoleon: Film yang Wajib Ditonton bagi Penggemar Sejarah

Your Say | Selasa, 30 Januari 2024 | 16:58 WIB

Review Film NAPOLEON, Ketipu Trailer!

Review Film NAPOLEON, Ketipu Trailer!

Your Say | Sabtu, 02 Desember 2023 | 14:00 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×