Studi: Manusia Musnahkan 60 Persen Binatang Sejak 1970

Liberty Jemadu

Rabu, 31 Oktober 2018 | 11:03 WIB
Studi: Manusia Musnahkan 60 Persen Binatang Sejak 1970
Helikopter MI-8MTV-1 milik BNPB melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan saat terjadi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Muara Belida, Muara Enim, Sumatera Selatan, Sabtu (16/9).

Suara.com - Umat manusia sudah memusnahkan 60 persen binatang, baik mamalia, burung, maupun reptil sejak 1970, demikian kata sejumlah ilmuwan pakar lingkungan sembari mengingatkan bahwa keberlangsungan hidup spesies manusia juga sedang di ujung tanduk.

Dalam laporan World Wild Fund (WWF), yang disusun bersama 59 ilmuwan dari seluruh dunia, diketahui bahwa pola konsumsi manusia yang rakus akan sumber daya alam telah merusak jejaring kehidupan di Bumi.

Jejaring kehidupan itu butuh miliaran tahun untuk dibangun, tempat semua binatang di muka Bumi - termasuk manusia - bersandar, karena merupakan sumber udara bersih, air, dan sumber daya lainnya.

"Kita sedang berjalan sambil tidur ke arah jurang," kata Mike Barrett, direktur eksekutif bidang sains dan konservasi pada WWF.

"Jika 60 persen populasi manusia musnah, itu sama dengan mengosongkan Amerika Utara, Amerika Selatan, Afrika, Eropa, Cina, dan Oseania. Itulah skala perbuatan kita," beber dia.

"Ini lebih dari sekedar kehilangan keindahan alam. Ini sebenarnya telah mengancam masa depan manusia. Alam bukan sekedar sesuatu yang indah, tetapi adalah sistem pendukung hidup kita," tegas Barrett.

Banyak ilmuwan yang yakin bahwa kiamat keenam sudah dimulai. Kiamat ini merupakan yang pertama dalam miliaran tahun perjalanan Bumi yang dipicu oleh satu spesies dan spesies itu bernama Homo sapiens.

Sementara itu beberapa analisis para ilmuwan menunjukkan baha manusia telah memusnahkan 83 persen mamalia dan separuh spesies tumbuhan sejak awal mula peradaban. Bahkan jika pemusnahan oleh manusia berakhir saat ini, dibutuhkan waktu 5 sampai 7 juta tahun untuk memulihkan kembali alam di Bumi.

Adapun dalam laporannya yang bertajuk Living Planet Index, WWF menggunakan data 16.704 populasi mamalia, burung, ikan, reptil, dan amfibi yang mewakili lebih dari 4.000 spesies. Data itu dianalisis untuk melacak kondisi lingkungan dan alam.

Hasilnya antara 1970 sampai 2004, populasi binatang turun sekitar 60 persen. Bahkan empat tahun lalu, populasi binatang turun 52 persen.

Penyebab utama musnahnya binatang adalah hilangnya habitat karena diubah manusia menjadi perkebunan. Tiga perempat lahan semua lahan di Bumi kini dipengaruhi oleh aktivitas manusia.

Makanan adalah faktor kedua. Sekitar 300 mamalia dikonsumsi manusia hingga punah sama sekali dari muka Bumi. Lautan kini dikuras habis-habisan, sehingga lebih dari separuh ikan di laut ditangkap untuk dikonsumsi dalam skala industri.

Penyebab berikutnya adalah polusi bahan kimia. Separuh dari paus pembunuh di dunia musnah karena keracunan PCB, zat kimia yang banyak digunakan manusia dalam produk-produk elektronik hingga cat.

"Kita adalah generasi manusia pertama yang akhirnya mengetahui bahwa kita sedang menghancurkan Bumi dan kita akan menjadi generasi terakhir yang bisa mengatasinya," kata Tanya Steele, direktur eksekutif WWF. (The Guardian)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Saiful Mujani Sindir Gus Irfan Angkat 2 Anaknya Jadi Tenaga Ahli Menteri Haji: Udah Dekat Kiamat

Saiful Mujani Sindir Gus Irfan Angkat 2 Anaknya Jadi Tenaga Ahli Menteri Haji: Udah Dekat Kiamat

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:12 WIB

Spesifikasi Bom Kiamat MK-84 dan BLU-117 AS yang Dijual ke Israel, Daya Ledak Seperti Meteor

Spesifikasi Bom Kiamat MK-84 dan BLU-117 AS yang Dijual ke Israel, Daya Ledak Seperti Meteor

News | Kamis, 17 September 2026 | 14:09 WIB

Inggris 'Kiamat Kecil', 2.000 Penerbangan Mendadak Dibatalkan

Inggris 'Kiamat Kecil', 2.000 Penerbangan Mendadak Dibatalkan

News | Kamis, 10 September 2026 | 15:10 WIB

Pramono Anung Beri Sinyal Harga Tiket Masuk Ragunan Bakal Ada Penyesuaian

Pramono Anung Beri Sinyal Harga Tiket Masuk Ragunan Bakal Ada Penyesuaian

News | Senin, 07 September 2026 | 19:43 WIB

Binatang yang Berinteraksi dengan Nabi Muhammad SAW: dari Unta hingga Singa

Binatang yang Berinteraksi dengan Nabi Muhammad SAW: dari Unta hingga Singa

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 12:30 WIB

Kuba 'Kiamat Kecil' Gara-gara Mati Listrik, Negara Lumpuh Total di Tengah Cuaca Panas Ekstrem

Kuba 'Kiamat Kecil' Gara-gara Mati Listrik, Negara Lumpuh Total di Tengah Cuaca Panas Ekstrem

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:53 WIB

'Binatang Jalang', Noda Chairul Anwar dalam Skema Korupsi Pakan Binatang

'Binatang Jalang', Noda Chairul Anwar dalam Skema Korupsi Pakan Binatang

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:00 WIB

Anggaran Pakan Hewan di Kebun Binatang Surabaya Dikorupsi Rp10,2 M, DPR Minta Semua Diperiksa!

Anggaran Pakan Hewan di Kebun Binatang Surabaya Dikorupsi Rp10,2 M, DPR Minta Semua Diperiksa!

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:12 WIB

Ketika Pakan Satwa Dikorupsi: Ironi Ketidakadilan Mahluk yang Tak Bersuara

Ketika Pakan Satwa Dikorupsi: Ironi Ketidakadilan Mahluk yang Tak Bersuara

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 10:00 WIB

Berapa Harga Tiket Masuk Kebun Binatang Surabaya? Eks Dirutnya Jadi Tersangka Korupsi

Berapa Harga Tiket Masuk Kebun Binatang Surabaya? Eks Dirutnya Jadi Tersangka Korupsi

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 16:19 WIB

Terkini

Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta

Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Cabut Gugatan di PTUN, Denny Indrayana Siapkan 3 Skenario Langkah Hukum Soal Gibran

Cabut Gugatan di PTUN, Denny Indrayana Siapkan 3 Skenario Langkah Hukum Soal Gibran

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:11 WIB

Syarat Perpanjang SKCK Beda Domisili, Dokumen Apa Saja yang Diperlukan?

Syarat Perpanjang SKCK Beda Domisili, Dokumen Apa Saja yang Diperlukan?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Pembalut Kain Cuci Ulang Apakah Aman? Alternatif Bebas Kena Pajak 11 Persen

Pembalut Kain Cuci Ulang Apakah Aman? Alternatif Bebas Kena Pajak 11 Persen

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Tips Berkendara Setelah Jumper Aki Mobil agar Daya Terisi Optimal

Tips Berkendara Setelah Jumper Aki Mobil agar Daya Terisi Optimal

Otomotif | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:05 WIB

TEI 2026 Perkuat Ekspor, Ketahanan Energi, dan Ketahanan Pangan Melalui Sinergi dengan BPDP

TEI 2026 Perkuat Ekspor, Ketahanan Energi, dan Ketahanan Pangan Melalui Sinergi dengan BPDP

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:03 WIB

Anime EAT-MAN The Over Order Dapatkan Manga Spin-off Baru, Rilis November

Anime EAT-MAN The Over Order Dapatkan Manga Spin-off Baru, Rilis November

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Demokrasi Tanpa Oposisi: Ujian Keterbukaan Pemerintah

Demokrasi Tanpa Oposisi: Ujian Keterbukaan Pemerintah

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Kembangkan Potensi Alam, Potret Desa Karangjengkol Purbalingga Raih Indonesia Awards 2026

Kembangkan Potensi Alam, Potret Desa Karangjengkol Purbalingga Raih Indonesia Awards 2026

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:56 WIB

Termasuk di Jawa Barat, Perumnas Dorong Generasi Muda Siapkan Rumah Pertama

Termasuk di Jawa Barat, Perumnas Dorong Generasi Muda Siapkan Rumah Pertama

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:46 WIB

×