
Keduanya lalu bertemu. Namun, saat diajak untuk kembali ke Jepang, Hiroo Onoda menolak tawaran tersebut. Ia mengaku tidak akan menyerah kecuali mendapat perintah dari atasannya.
Sangat berharap agar Hiroo Onoda akan kembali ke Jepang, Norio Suzuki lalu mencoba menemukan atasan Onoda yang bernama Mayor Yoshimi Taniguchi yang sudah tua dan memilih pensiun.
Mendapatkan surat perintah dari atasan Hiroo Onoda, Norio Suzuki kembali ke Pulau Lubang untuk membawa Onoda pulang.
Tiga hari setelah kedatangan Norio Suzuki, Hiroo Onoda lalu menyerahkan pedangnya pada Presiden Filipina, Ferdinand Marcos sebagai tanda menyerah dan meminta pengampunan dari negara tersebut.
Kembali ke Jepang, Hiroo Onoda disambut bak pahlawan. Pria dengan loyalitas tinggi ini membuktikan diri sebagai prajurit yang setia dengan atasan selama bertempur di Perang Dunia II.