Begini Penjelasan Ilmiah Terjadinya Gelombang Tinggi Hingga Tsunami

Dinar Surya Oktarini

Senin, 24 Desember 2018 | 14:03 WIB
Begini Penjelasan Ilmiah Terjadinya Gelombang Tinggi Hingga Tsunami
Tsunami Selat Sunda. (YouTube/GEOSCIENCE AUSTRALIA)

Suara.com - Wilayah sekitar pantai di Selat Sunda, Pandeglang, Serang dan Lampung Selatan Sabtu malam diterjang tsunami akibat gelombang tinggi.

Dalam siaran pers BMKG yang diunggah dalam Twitternya peristiwa tsunami di Pantai Barat Banten ini tidak dipicu oleh adanya gempa bumi.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika sudah mendeteksi dan memberikan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku dari tanggal 22 Desember pukul 07.00 hingga 25 Desember 2018 pukul 07.00 di wilayah perairan Selat Sunda.

Gelombang tinggi menjadi salah satu penyebab terjadinya tsunami hingga mengahantam dataran di wilayah sekitar Selat Sunda.

Terpantau dalam cuitan @Sutopo_PN, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi hari ini, Senin, 23/12/2018, berada di level 2 dengan status waspada. 

Gunung Anak Krakatau erupsi. (Twitter/@Sutopo_PN)
Gunung Anak Krakatau erupsi. (Twitter/@Sutopo_PN)

Terkait hal itu, netizen @Rio_Ramabaskara menjelaskan kronologi terjadinya gelombang tsunami melalui video ilustrasi.

Video yang dibuat oleh GEOSCIENCE AUSTRALIA di YouTube dua tahun lalu ini menjelaskan bagaimana guguran atau longsor dari gunung dapat mempengaruhi gelombang tinggi di laut.

Dalam video berdurasi 1 menit 50 detik tersebut memperlihatkan bagaimana guguran longsor dari gunung tersebut membuat gelombang tinggi yang berjalan dengan cepat serta kronologinya.

Video ilustasi kronolgi gelombang tinggi. (Twitter/@Rio_Rambaskara)
Video ilustasi kronolgi gelombang tinggi. (Twitter/@Rio_Rambaskara)

Akibat guguran tersebut, kecepatan gelombang tsunami hampir setara dengan kecepatan pesawat jet kurang lebih 640 hingga 980 km/jam.

Namun apabila guguran longsor terjadi di laut lepas, hal itu bisa terjadi hingga ribuan kilometer tapi gelombang bisa sangat tinggi. Tetapi ketika mereka mendekati daratan yang dangkal, gelombang tersebut akan berjalan perlahan dan namun gelombang akan lebih tinggi.

Sehingga ketika sampai daratan, air yang tinggi itu akan menggenangi daratan di depannya. Namun tsunami tidak berhenti disitu, air akan menarik kembali akan bergabung dengan gelombang tinggi berikutnya dan menjadi gelombang yang lebih besar.

Video ilustrasi tersebut makin memperjelas bahwa guguran yang berasal dari gunung dapat membuat gelombang tinggi yang menyebabkan tsunami.

Unggahanya di Twitter ini lantas menjadi viral dan mendapatkan respon positif dari netizen di Twitter.

Menurut perkembangan terbaru melalui twitter resmi BNPB Indonesia, korban tsunami Selat Sunda saat ini yang meninggal terdapat 281, 1.016 luka-luka dan 57 orang dikabarkan hilang.

SUMBER: Hitekno.com

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!

Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:12 WIB

Ledakan Pasar Cimanggis, Dua Orang Tewas dan 11 Luka-luka

Ledakan Pasar Cimanggis, Dua Orang Tewas dan 11 Luka-luka

Foto | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:22 WIB

Rempugan, Tradisi Perempuan Lebak Menjaga Warisan Pangan Leluhur

Rempugan, Tradisi Perempuan Lebak Menjaga Warisan Pangan Leluhur

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 11:28 WIB

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Ketinggian 1,8 Kilometer Mengarah ke Selat Sunda

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Ketinggian 1,8 Kilometer Mengarah ke Selat Sunda

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Baru Beroperasi 11 Hari, Tambang Batu Bara Ilegal di Lebak Dibongkar

Baru Beroperasi 11 Hari, Tambang Batu Bara Ilegal di Lebak Dibongkar

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:53 WIB

Jenazah ABK Arupadhatu 1 Dimakamkan, 7 Korban Masih Hilang

Jenazah ABK Arupadhatu 1 Dimakamkan, 7 Korban Masih Hilang

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 08:00 WIB

Kedatangan Jenazah Korban Hilang Kapal Arupadhatu 1 Disambut Isak Tangis di Rumah Duka

Kedatangan Jenazah Korban Hilang Kapal Arupadhatu 1 Disambut Isak Tangis di Rumah Duka

Video | Kamis, 24 September 2026 | 19:30 WIB

Jasad ABK Surakman Ditemukan, Keluarga Tak Kuasa Menahan Tangis di Rumah Duka

Jasad ABK Surakman Ditemukan, Keluarga Tak Kuasa Menahan Tangis di Rumah Duka

Video | Kamis, 24 September 2026 | 16:10 WIB

Lagi, Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Pesisir Pantai Mukomuko Bengkulu

Lagi, Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Pesisir Pantai Mukomuko Bengkulu

News | Kamis, 24 September 2026 | 11:51 WIB

Ditemukan di Bengkulu, Jenazah Sukarman Kru Kapal Jurnalis Hilang Diterbangkan ke Jakarta

Ditemukan di Bengkulu, Jenazah Sukarman Kru Kapal Jurnalis Hilang Diterbangkan ke Jakarta

News | Kamis, 24 September 2026 | 08:46 WIB

Terkini

Survei SMRC Tempatkan Sudirman Said di Atas Prabowo-Gibran, MTI Soroti Kualitas Rekam Jejak

Survei SMRC Tempatkan Sudirman Said di Atas Prabowo-Gibran, MTI Soroti Kualitas Rekam Jejak

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:24 WIB

Tingkatkan Literasi Pelajar, Permata Bank Gelar Edukasi di SMP Negeri 3 Ngaglik

Tingkatkan Literasi Pelajar, Permata Bank Gelar Edukasi di SMP Negeri 3 Ngaglik

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:19 WIB

KPK Pamer Barang Bukti OTT BNPB Rp5,47 Miliar, Ada Emas hingga Aset Kripto

KPK Pamer Barang Bukti OTT BNPB Rp5,47 Miliar, Ada Emas hingga Aset Kripto

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:17 WIB

Pulang dari Belanda ke Jakarta: Kapan Artefak Adat Benar-Benar Merdeka?

Pulang dari Belanda ke Jakarta: Kapan Artefak Adat Benar-Benar Merdeka?

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:15 WIB

WALHI Catat 8.324 Titik Panas di Papua, Ribuan Berada di Kawasan Proyek Besar

WALHI Catat 8.324 Titik Panas di Papua, Ribuan Berada di Kawasan Proyek Besar

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Terungkap Tren Pembeli iPhone 18 Pro, Warna Burgundy Jadi Incaran

Terungkap Tren Pembeli iPhone 18 Pro, Warna Burgundy Jadi Incaran

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:14 WIB

Kondisikan Dana Siap Pakai Bencana, Tersangka dari BNPB Diduga Terima Suap Uang Miliaran hingga Emas

Kondisikan Dana Siap Pakai Bencana, Tersangka dari BNPB Diduga Terima Suap Uang Miliaran hingga Emas

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:14 WIB

Apresiasi Langkah MK, Kontras Ungkap Bobroknya Sistem Peradilan Militer Andrie Yunus

Apresiasi Langkah MK, Kontras Ungkap Bobroknya Sistem Peradilan Militer Andrie Yunus

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Profil Ahmad Luthfi H Rahmatullah, Kepala BPK Jateng Terjaring OTT KPK Bersama Bupati Klaten

Profil Ahmad Luthfi H Rahmatullah, Kepala BPK Jateng Terjaring OTT KPK Bersama Bupati Klaten

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:07 WIB

BRI Peduli Perkuat Infrastruktur Desa di Cianjur, Jembatan Gantung Bantu Mobilitas 7.000 Warga

BRI Peduli Perkuat Infrastruktur Desa di Cianjur, Jembatan Gantung Bantu Mobilitas 7.000 Warga

Jogja | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:07 WIB

×