Gawat, Suhu Kutub Utara Tak Pernah Sepanas Ini

Agung Pratnyawan
Gawat, Suhu Kutub Utara Tak Pernah Sepanas Ini
Kutub Utara. [Shutterstock]

Suhu Kutub Utara saat ini jadi yang terpanas dalam 115 ribu tahun terakhir.

Suara.com - Perubahan iklim kian yang ekstrem terasa di berbagai belahan dunia, terutama di wilayah Arktik atau Kutub Utara. Suhu Kutub Utara kini sudah tak sedingin dulu kala.

Peneliti menemukan sekumpulan tumbuhan kuno di lapisan es yang dapat memperlihatkan bahwa suhu Arktik tidak pernah sepanas ini sebelumnya.

Baca Juga : Miris, Beruang Kutub Bertahan Hidup dengan Makan Bangkai Paus

Bahkan, dalam penanggalan radiokarbon, ditemukan kalau suhu Arktik tidak pernah sepanas ini dalam kurun waktu 115 ribu tahun.

Lumut yang belum pernah melihat cahaya dalam setidaknya 40 ribu tahun kini mulai bermunculan. Hal ini berarti lapisan es dari Pulau Baffin di Kanada semakin menipis karena menghangatnya suhu global.

Pulau Baffin terkenal sangat luas dan masuk dalam lingkaran wilayah Kutub Utara. Pulau ini dikenal sebagai pulau terbesar kelima di dunia.

Meski terbesar, pulau ini hanya dihuni oleh belasan ribu penduduk saja. Hal ini karena Pulau Baffin sebagian besar dilapisi oleh es dan mempunyai suhu yang sangat dingin.

Bahkan beberapa tempat di pulau bisa menyentuh suhu -9.5 derajat Celcius. Penelitian mengenai suhu Arktik memanas ini telah dipublikasikan di jurnal Nature Communication pada hari Jumat, 25 Januari 2019.

Baca Juga : Mulai Bermigrasi, Hewan di Arktik Kebingungan

Para peneliti menemukan bahwa musim panas Kutub Utara belum pernah mencapai setinggi ini dalam 115 ribu tahun terakhir atau bahkan lebih.

Lumut kuno yang terawetkan lebih dari 40 ribu tahun. ( University of Colorado Boulder/ Gifford Miller)
Lumut kuno yang terawetkan lebih dari 40 ribu tahun. ( University of Colorado Boulder/ Gifford Miller)

Selama berabad-abad, es telah menempel di dataran tinggi dan dinding Pulau Baffin. Di musim panas, akan ada pencairan di beberapa tempat, tetapi secara umum, suhu rendah dan salju akan membuat semuanya tetap seimbang.

Sekarang, perubahan iklim telah mengacaukan keseimbangan alam tersebut. Hal ini menyebabkan Kutub Utara atau Arktik memanas dua kali lipat kecepatannya dari seluruh dunia.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS