Gawat! Ilmuwan Sebut 100 Tahun Lagi Serangga Akan Punah

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 13 Februari 2019 | 15:40 WIB
Gawat! Ilmuwan Sebut 100 Tahun Lagi Serangga Akan Punah
Ilustrasi salah satu jenis serangga, ngengat. [Shutterstock]

Suara.com - Bumi diketahui tengah menuju kepunahan massal yang keenam. Hal tersebut didukung dengan penelitian terbaru di mana para peneliti menyebutkan bahwa serangga akan punah dalam 100 tahun lagi.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Biological Conservation menunjukkan bahwa sekitar 40 persen spesies serangga menurun jumlahnya. Sepertiga dari jumlah tersebut terancam punah. Ilmuwan mengungkapkan bahwa tingkat kepunahannya delapan kali lebih cepat daripada mamalia, burung, dan reptil.

Jumlah serangga secara global sendiri diketahui telah menurun sebesar 2,5 persen per tahun. Para ilmuwan menyebutkan jika penurunan ini terus belangsung maka akan mengarah pada kehancuran besar ekosistem alam.

"Jika hilangnya spesies serangga tidak dapat dihentikan, ini akan menimbulkan konsekuensi bencana bagi ekosistem planet ini dan untuk kelangsungan hidup manusia," ucap Francisco Sanchez-Bayo, seorang ilmuwan asal University of Sydney, Australia.

Para ilmuwan dibuat terkejut atas tingkat kehilangan tahunan yang mencapai 2,5 persen selama 25 hingga 30 tahun terakhir. Salah satu kerugian terbesar dari hilangnya serangga akan dirasakan pada ekosistem burung, reptil, amfibi, dan ikan yang memakan serangga.

Salah satu serangga yang telah menyusut secara signifikan adalah lebah, di mana koloni lebah madu pada tahun 1947 diketahui berjumlah 6 juta. Namun, pada tahun 2019 jumlah lebah madu yang tersisa di Amerika Serikat hanya berjumlah 3,5 juta.

Dilansir dari Guardian, para ilmuwan yakin bahwa insektisida menjadi penyebab utama berkurangnya jumlah serangga. Tercatat, dalam 20 tahun terakhir manusia menggunakan insektisida secara masif di industri pertanian. Dilaporkan sebanyak 75 persen serangga hilang di kawasan hutan lindung setelah manusia menggunakan insektisida, termasuk neonicotinoid dan fipronil.

Para ilmuwan menyebutkan bahwa salah satu cara paling efektif untuk menghentikan penurunan ini dengan kembali ke pertanian organik yang bebas dari bahan kimia.

baca juga
Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Otak: Perempuan Empat Tahun Lebih Muda Dibandingkan Lelaki

Soal Otak: Perempuan Empat Tahun Lebih Muda Dibandingkan Lelaki

Health | Rabu, 06 Februari 2019 | 09:30 WIB

Penelitian Ini Bisa Bantu Anda Mengetahui Kapan Dunia Berakhir

Penelitian Ini Bisa Bantu Anda Mengetahui Kapan Dunia Berakhir

Tekno | Senin, 04 Februari 2019 | 17:40 WIB

Salut! Siswa Sumut Juara 5 Penelitian di NASA

Salut! Siswa Sumut Juara 5 Penelitian di NASA

Tekno | Sabtu, 08 Desember 2018 | 03:00 WIB

5 Misteri Sains yang Hingga Kini Belum Bisa Dijelaskan

5 Misteri Sains yang Hingga Kini Belum Bisa Dijelaskan

Tekno | Rabu, 28 November 2018 | 20:00 WIB

Ilmuwan Temukan DNA Manusia Berasal dari Sejoli Adam dan Hawa

Ilmuwan Temukan DNA Manusia Berasal dari Sejoli Adam dan Hawa

News | Senin, 26 November 2018 | 16:06 WIB

500 Tahun Kekeringan, Hujan Sebabkan Kepunahan Massal di Atacama

500 Tahun Kekeringan, Hujan Sebabkan Kepunahan Massal di Atacama

Tekno | Minggu, 25 November 2018 | 19:30 WIB

Terkini

Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini, Analis Malah Waspada

Rupiah Menguat Tipis Pagi Ini, Analis Malah Waspada

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 10:04 WIB

Menteri PPPA Murka! Ayah dan Kakek Tiri di Boyolali Tega Hamili Remaja 16 Tahun

Menteri PPPA Murka! Ayah dan Kakek Tiri di Boyolali Tega Hamili Remaja 16 Tahun

News | Selasa, 03 November 2026 | 10:03 WIB

Sabun Muka Wardah Hydra Rose NMF Amino untuk Kulit Apa? Kenali Kandungan dan Manfaatnya

Sabun Muka Wardah Hydra Rose NMF Amino untuk Kulit Apa? Kenali Kandungan dan Manfaatnya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 10:03 WIB

Pasar Kripto Indonesia Melemah, Indeks CFX10 Turun ke Level 928,62

Pasar Kripto Indonesia Melemah, Indeks CFX10 Turun ke Level 928,62

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 10:01 WIB

MagangHub dan Potret Suram Pasar Kerja: Kala Fresh Graduate Berebut Posisi

MagangHub dan Potret Suram Pasar Kerja: Kala Fresh Graduate Berebut Posisi

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 10:00 WIB

Buntut 'Mahasewa', Produk Cat Putus Kontrak Raffi Ahmad Sebagai Brand Ambassador

Buntut 'Mahasewa', Produk Cat Putus Kontrak Raffi Ahmad Sebagai Brand Ambassador

News | Selasa, 03 November 2026 | 09:58 WIB

Perang Terus Berkobar, Harga Minyak Dunia Bertahan di level USD100/Barel

Perang Terus Berkobar, Harga Minyak Dunia Bertahan di level USD100/Barel

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:56 WIB

Wangi Bunga dan Bedak yang Menenangkan, 5 Parfum Floral Powdery Terbaik

Wangi Bunga dan Bedak yang Menenangkan, 5 Parfum Floral Powdery Terbaik

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 09:50 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Tren Naik Jadi Rp2.541.000/Gram

Tahan Beli, Harga Emas Antam Lagi Tren Naik Jadi Rp2.541.000/Gram

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 09:46 WIB

Kritik Pembentukan Satgas MBG, Pakar UGM: Pemda Dijadikan Tameng Kegagalan Pusat!

Kritik Pembentukan Satgas MBG, Pakar UGM: Pemda Dijadikan Tameng Kegagalan Pusat!

News | Selasa, 03 November 2026 | 09:45 WIB

×