Suara.com - Beberapa tahun lalu, Microsoft sempat merilis perangkat wearable yang diberi nama Band. Namun saat ini, produksi dan layanan aplikasinya akan dihentikan oleh perusahaan.
Raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu segera mematikan aplikasi Microsoft Health Dashboard per tanggal 31 Mei mendatang. Begitu juga dengan produksi Microsoft Band yang sudah berhenti dijual sejak tahun 2016.
Para pengguna Microsoft Band tak bisa lagi mensinkronisasikan data kesehatannya ke dalam aplikasi karena dukungan aplikasi untuk perangkat tersebut dihentikan.
Meski begitu, Microsoft memberikan kompensasi kepada para pengguna perangkat tersebut lewat skema pengembalian uang. Tapi perlu dicatat, proses refund memiliki syarat dan ketentuan yang berlaku.
![Salah satu kantor Microsoft. [Shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2018/08/13/29570-kantor-microsoft.jpg)
Menurut laporan Phone Arena yang dikutip, Minggu (3/3/2019), pengguna yang bisa mengikuti program pengembalian uang adalah mereka yang terlanjur mensinkronisasikan data kesehatan mereka ke Microsoft Band pada periode 1 Desember 2018 hingga 1 Maret 2019.
Setelah melakukan klaim, pengguna akan mendapatkan email resmi dari Microsoft yang berisi keterangan pengembalian uang sebesar 80 dolar AS atau sekitar Rp 1,13 juta (1 dolar AS = Rp 14.115) untuk Band 1 dan 175 dolar AS atau senilai Rp 2,47 juta untuk Band 2.
Pengembalian tersebut juga berlaku untuk perangkat yang masih berada dalam masa garansi ataupun Microsoft Band yang garansinya sudah habis.