alexametrics

Tercyduk! Remaja Ini Lakukan 185 Order Fiktif

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Tercyduk! Remaja Ini Lakukan 185 Order Fiktif
Ilustrasi seorang pengemudi Grab. [Shutterstock]

Seorang warganet bernama Sri Suryani berhasil mengungkapkan aksi seorang remaja lelaki berusia 14 tahun yang telah melakukan 185 order fiktif.

Suara.com - Order fiktif atau yang lebih dikenal dengan istilah Opok telah sering terjadi dan menjadi musuh bagi para pengemudi ojek online dikarenakan aksi tersebut dilakukan hanya untuk meraup keuntungan pribadi dan merugikan orang lain.

Namun, seorang warganet bernama Sri Suryani berhasil mengungkapkan aksi seorang remaja lelaki berusia 14 tahun yang telah melakukan 185 order fiktif melalui layanan Grabfood. Pengungkapan ini sendiri dilakukan Sri Suryani melalui akun Facebook miliknya.

"Alhamdulillah. Pelaku order fiktif Grabfood sudah berhasil diketemukan. Baru berumur 14 tahun tapi sudah melakukan order fiktif sebanyak 185 kali," tulis Sri Suryani dalam unggahannya yang disertai beberapa foto dari remaja tersebut.

Dari unggahan Sri Suryani juga diketahui bahwa remaja tersebut telah membuat surat pernyataan yang dibubuhi materai dan tanda tangan. Melihat hal ini, tak sedikit para warganet yang berharap kasus ini diproses ke jalur hukum dan kedua orang tua dari pelaku tersebut mendapat pembinaan mengingat usia remaja itu yang masih terbilang muda namun sudah melakukan tindakan yang merugikan banyak orang.

Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Banyak Hidung Patung Mesir Kuno Rusak

Aksi remaja lakukan order fiktif. [Facebook]
Aksi remaja lakukan order fiktif. [Facebook]

Unggahan Sri Suryani tersebut kemudian mendapatkan berbagai komentar dari warganet.

"Kecil-kecil udah belajar jadi penipu, besok gede jadi koruptor malah bahaya cah iki. Jewer kupingnya biar kapok. Tuman," tulis pemilik akun Dimas Arya Ferdiansyah.

"185 kali kok cuma disuruh buat surat pernyataan doang? Kasih pelajaran dong pak, kalau cuma kayak gitu pasti belum kapok itu anak, kasihan driver-driver yang ditipu sama anak berperilaku seperti itu," komentar Seno Takdutt.

Komentar