Kominfo Gencarkan Patroli Siber untuk Lawan Hoaks Jelang Pilpres 2019

Liberty Jemadu
Kominfo Gencarkan Patroli Siber untuk Lawan Hoaks Jelang Pilpres 2019
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memberikan kuliah umum kepada ratusan mahasiswa yang di Universitas Muhamadyah Kupang, di Kota Kupang, NTT Selasa, (26/3/2019). [Antara/Kornelis Kaha]

Hoaks yang menyerang pasangan calon presiden dan wakil presiden, kata Menteri Kominfo, Rudiantara, terus meningkat jelang hari pencoblosan pada 17 April mendatang.

Suara.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan kementerian Kominfo semakin gencar menggelar patroli siber untuk memerangi hoaks yang mengalami peningkatan menjelang hari pencoblosan di pemilihan umum 2019 yang jatuh 17 April mendatang.

Rudiantara mengatakan Kominfo gencar melakukan pemantauan di dunia maya, seperti di media sosial dan membantu pihak berwenang untuk mengambil tindakan di dunia nyata.

"Kemenkominfo membantu (membuat) profil (pelaku penyebar hoaks). Insyaallah penyebar hoaks akan teridentifikasi karena rekam jejak digital pasti ada," kata Rudiantara di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (7/4/2019).

Selain itu, Rudiantara juga meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia jangan mengumbar hoaks.

"Hoaks itu ada sifatnya fitnah, lebih parah lagi, hoaks yang sifatnya adu domba. Itu dosa," ujar dia.

Rudiantara membeberkan bahwa pertumbuhan jumlah hoaks terus meningkat jelang pemilu 2019. Pada Agustus 2018, hoaks hanya ada 25 kasus yang sudah diidentifikasi, diverifikasi dan divalidasi. Desember 2018, naik tiga kali lipat menjadi 75 kasus. Januari 2019, 175 kasus, Februari ada 353 kasus, dan Maret ada 453 kasus.

Hoaks yang beredar berkaitan dengan politik dan berkaitan dengan pemilu, isinya sebagian besar berisi berita-berita bohong terkait para pasangan calon presiden serta calon wakil presiden. [Antara]

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS