Astronom Temukan Kandidat Planet Asing Kedua Seukuran Bumi

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Astronom Temukan Kandidat Planet Asing Kedua Seukuran Bumi
Seorang astronom perempuan sedang mengamati bintang dengan teleskop. [Shutterstock]

Para astronom telah mendeteksi keberadaan kandidat planet asing kedua seukuran Bumi.

Suara.com - Para astronom telah mendeteksi keberadaan kandidat planet asing kedua seukuran Bumi yang berada di sekitar Proxima Centauri, bintang terdekat dari tata surya umat manusia. Disebut sebagai Proxima c, planet ini adalah saudara dari Proxima b, planet pertama yang dikonfirmasi pada sistem itu pada tahun 2016 silam.

Menurut astronom, Proxima c memiliki massa minimum kira-kira enam kali lipat dari massa Bumi. Dalam sistem orbitnya, planet ini membutuhkan waktu hampir 1.900 hari dalam mengelilingi bintang Proxima Centauri.

Pengamatan yang dilakukan mengungkapkan bahwa Proxima c mengorbit pada jarak sekitar 1,5 kali jarak Bumi-Matahari dari Proxima Centauri.

Ilustrasi Exoplanet. [Shutterstock]
Ilustrasi Exoplanet. [Shutterstock]

Menurut Mario Damasso dari Observatorium Turin, Italia dan Fabio Del Sordo dari Universitas Crete, dua orang astronom yang tergabung dalam studi ini, pendeteksian planet Proxima c didasarkan pada data-data yang digunakan untuk mendeteksi planet sebelumnya, yaitu Proxima b, ditambah dengan data-data dari 60 pengamatan lebih lanjut terhadap Proxima Centauri yang diambil pada tahun 2017.

Data-data tambahan tersebut sebagian besar dikumpulkan melalui instrumen HARPS milik Observatorium Selatan Eropa (ESO). Meski begitu, rupanya planet Proxima c masih ditetapkan sebagai kandidat.

"Ini baru merupakan kandidat. Sangat penting untuk digaris bawahi bahwa kami belum mengkonfirmasi keberadaan planet ini," ucap Damasso, seperti yang dikutip dari Space.com.

Pengamatan lebih lanjut masih harus dilakukan hingga para astronom dapat dengan yakin mengkonfirmasi sifat-sifat dari planet Proxima c. Pengamatan lanjutan tersebut direncanakan akan menggunakan instrumen ESPRESSO, sebuah teleskop pemburu planet asing milik ESO yang disematkan pada Very Large Telescope di Cile.

Namun, yang paling menjanjikan adalah pengamatan dari satelit Gaia milik Badan Antariksa Eropa (ESA), yang saat ini sedang memantau gerakan dan posisi lebih dari satu miliar bintang di Bimasakti, termasuk Proxima Centauri. Menurut Del Sordo, Gaia dapat memberikan jawaban yang lebih meyakinkan untuk menentukan keberadan dari Proxima c.

Del Sordo sendiri menjelaskan bahwa penting bagi para astronom untuk mengkonfirmasi keberadaan dari planet Proxima c sendiri. Proxima c akan menawarkan peluang baru bagi para astronom untuk studi lanjutan mengenai karakterisasi sifatnya.

"Proxima c akan menjadi laboratorium yang spektakuler untuk pencitraan langsung," jelas Del Sordo.

Jika telah dikonfirmasi, planet Proxima c nantinya akan menjadi taget pencitraan para astronom. Walaupun Proxima b berjarak lebih dekat dari bintang induknya, namun Proxima c lebih mudah untuk dipotret secara langsung karena lebih mudah terlihat.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS