Jadi Faktor Penentu Awal Puasa, Ini Pemahaman Hilal Secara Sains

Agung Pratnyawan, Amelia Prisilia

Senin, 06 Mei 2019 | 15:08 WIB
Jadi Faktor Penentu Awal Puasa, Ini Pemahaman Hilal Secara Sains
Petugas memantau penampakan Hilal di Masjid Al-Musyari'in, Basmol, Jakarta, Minggu (5/5). [Suara.com/Arief Hermawan P]

Suara.com - Salah satu hal penting yang menjadi acuan umat Muslim untuk melakukan puasa adalah hilal. Berbicara mengenai hilal, berikut sedikit penjelasan mengenai hilal berdasarkan pemahaman sains.

Biasanya mendekati masa puasa, Kemenag akan melakukan pengamatan hilal sebelum kemudian menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal Ramadan.

Hilal sendiri merupakan istilah dari bahasa Arab yang berarti bulan sabit. Biasanya menentukan hilal adalah dengan memantau bulan sabit pertama yang dapat diperhatikan dengan menggunakan mata telanjang atau dengan menggunakan alat bantu pengamatan.

Secara sains, hilal merupakan bagian dari fase bulan. Menurut Cecep Nurwendaya, anggota Banda Hisab Rukyat Kemenag RI, setidaknya ada lima fase bulan.

Fase pertama yaitu bulan baru, fase kedua yaitu bulan sabit atau hilal, fase ketiga yaitu bulan separuh kuartil peryama, fase keempat yaitu bulan besar, dan fase terakhir yaitu bulan tua.

Petugas memantau penampakan Hilal di Masjid Al-Musyari'in, Basmol, Jakarta, Minggu (5/5). [Suara.com/Arief Hermawan P]
Petugas memantau penampakan Hilal di Masjid Al-Musyari'in, Basmol, Jakarta, Minggu (5/5). [Suara.com/Arief Hermawan P]

Dilansir dari Jurnal Universum, dalam pandangan astronomi modern, hilal baru akan terlihat jika posisi bulan dalam jarak minimal 8 derajat di samping matahari.

Memahami hilal untuk kemudian menentukan kapan awal puasa dimulai, biasanya akan dilakukan pemantauan pada bulan sabit muda yang dapat terlihat usai terjadi bulan baru pada arah matahari terbenam. Penampakan ini yang kemudian menjadi acuan dalam kalender Islam.

Secara bentuk, hilal pada umumnya memiliki bentuk yang tegak layaknya bulan sabit yang tipis. Lengkungan hilal biasanya berada pada arah matahari. Sering kali, hilal nampak bagaikan goresan cahaya yang sangat tipis sehingga sulit dilihat untuk pemula.

Di Indonesia sendiri, penentuan hilal pada dasarnya dilakukan dengan dua metode, yaitu rukyah dan wujudul hilal. Dua metode ini yang kemudian membuat Indonesia sering memiliki dua waktu perayaan Ramadan dan Idul Fitri.

baca juga
Petugas memantau penampakan Hilal di Masjid Al-Musyari'in, Basmol, Jakarta, Minggu (5/5). [Suara.com/Arief Hermawan P]
Petugas memantau penampakan Hilal di Masjid Al-Musyari'in, Basmol, Jakarta, Minggu (5/5). [Suara.com/Arief Hermawan P]

Metode rukyah biasanya dengan menggunakan pantauan mata yaitu dengan batasan pengamatan mata dua derajat. Jika hilal terlihat dengan menggunakan metode rukyah, maka besok adalah hari pertama dalam kalender Hijriah.

Metode kedua adalah wujudal hilal yang percaya jika hilal berada di atas cakrawala. Saat hilal sudah berada di atas cakrawala, maka malam tersebut sudah memasuki bulan baru dalam kalender Hijriah.

Untuk memantau hilal kini sudah tercipta berbagai teknologi super canggih. Sebelumnya, beberapa orang melakukan pengamatan hilal dengan menggunakan mata telanjang.

Selain menggunakan teleskop, saat ini pengamatan hilal juga menggunakan kamera digital yang hasilnya bisa diolah untuk meningkatkan kontras antara hilal dan cahaya syafak atau senja.

Berdasarkan pengamatan hilal yang dilakukan Kementerian Agama 1 Ramadan 1440 H jatuh pada hari ini, Senin (6/5/2019). Selamat menjalani ibadah puasa ya!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

1.928 Monyet Ekor Panjang untuk Ekspor: Sains Harus Menjawab Batas Etiknya

1.928 Monyet Ekor Panjang untuk Ekspor: Sains Harus Menjawab Batas Etiknya

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 15:16 WIB

Dari Marie Curie hingga Dinosaurus: Bagaimana Buku Ini Membuka Pintu Dunia Sains untuk Anak-Anak?

Dari Marie Curie hingga Dinosaurus: Bagaimana Buku Ini Membuka Pintu Dunia Sains untuk Anak-Anak?

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:09 WIB

Life After Whale: Perpaduan Ilustrasi Spektakuler dan Sains yang Memikat

Life After Whale: Perpaduan Ilustrasi Spektakuler dan Sains yang Memikat

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:30 WIB

Belajar Sains Lewat Cerita Lucu, Review Buku There Are No Ants in This Book

Belajar Sains Lewat Cerita Lucu, Review Buku There Are No Ants in This Book

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:00 WIB

Manfaat Rutin Baca Al Fatihah dan Puasa Weton Anak Menurut Ulama Gus Iqdam

Manfaat Rutin Baca Al Fatihah dan Puasa Weton Anak Menurut Ulama Gus Iqdam

Lifestyle | Minggu, 02 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Jadwal Puasa Sunah Agustus 2026, Lengkap dengan Tanggal dan Bacaan Niatnya

Jadwal Puasa Sunah Agustus 2026, Lengkap dengan Tanggal dan Bacaan Niatnya

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 06:35 WIB

Novel "Trex": Ketika Implan Otak Menjadi Awal Sebuah Konspirasi

Novel "Trex": Ketika Implan Otak Menjadi Awal Sebuah Konspirasi

Your Say | Kamis, 09 Juli 2026 | 11:45 WIB

Eksplorasi Batas Sains dan Kedalaman Empati dalam Film Project Hail Mary

Eksplorasi Batas Sains dan Kedalaman Empati dalam Film Project Hail Mary

Your Say | Rabu, 08 Juli 2026 | 13:30 WIB

Saat Sains Jadi Fondasi Kecantikan, Riset di Balik Produk yang Dipakai Jutaan Orang

Saat Sains Jadi Fondasi Kecantikan, Riset di Balik Produk yang Dipakai Jutaan Orang

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:35 WIB

Jadwal Puasa Sunah Bulan Juli 2026, Catat Tanggal dan Bacaan Niatnya

Jadwal Puasa Sunah Bulan Juli 2026, Catat Tanggal dan Bacaan Niatnya

Lifestyle | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:22 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×