Donald Trump Ingin Google Dituntut, Ada Apa?

Vania Rossa | Lintang Siltya Utami | Suara.com

Jum'at, 23 Agustus 2019 | 11:47 WIB
Donald Trump Ingin Google Dituntut, Ada Apa?
Ilustrasi Google. (Shutterstock)

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menimbulkan kehebohan di media sosial Twitter setelah mengunggah cuitan yang berisi penuntutan kepada Google.

Cuitan yang diunggahnya pada Selasa (19/8/2019) itu mengklaim bahwa Google memanipulasi suara dalam Pemilu AS 2016. Tak hanya itu, Trump pun percaya bahwa kemenangan yang diperolehnya sebenarnya bisa lebih besar lagi.

"Wow laporan baru saja keluar! Google memanipulasi 2,6 juta hingga 16 juta suara untuk Hillary Clinton pada Pemilu 2016! Ini dikeluarkan oleh pendukung Clinton, bukan pendukung Trump! Google harus dituntut. Kemenangan saya bahkan lebih besar dari yang diperkirakan!" cuit Donald Trump lewat akun Twitter resminya.

Cuitan yang telah dibagikan sebanyak lebih dari 61 ribu itu pun dibantah dengan tegas oleh Hillary Clinton dan mengatakan sampel penelitian terlalu sedikit jika dijadikan sebuah kesimpulan.

Penelitian yang dimaksud kemungkinan merujuk pada penelitian milik Robert Epstein, seorang peneliti psikologi yang bekerja pada American Institute for Behavioral Research and Technology.

Robert Epstein pernah memberikan kesaksian di hadapan Senate Judiciary Committee pada Juni 2019, di mana kesaksian tersebut berbunyi, "Hasil pencarian yang bias oleh mesin pencari Google memengaruhi peserta pemilu yang belum menentukan pilihan dengan cara memberikan setidaknya 2,6 juta suara kepada Hillary Clinton (yang saya dukung)".

Dilansir dari CNBC, juru bicara Google pun telah memberikan pernyataan mengenai pernyataan Epstein.

"Klaim tidak akurat peneliti ini (Robert Epstein) telah dibantah sejak dibuat pada tahun 2016. Seperti yang kami nyatakan pada saat itu, kami tidak pernah memeringkat (reranking) atau mengubah hasil pencarian untuk memanipulasi sentimen politik. Tujuan kami adalah untuk memberi orang akses ke informasi berkualitas tinggi dan relevan untuk pertanyaan mereka, tanpa memandang sudut pandang politik," tulis perwakilan Google dalam pernyataan resmi.

Selain itu, cuitan Trump tersebut pun merujuk pada dokumen yang bocor ke grup konservatif Project Veritas. Kebocoran itu memberi amunisi kepada anggota parlemen konservatif seperti Senator Ted Cruz. Ia menuduh perusahaan teknologi termasuk Google menekan suara konservatif melalui algoritma yang bias.

Melihat kehebohan dan perang cuitan antara Donald Trump dan Hillary Clinton, tampaknya Pemilu AS 2020 akan semakin panas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Klaim Telah Memenangkan Perang Dagang dengan China

Trump Klaim Telah Memenangkan Perang Dagang dengan China

Bisnis | Kamis, 22 Agustus 2019 | 07:56 WIB

Ini Masukan Google untuk RUU Perlindungan Data Pribadi

Ini Masukan Google untuk RUU Perlindungan Data Pribadi

Tekno | Rabu, 21 Agustus 2019 | 09:17 WIB

Potret Greenland, Negara Es yang Ingin Dibeli Donald Trump

Potret Greenland, Negara Es yang Ingin Dibeli Donald Trump

Lifestyle | Selasa, 20 Agustus 2019 | 19:00 WIB

Terkini

29 Kode Redeem FF Terbaru 21 Mei 2026: Sikat Habis M82B Golden dan Skin Katana Keren

29 Kode Redeem FF Terbaru 21 Mei 2026: Sikat Habis M82B Golden dan Skin Katana Keren

Tekno | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:05 WIB

Daftar Harga HP Infinix Seri Note Terbaru 2026, Midrange Spek Kencang

Daftar Harga HP Infinix Seri Note Terbaru 2026, Midrange Spek Kencang

Tekno | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:01 WIB

ITSEC Asia Perkuat Keamanan Siber dan AI Indonesia, Talenta Muda 14 Tahun Jadi Sorotan

ITSEC Asia Perkuat Keamanan Siber dan AI Indonesia, Talenta Muda 14 Tahun Jadi Sorotan

Tekno | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:55 WIB

Terpopuler: 5 HP Snapdragon Kencang di Bawah Rp2 Juta, Laptop Ultra-Tipis Lenovo

Terpopuler: 5 HP Snapdragon Kencang di Bawah Rp2 Juta, Laptop Ultra-Tipis Lenovo

Tekno | Kamis, 21 Mei 2026 | 06:45 WIB

HP Murah Infinix Hot 70 Siap ke Indonesia: Usung Memori Lega 256 GB, Bodi Unik

HP Murah Infinix Hot 70 Siap ke Indonesia: Usung Memori Lega 256 GB, Bodi Unik

Tekno | Rabu, 20 Mei 2026 | 20:21 WIB

Nomor HP Akan Terintegrasi dengan Akun Media Sosial, Ini Respons XLSmart

Nomor HP Akan Terintegrasi dengan Akun Media Sosial, Ini Respons XLSmart

Tekno | Rabu, 20 Mei 2026 | 20:06 WIB

Harga Setara HP Flagship, Kacamata Gaming ROG Xreal R1 Tawarkan Layar Virtual 171 Inci

Harga Setara HP Flagship, Kacamata Gaming ROG Xreal R1 Tawarkan Layar Virtual 171 Inci

Tekno | Rabu, 20 Mei 2026 | 20:05 WIB

Rupiah Melemah Tekan Industri Telekomunikasi, XLSmart Fokus Kejar Pelanggan Berkualitas

Rupiah Melemah Tekan Industri Telekomunikasi, XLSmart Fokus Kejar Pelanggan Berkualitas

Tekno | Rabu, 20 Mei 2026 | 19:33 WIB

Tablet Gaming Lenovo Legion Y900 Debut: Layar 13 Inci 4K, Harga Mulai Rp8 Jutaan

Tablet Gaming Lenovo Legion Y900 Debut: Layar 13 Inci 4K, Harga Mulai Rp8 Jutaan

Tekno | Rabu, 20 Mei 2026 | 19:13 WIB

Harga PS5 Melonjak, Sony Hadapi Tuntutan Hukum di Amerika Serikat

Harga PS5 Melonjak, Sony Hadapi Tuntutan Hukum di Amerika Serikat

Tekno | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:15 WIB