Go Food Klaim Kuasai Pasar Indonesia dan Asia Tenggara

Liberty Jemadu
Go Food Klaim Kuasai Pasar Indonesia dan Asia Tenggara
Sejumlah driver ojek online menjemput penumpang di kawasan Stasiun Palmerah, Jakarta, Senin (2/9). [Suara.com/Arya Manggala]

Catherine mengatakan berdasarkan data perusahaan riset Nielsen, Go Food melayani lebih dari 50 juta transaksi per bulan di Asia Tenggara.

Suara.com - Go Food, layanan pengiriman makanan milik Gojek, mengklaim menguasai pangsa pasar sebesar 75 persen di Indonesia dan juga sebagai yang terbesar di Asia Tenggara.

"Kami terus menjadi pemimpin pasar dalam layanan pengiriman makanan dengan pangsa pasar 75 persen di Indonesia," kata Chief Food Office Gojek Group, Catherine Hindra Sutjahyo, Kamis (19/9/2019) di Jakarta.

Catherine mengatakan berdasarkan data perusahaan riset Nielsen, Go Food melayani lebih dari 50 juta transaksi per bulan di Asia Tenggara. Jumlah itu naik dua kali lipat selama 6 bulan terakhir.

Dalam laporan Nielsen bertajuk Understanding the Online Food Delivery Market ditemukan bahwa 84 persen pengguna aplikasi pengiriman makanan menilai Go Food adalah layanan terbaik di Indonesia, jauh di atas rata-rata industri yang hanya sebesar 39 persen.

Baca Juga: Studi: Grab Kalahkan Gojek di Indonesia

Catherine juga mengklai Go Food sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari di Tanah Air.

"Go Food membuat hidup lebih praktis," ujar dia.

Sebelumnya Grab, rival utama Gojek di Indonesia dan Asia Tenggara, mengklaim sebagai penguasa pasar. Grab mengaku menguasai pasar sebesar 64 persen di Indonesia, sementara Gojek harus puas dengan pangsa pasar cuma 35,5 persen.

Klaim Grab itu berdasar pada studi perusahaan riset ABI Research yang bermarkas di Inggris. [Antara]

Baca Juga: Konsumen yang Dirugikan Sayembara Grab Ojol Asal Malaysia Bertambah

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS