Awas, Yupiter Tembak Bumi dengan Asteroid dan Komet

Liberty Jemadu, Tivan Rahmat

Senin, 13 Januari 2020 | 17:00 WIB
Awas, Yupiter Tembak Bumi dengan Asteroid dan Komet
Ilustrasi Planet Yupiter dan beberapa bulan yang mengitarinya. [Shutterstock]

Suara.com - Yupiter selama ini diyakini telah menjadi tameng Bumi dari serbuan asteroid dan komet, karena ukurannya yang sangat besar tetapi sebuah penelitian baru menunjukkan sebaliknya: planet raksasa itu justru menembakkan asteroid dan komet ke Bumi.

Para ilmuwan tadinya percaya dengan teori Tameng Yupiter (Jupiter Shield), yang mengatakan bahwa planet raksasa itu akan menarik atau mementalkan asteroid dan komet yang mengarah ke Bumi.

Tetapi menurut Kevin Grazier, ahli fisika yang sempat bekerja di NASA dan fokus meneliti tentang Yupiter, Bumi justru menjadi korban tembakan asteroid dan komet dari tetangga raksasanya itu. Bahkan, Grazier mengibaratkan Jupiter sebagai sniper yang mengincar Bumi.

"Simulasi kami menunjukkan bahwa Yupiter memiliki peluang sama besar untuk mengirim asteroid ke Bumi dan membelokkan asteroid ke tempat lain," kata Grazier yang selama 10 tahun terakhir meneliti tentang Yupiter.

Ringkasnya, ia menilai bahwa Yupiter memang melindungi Bumi. Namun di saat bersamaan, juga membahayakan. Oleh karena itu, ia menganjurkan NASA untuk terus memantau dan mewaspadai planet tersebut.

"Ada ratusan obyek dekat Bumi yang berpotensi membahayakan. Saya pikir kita sekarang harus lebih banyak memberi perhatian soal apa yang terjadi lebih jauh di lingkungan sekitar Yupiter," imbuhnya.

Dalam penelitiannya Grazier, yang bekerja sama dengan NASA, menunjukkan perilaku objek-objek di dalam lingkaran Sabuk Kuiper dipengaruhi planet-planet Jovian - Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Sabuk kuiper sendiri adalah area di sisi luar Neptunus yang berisi batuan dan debu antariksa sisa pembentukan tata surya miliaran tahun silam.

Studi Grazier juga menunjukkan bagaimana Centaurs, sekelompok objek berlapis es dekat orbit Yupiter dan Neptunus, disedot oleh gravitasi Jupiter, diadopsi masuk ke dalam kelompok objek antariksa yang dikenal sebagai Jupiter Family Comets (JFS).

baca juga

JFS inilah yang menurut Grazier memiliki potensi untuk menabrak Bumi. Centaurs sendiri tadinya adalah bagian dari Sabuk Kuiper, tetapi kemudian ditarik oleh gravitasi empat planet Jovian.

Salah satu JFS yang terkenal adalah sebuah objek bernama D/1770 L1 Lexell. Komet itu disedot oleh Jupiter dan kemudian terpental mendekati Bumi pada 1967 silam. [Gizmodo]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Asteroid Terdeteksi Mendekat Sangat Cepat ke Arah Orbit Bumi, Jaraknya Lebih Dekat dari Bulan

Asteroid Terdeteksi Mendekat Sangat Cepat ke Arah Orbit Bumi, Jaraknya Lebih Dekat dari Bulan

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:43 WIB

Runtuhnya Mahkota, Terbitnya Cahaya: Babak Baru Persahabatan di Komet Minor

Runtuhnya Mahkota, Terbitnya Cahaya: Babak Baru Persahabatan di Komet Minor

Your Say | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:40 WIB

Jadwal Asteroid Apophis atau 'Dewa Kematian' Melintas Dekat Bumi

Jadwal Asteroid Apophis atau 'Dewa Kematian' Melintas Dekat Bumi

Tekno | Rabu, 15 April 2026 | 10:01 WIB

Komet Langka Muncul Setelah 170 Ribu Tahun, Begini Cara Melihatnya dari Indonesia

Komet Langka Muncul Setelah 170 Ribu Tahun, Begini Cara Melihatnya dari Indonesia

Tekno | Senin, 13 April 2026 | 21:40 WIB

Review Novel Komet Minor Tere Liye Ungkap Rahasia Gelap Orang Tua Ali

Review Novel Komet Minor Tere Liye Ungkap Rahasia Gelap Orang Tua Ali

Your Say | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:16 WIB

Pengejaran Si Tanpa Mahkota di Novel Komet Karya Tere Liye

Pengejaran Si Tanpa Mahkota di Novel Komet Karya Tere Liye

Your Say | Rabu, 18 Maret 2026 | 14:40 WIB

Astronom Temukan Sinyal Radio dari Komet 3I/ATLAS, Tapi Bukan dari Alien

Astronom Temukan Sinyal Radio dari Komet 3I/ATLAS, Tapi Bukan dari Alien

Tekno | Kamis, 13 November 2025 | 07:50 WIB

Bukan Alien, Ini Penjelasan Ilmiah di Balik Sinyal Radio dari Komet 3I/ATLAS

Bukan Alien, Ini Penjelasan Ilmiah di Balik Sinyal Radio dari Komet 3I/ATLAS

Tekno | Kamis, 13 November 2025 | 06:53 WIB

5 Fakta Komet ATLAS: Awalnya Dicurigai Pesawat Alien, NASA Ungkap Bukan Ancaman

5 Fakta Komet ATLAS: Awalnya Dicurigai Pesawat Alien, NASA Ungkap Bukan Ancaman

Tekno | Jum'at, 31 Oktober 2025 | 14:19 WIB

Fakta 3I/ATLAS: Benarkah Kapal Induk Alien? Begini Kata Pakar

Fakta 3I/ATLAS: Benarkah Kapal Induk Alien? Begini Kata Pakar

Tekno | Kamis, 30 Oktober 2025 | 10:53 WIB

Terkini

Karhutla Mengamuk di Kubu Raya, Nyaris Lahap Permukiman Warga

Karhutla Mengamuk di Kubu Raya, Nyaris Lahap Permukiman Warga

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:54 WIB

Pembagian Seragam Gratis Pemprov Kaltim Terlambat, Orangtua Terpaksa Beli Dulu

Pembagian Seragam Gratis Pemprov Kaltim Terlambat, Orangtua Terpaksa Beli Dulu

Kaltim | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:52 WIB

Krisis Global di Depan Mata, Generasi Muda Ini Kumpul Cari Solusi Lewat Jalur Diplomasi

Krisis Global di Depan Mata, Generasi Muda Ini Kumpul Cari Solusi Lewat Jalur Diplomasi

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:46 WIB

Peringati Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Tanam 24.000 Pohon di Pesisir Karawang

Peringati Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Tanam 24.000 Pohon di Pesisir Karawang

Bri | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:38 WIB

Bersama PNM Mekaar, Mesin Jahit Tua Mampu Menghidupi Lima Keluarga

Bersama PNM Mekaar, Mesin Jahit Tua Mampu Menghidupi Lima Keluarga

Bisnis | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:30 WIB

Festival Merah Putih 2026 Hadirkan 17 Agenda Spektakuler di Kota Bogor

Festival Merah Putih 2026 Hadirkan 17 Agenda Spektakuler di Kota Bogor

Bogor | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:28 WIB

Inklusi Keuangan di Daerah 3T, Pendampingan Mantri BRI Jadi Solusi Warga Toraja Utara

Inklusi Keuangan di Daerah 3T, Pendampingan Mantri BRI Jadi Solusi Warga Toraja Utara

Bri | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:13 WIB

Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara

Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara

Jogja | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:12 WIB

Kemelekatan Adalah Derita

Kemelekatan Adalah Derita

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:05 WIB

Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya: 51 Rumah dan 49 Leuit Hangus, Puluhan Ton Padi Musnah

Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya: 51 Rumah dan 49 Leuit Hangus, Puluhan Ton Padi Musnah

Jabar | Minggu, 26 Juli 2026 | 20:03 WIB

×