Penemuan Objek Terjauh di Tata Surya Ungkap Bagaimana Planet Terbentuk

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Minggu, 16 Februari 2020 | 09:40 WIB
Penemuan Objek Terjauh di Tata Surya Ungkap Bagaimana Planet Terbentuk
Ilustrasi bintang dan planet-planet di luar angkasa (Shutterstock).

Suara.com - Pada awal Januari 2019, para astronom berhasil menemukan objek paling jauh di tata surya yang disebut Arrokoth. Penemuan objek tersebut sekarang memberi wawasan baru tentang bagaimana planet terbentuk.

Arrokoth, sebelumnya dikenal sebagai (486958) 2014 MU69 atau Ultima Thule, ditemukan oleh New Horizons di Sabuk Kuiper. Objek ini diketahui berjarak sekitar 6,4 miliar kilometer dari Matahari, menjadikannya objek tunggal paling jauh di tata surya yang pernah diidentifikasi.

"Arrokoth adalah objek paling jauh, paling primitif, dan paling murni yang pernah dijelajahi pesawat ruang angkasa. Ini memberi pengetahuan tentang bagaimana planetesimal terbentuk dan pembentukan planet," ucap Alan Stern, investigator utama New Horizons dari Southwest Research Institute di Colorado.

Planetisimal adalah salah satu teori yang menerangkan tentang proses pembuatan tata surya. Arrokoth seperti kapsul waktu ketika tata surya terbentik 4,6 miliar tahun yang lalu.

Dilansir dari Science Alert, penemuan Arrokoth melahirkan tiga makalah yang ditulis oleh ilmuwan berbeda namun membahas tentang pembentukan planet. Makalah pertama ditulis oleh tim William McKinnon dari Washington University.

Tim pertama menyebut bahwa dua objek dalam biner Arrokoth merupakan objek yang saling bertabrakan hingga menyatu. Hal ini menunjukkan dua lobus terbentuk di bagian yang sama dari nebula Mahatari, yaitu awan gas dan debu yang membentuk Matahari dan planet-planet.

Makalah kedua mendukung penelitian tim pertama. Ditulis oleh tim astronom John Spencer dari Southwest Research Institute, para ahli mempelajari permukaan Arrokoth dan mengonfirmasi bahwa itu halus dan memiliki kawah ringan, perbedaan yang mencolok dibanding benda lain di tata surya.

Tim kedua juga menegaskan bahwa Arrokoth tidak memiliki cincin atau satelit yang lebih besar dari 180 meter dalam radius 8 ribu kilometer serta tidak ada atmosfer atau emisi gas atau debu pada permukaannya. Di sisi lain, para ahli menemukan bahwa permukaan objek ini berusia sekitar 4 miliar tahun, hampir setua tata surya.

Arrokoth. [NASA]
Arrokoth. [NASA]

Sedangkan makalah ketiga yang ditulis oleh tim astronom Will Grundy dari Lowell Observatory mempelajari warna kemerahan yang khas pada Arrokoth. Bahan alami yang berwarna merah disebut sebagai "ultrared matter" dan itu juga ditemukan di Sabuk Kuiper.

baca juga

Sayangnya, para astronom tidak dapat mengidentifikasi sifat materi tersebut karena keterbatasan data. Namun, penelitian mengonfirmasi bahwa Arrokoth dibentuk di wilayah yang sangat terlokalisasi.

New Horizons memiliki data yang terbatas mengenai Arrokoth sehingga analisis lanjutan yang akan dilakukan oleh ketiga tim ilmuwan di masa depan hanya berdasar pada data yang sudah dimiliki. Tetapi objek terjauh di tata surya ini kemungkinan memiliki lebih banyak hal tentang kelahiran tata surya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Penemuan Ilmiah Paling Mengejutkan di Tahun 2019

5 Penemuan Ilmiah Paling Mengejutkan di Tahun 2019

Tekno | Sabtu, 28 Desember 2019 | 11:15 WIB

Langka: Merkurius Bakal Sambangi Bumi, Baru Terjadi Lagi pada 2032

Langka: Merkurius Bakal Sambangi Bumi, Baru Terjadi Lagi pada 2032

Tekno | Senin, 04 November 2019 | 14:30 WIB

Teleskop Terkuat NASA Disiapkan untuk Memburu Keberadaan Alien

Teleskop Terkuat NASA Disiapkan untuk Memburu Keberadaan Alien

Tekno | Sabtu, 26 Oktober 2019 | 10:15 WIB

Planet Kesembilan Bisa Jadi Lubang Hitam Tersembunyi

Planet Kesembilan Bisa Jadi Lubang Hitam Tersembunyi

Tekno | Kamis, 03 Oktober 2019 | 14:50 WIB

Wah, Gunung Berapi Paling Aktif di Tata Surya Akan Meletus!

Wah, Gunung Berapi Paling Aktif di Tata Surya Akan Meletus!

Tekno | Kamis, 19 September 2019 | 11:00 WIB

Nanti Malam! Planet Jupiter Bisa Dilihat dengan Mata Telanjang

Nanti Malam! Planet Jupiter Bisa Dilihat dengan Mata Telanjang

Tekno | Senin, 10 Juni 2019 | 16:58 WIB

Terkini

Jejak Ucapan Mistis Anggota DPR Zulkifli Anwar: dari Santet Sampai Satu Ilmu Lain Jimat

Jejak Ucapan Mistis Anggota DPR Zulkifli Anwar: dari Santet Sampai Satu Ilmu Lain Jimat

News | Rabu, 30 September 2026 | 12:03 WIB

Blangkon Jawa Tetap Hidup di Tengah Zaman Bersama PNM Mekaar

Blangkon Jawa Tetap Hidup di Tengah Zaman Bersama PNM Mekaar

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 12:02 WIB

Everyone's Darling Has a Secret Dapat Anime, Romansa Siswa Biasa dan Idol

Everyone's Darling Has a Secret Dapat Anime, Romansa Siswa Biasa dan Idol

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 12:00 WIB

Masinis KA Argo Bromo Jadi Tersangka, DPR: Jangan Mengambinghitamkan Petugas Garda Depan

Masinis KA Argo Bromo Jadi Tersangka, DPR: Jangan Mengambinghitamkan Petugas Garda Depan

News | Rabu, 30 September 2026 | 11:58 WIB

B50 untuk Swasembada Energi: Mengapa Dampaknya Tak Hanya Soal Impor BBM

B50 untuk Swasembada Energi: Mengapa Dampaknya Tak Hanya Soal Impor BBM

News | Rabu, 30 September 2026 | 11:56 WIB

Jelang Timnas Indonesia vs Bangladesh, Erick Thohir Kirim Peringatan Keras

Jelang Timnas Indonesia vs Bangladesh, Erick Thohir Kirim Peringatan Keras

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 11:50 WIB

Menyikapi Rasa Posesif dengan Kegenitan Elegan ala Syahrini, 'Seperti Itu?'

Menyikapi Rasa Posesif dengan Kegenitan Elegan ala Syahrini, 'Seperti Itu?'

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 11:50 WIB

Syarat Wajib Mobil Listrik Naik Kapal Feri: Persiapan Penting Sebelum Menyeberang Pulau

Syarat Wajib Mobil Listrik Naik Kapal Feri: Persiapan Penting Sebelum Menyeberang Pulau

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 11:48 WIB

Duh, Harga Sawit Swadaya Riau Turun Lagi di Periode 30 September-6 Oktober

Duh, Harga Sawit Swadaya Riau Turun Lagi di Periode 30 September-6 Oktober

Riau | Rabu, 30 September 2026 | 11:46 WIB

Review Never After Dark: Licik Memainkan Formula Horor yang Sudah Familier

Review Never After Dark: Licik Memainkan Formula Horor yang Sudah Familier

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 11:46 WIB

×