Kominfo Jangan Buang Energi Urus Hoaks Virus Corona, Belajarlah dari Korsel

Senin, 16 Maret 2020 | 22:08 WIB
Kominfo Jangan Buang Energi Urus Hoaks Virus Corona, Belajarlah dari Korsel
Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny Plate berbicara soal regulasi pusat data di Jakarta, Jumat (28/2/2020). [Antara]

Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dinilai lebih banyak menghabiskan waktu mengurusi hoaks virus corona ketimbang menghadirkan solusi komunikasi yang lebih bermanfaat ke publik di tengah wabah Covid-19 ini.

Direktur Eksekutif ICT Heru Sutadi mengatakan Komnifo terlalu sibuk mengurusi hoaks, padahal masih banyak sumbangsih yang bisa dikerjakan kementerian pimpinan Johnny Plate itu untuk melawan virus corona baru pemicu wabah Covid-19.

"Ini masalahnya, di tengah wabah Corona, Kominfo tidak fokus. Padahal, apa kontribusi mereka yang bisa dilakukan di sektor komunikasi dan informatika, sektor digital, dalam penyebaran virus corona?" terang Heru di Jakarta, Senin (16/3/2020).

Solusi yang dimaksud, Heru mengambil contoh langkah yang diambil pemerintah Korea Selatan di sektor IT yang menyediakan aplikasi berisi notifikasi atau peta digital berbasis data riwayat orang-orang yang positif COVID-19.

"Misalnya di satu titik di mana orang terkena infeksi atau positif Corona, itu dikasih tanda. Jadi, orang yang mendekati wilayah tersebut diberi peringatan 'di sini ada korban Corona', sehingga orang bisa mencari rute lainnya," imbuhnya.

Korea Selatan merupakan satu dari sedikit negara yang dinilai berhasil melawan virus corona tanpa melakukan lock down.

"China, Singapura juga pakai aplikasi. Tiap orang sukerela, semacam kayak kita pakai Google Maps, jadi kita masuk (daerah) sana, kemudian misalnya terdeteksi Corona, tracing lebih gampang. Nah, di kita pemanfaatan TIK belum banyak," sebut pria berkacamata tersebut.

Jika negara lain bisa memaksimalkan sektor digital untuk membantu masyarakat terhindar dari virus corona, Heru menyebut bahwa seharusnya pemerintah, melalui Kominfo, juga bisa melakukannya dan tak melulu mengupdate jumlah hoaks virus corona yang meningkat.

Pasalnya, jika Kominfo berhasil menciptakan aplikasi terkait virus corona yang bisa diakses bebas oleh masyarakat, mereka akan bisa menempatkan informasi palsu atau valid.

Baca Juga: Virus Corona, Xiaomi, Oppo, dan Alibaba Kirim Masker ke Eropa

"Harusnya memang jadi tugas dari teman-teman dari Kominfo khususnya, ini bagaimana bisa kembangkan. Antisipasi juga perkembangan Work From Home, belajar dari rumah, itu kesiapan jaringannya seperti apa, kemudian disiapkan aplikasi apa, koordinasi dengan Kemendikbud. Ini harus ada solusinya," tutup Heru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI