Ilmuwan Rekomendasikan 4 Senjata Ini untuk Perangi Perubahan Iklim

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 17 Maret 2020 | 15:57 WIB
Ilmuwan Rekomendasikan 4 Senjata Ini untuk Perangi Perubahan Iklim
Ilustrasi: Perubahan iklim. (Shutterstock)

Suara.com - Perubahan iklim menjadi perhatian tersendiri bagi masalah dunia. Para ahli fisika, geologi, pendidika sains, dan sistem iklim berbondong-bondong mencari cara untuk memerangi perubahan iklim.

Dilansir laman Science Mag, terdapat beberapa cara untuk melawan perubahan iklim. Berikut empat "senjata" yang direkomendasikan para ilmuwan memerangi perubahan iklim:

1. Tanam lebih banyak pohon

Penanaman pohon memiliki potensi besar untuk mengatasi krisis iklim. Penelitian terbaru menghitung bahwa sebanyak 900 juta hektar pohon tambahan, bisa tumbuh di lahan pertanian dan daerah perkotaan yang sudah mapan, cukup untuk menyimpan 25 persen dari sumber karbon atmosfer saat ini. Hutan berperan untuk meningkatkan awan dan curah hujan serta mengurangi suhu.

Pembukaan lahan broadscale harus dihentikan dan program penanaman pohon besar-besaran harus dilaksanakan di semua wilayah yang memungkinkan.

Desalinasi bertenaga energi terbarukan mungkin diperlukan di beberapa tempat untuk menyediakan air yang dibutuhkan untuk membangun hutan dalam kondisi kekeringan.

2. Ubah karbon dioksida menjadi batuan

Mineralisasi karbon melibatkan mengubah karbon dioksida menjadi mineral karbonat dengan meniru cara kerang dan batu kapur dibuat secara alami.

Banyak teknik telah diteliti dan diusulkan, termasuk menangkap karbon dioksida dari tanaman industri dan menggelembungkannya melalui air garam dari pabrik desalinasi atau menangkapnya dari tailing tambang nikel menggunakan bakteri.

baca juga

Sejumlah besar karbon dioksida berpotensi ditangkap dengan cara ini, menciptakan bahan bangunan yang bermanfaat sebagai produk sampingan.

3. Membuat permukaan Bumi lebih reflektif

Mengubah reflektifitas permukaan dilakukan dengan hal-hal seperti mengecat putih atap yang gelap, mengurangi panas yang terserap dan dapat mendinginkan kota.

Pada skala yang lebih besar, masyarakat dapat membersihkan jalan aspal dengan batu kapur dan menanam tanaman yang lebih pucat.

Air Conditioner, AC. [Shutterstock]
Air Conditioner, AC. [Shutterstock]

Penelitian menunjukkan permukaan tanah yang lebih ringan memiliki potensi yang baik untuk pendinginan pada skala regional dan dapat menurunkan suhu ekstrem hingga 3 derajat Celcius. Metode seperti itu juga secara tidak langsung mengurangi emisi gas rumah kaca dengan mengurangi penggunaan pendingin udara.

4. Meninjau kembali transportasi

Mekanisme ekonomi sangat penting untuk mempercepat transisi ke energi terbarukan, penyimpanan energi, dan transportasi tanpa emisi.

Industri pelayaran internasional mengeluarkan sekitar 800 megaton karbon dioksida pada 2015, dan angka ini diperkirakan akan berlipat ganda pada pertengahan abad ini.

Untuk semua kapal yang tidak menggunakan energi terbarukan, penelitian menunjukkan batas kecepatan dapat diturunkan hingga 20 persen untuk mengurangi penggunaan bahan bakar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seberapa Efektif Cairan Disinfektan Mencegah Virus Corona ?

Seberapa Efektif Cairan Disinfektan Mencegah Virus Corona ?

Tekno | Selasa, 17 Maret 2020 | 08:30 WIB

Anggota Tim Peneliti Perubahan Iklim di Arktika Positif Virus Corona

Anggota Tim Peneliti Perubahan Iklim di Arktika Positif Virus Corona

Tekno | Senin, 16 Maret 2020 | 15:00 WIB

Efek Rumah Kaca Batal Manggung Hari Ini Karena Virus Corona

Efek Rumah Kaca Batal Manggung Hari Ini Karena Virus Corona

Entertainment | Minggu, 15 Maret 2020 | 10:51 WIB

Ilmuwan Temukan Eksoplanet yang Memiliki Hujan Besi di Dalamnya

Ilmuwan Temukan Eksoplanet yang Memiliki Hujan Besi di Dalamnya

Tekno | Jum'at, 13 Maret 2020 | 06:00 WIB

Sedih Bayinya Mati, Induk Babon Ini Menggendong Anaknya Selama 10 Hari

Sedih Bayinya Mati, Induk Babon Ini Menggendong Anaknya Selama 10 Hari

Tekno | Kamis, 12 Maret 2020 | 12:05 WIB

Virus Corona Bisa Kembali Setiap Musim Dingin Sebagai Bug Pembunuh Musiman

Virus Corona Bisa Kembali Setiap Musim Dingin Sebagai Bug Pembunuh Musiman

Tekno | Selasa, 03 Maret 2020 | 11:30 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×