Sudah Dimuseumkan, Fragmen Gulungan Laut Mati Ini Ternyata Palsu

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Rabu, 18 Maret 2020 | 08:50 WIB
Sudah Dimuseumkan, Fragmen Gulungan Laut Mati Ini Ternyata Palsu
Ilustrasi arkeolog menemukan peninggalan zaman kuno. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah investigasi yang dilakukan pada fragmen Gulungan Laut Mati (Dead Sea Scroll), mengungkapkan kebenaran tentang salah satu koleksi paling berharga di dunia ini. Bukti analisis menyebut 16 fragmen Gulungan Laut Mati adalah palsu.

Gulungan Laut Mati merupakan sebuah kumpulan manuskrip keagamaan yang berisi fondasi tertua dari Perjanjian Lama, berasal dari abad ketiga SM. Sebagian besar teks kuno yang sudah lapuk ini dipajang di Yerusalem, tetapi lebih banyak fragmen yang beredar di pasar swasta.

Sayangnya, banyak peneliti di bidang arkeologi alkitabiah mencurigai bahwa beberapa dari peninggalan ini adalah pemalsuan yang dibuat dengan licik yang dapat membodohi bahkan para ahli.

Hal ini dikonfirmasi pada akhir tahun 2018, ketika Museum Alkitab yang bernilai 500 juta dolar AS di Washington, DC mengungkapkan bahwa setidaknya lima fragmen Gulungan Laut Mati dalam koleksi yang dipamerkan sebenarnya palsu.

Sejak itu, museum menggunakan bantuan ilmiah lebih lanjut untuk memastikan apakah sisa fragmen lainnya asli. Tak disangka, rupanya keseluruhannya adalah palsu.

"Setelah peninjauan menyeluruh atas semua hasil pencitraan dan analisis ilmiah, terbukti bahwa tidak ada fragmen teks dalam koleksi Dead Sea Scroll Museum of the Bible yang otentik," kata Colette Loll, penyelidik penipuan seni, pendiri, dan direktur Art Fraud Insights.

Selain itu, masing-masing fragmen menunjukkan karakteristik yang menunjukkan bahwa itu adalah pemalsuan yang disengaja dibuat pada abad ke-20 dengan maksud untuk meniru fragmen-fragmen Gulungan Laut Mati yang asli.

Gulungan laut mati. [Shutterstock]
Gulungan laut mati. [Shutterstock]

Dilansir laman Science Alert, Loll menguji 16 fragmen tersebut menggunakan pencitraan transformasi multispektral dan reflektansi, mikroskop tradisional dan 3D, mikroskop mikro, hingga pengujian mikrochemical.

Hasilnya, fragmen yang dianalisis menunjukkan tanda-tanda tulisan modern pada kulit yang dilapisi dengan jenis lem kulit binatang berbasis protein, untuk mereplikasi permukaan kemilau dari Gulungan Laut Mati asli yang ditulis di atas perkamen.

baca juga

Meskipun ditipu secara terbuka di depan umum, kejadian ini adalah pengalaman yang menyakitkan bagi Museum Alkitab dan pendukungnya. Untungnya, metode canggih yang digunakan untuk mengungkapkan koleksi tersebut dapat digunakan untuk menjelaskan fragmen mencurigakan lainnya. Laporan lengkap investigasi tersebut tersedia di situs web Museum of the Bible.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Arkeolog Teliti Jejak Hunian Manusia Tertua di Maluku

Arkeolog Teliti Jejak Hunian Manusia Tertua di Maluku

News | Selasa, 02 Juli 2019 | 07:49 WIB

Bata Pahat Situs Sekaran Dibawa ke Yogyakarta Untuk Diteliti

Bata Pahat Situs Sekaran Dibawa ke Yogyakarta Untuk Diteliti

Jawa Tengah | Minggu, 14 April 2019 | 22:50 WIB

Arkeolog Temukan Ruangan Rahasia di Bawah Piramida Bulan

Arkeolog Temukan Ruangan Rahasia di Bawah Piramida Bulan

Tekno | Senin, 29 Oktober 2018 | 18:00 WIB

Pelelangan Manhattan Kembalikan Tiga Patung Kuno Senilai Rp67 M

Pelelangan Manhattan Kembalikan Tiga Patung Kuno Senilai Rp67 M

Tekno | Minggu, 17 Desember 2017 | 04:31 WIB

Prasasti 3.200 Tahun Terurai! Isinya soal 'Invasi Orang Laut'

Prasasti 3.200 Tahun Terurai! Isinya soal 'Invasi Orang Laut'

News | Rabu, 11 Oktober 2017 | 14:11 WIB

Ditemukan Mayat Orang Cina di Piramida Kuno Peru

Ditemukan Mayat Orang Cina di Piramida Kuno Peru

Tekno | Minggu, 27 Agustus 2017 | 01:13 WIB

Terkini

A Stone Sat Still, Buku Anak yang Mengajarkan Empati Lewat Sebuah Batu

A Stone Sat Still, Buku Anak yang Mengajarkan Empati Lewat Sebuah Batu

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:30 WIB

Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza yang Ancam Gencatan Senjata

Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza yang Ancam Gencatan Senjata

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:28 WIB

Kubu Febrie Ajukan Praperadilan, Klaim untuk Menjernihkan Proses Hukum

Kubu Febrie Ajukan Praperadilan, Klaim untuk Menjernihkan Proses Hukum

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Ciri-Ciri Orang yang Memiliki Weton Tulang Wangi, Kenali Sifat dan Aura Menurut Kepercayaan Jawa

Ciri-Ciri Orang yang Memiliki Weton Tulang Wangi, Kenali Sifat dan Aura Menurut Kepercayaan Jawa

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Link Daftar Upacara 17 Agustus Istana Merdeka 2026 Tak Bisa Diakses? Ini Solusinya

Link Daftar Upacara 17 Agustus Istana Merdeka 2026 Tak Bisa Diakses? Ini Solusinya

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:24 WIB

Pria Bersenjata Senapan Serbu Teror Area Klub Golf Donald Trump di California

Pria Bersenjata Senapan Serbu Teror Area Klub Golf Donald Trump di California

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:17 WIB

Head to Head Ter Stegen vs Maarten Paes: Siapa Lebih Layak Jadi Kiper Nomor 1 Ajax?

Head to Head Ter Stegen vs Maarten Paes: Siapa Lebih Layak Jadi Kiper Nomor 1 Ajax?

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:16 WIB

Purbaya Janji Tambah Dana SAL ke Bank Jika Rp 400 Triliun Masih Kurang

Purbaya Janji Tambah Dana SAL ke Bank Jika Rp 400 Triliun Masih Kurang

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:16 WIB

Dari Desa Wisata Menuju Lestari, Cara Kemiren Belajar Mencintai Lingkungan

Dari Desa Wisata Menuju Lestari, Cara Kemiren Belajar Mencintai Lingkungan

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:11 WIB

5 Sepatu Lari Kiprun Terbaik: Nyaman Dipakai Jogging, Tempo Run hingga Maraton

5 Sepatu Lari Kiprun Terbaik: Nyaman Dipakai Jogging, Tempo Run hingga Maraton

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:10 WIB

×