Tanpa Intervensi, Penularan Covid-19 di Indonesia Tembus 71.000 di April

Liberty Jemadu

Jum'at, 20 Maret 2020 | 13:47 WIB
Tanpa Intervensi, Penularan Covid-19 di Indonesia Tembus 71.000 di April
Peta sebaran virus corona di Jakarta. [corona.jakarta.co.id]

Suara.com - Iqbal Elyazar dari Eijkman-Oxford Clinical Research Unit; Sudirman Nasir dari Universitas Hasanuddin; dan Suharso Sumowidagdo dari LIPI, memperkirakan wabah Covid-19 di Indonesia akan menyebar mengikuti deret ukur tanpa intervensi cepat pemerintah. Berikut ulasan ketiganya:

Angka penularan COVID-19 di Indonesia berpotensi bertambah secara eksponensial – mengikuti deret ukur yang jumlahnya berangsur membesar dan kemudian tak terkendali – jika tidak ada upaya segera mengurangi laju penyebaran dengan menghilangkan faktor-faktor penting yang dapat memperluas wabah penyakit ini.

Dengan analisis fungsi eksponensial, kami perkirakan–dengan data kasus sejak 2 Maret dan asumsi level penggandaan waktu kasus seperti Iran dan Italia–pada akhir April 2020 akan terdapat 11.000-71.000 kasus COVID-19 di Indonesia.

Angka itu akan tercapai jika penanganan serangan coronavirus di negeri ini masih seperti saat ini: minim sekali informasi lokasi penderita dan kuantitas pemeriksaan penderita, sikap masyarakat kurang peduli untuk meminimalkan kontak antarorang, minimnya sanksi terhadap pelanggaran karantina mandiri, dan minimnya informasi lokasi yang harus dihindari masyarakat.

Kepastian Indonesia terkena COVID-19 bermula saat 2 Maret lalu Presiden Joko Widodo menyatakan ada dua kasus positif terinfeksi COVID-19 di Depok yang diduga tertular dari warga negara Jepang yang terbang dari Malaysia. Lalu, setelah itu jumlah kasus baru terus meningkat dengan cepat dan berlipat-ganda.

Pada akhir pekan kedua, kasus melonjak menjadi 117 kasus. Dan per 18 Maret, naik lagi mencapai 227 kasus dan sehari kemudian (19 Maret) melompat jadi 309 kasus. Per 19 Maret ada peningkatan kasus 154 kali dibanding hari pertama kali diumumkan. Selain itu, masih ada 480 pasien yang diawasi dan 976 orang dipantau terkait SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan penyakit COVID-19.

Angka-angka ini baru yang terlaporkan dan terdeteksi di laboratorium. Ada kemungkinan orang terinfeksi namun belum terdeteksi atau tidak melapor.

Pertumbuhan jumlah kasus COVID tersebut memasuki fase eksponensial setelah sebelumnya memasuki fase penundaan yang tidak terdeteksi. Pertumbuhan cepat serupa terjadi di Italia, Iran, dan Korea Selatan. Dampaknya, rumah sakit dan petugas kesehatan di sana kewalahan menangani ribuan pasien yang butuh perawatan bersamaan.

Jika pemerintah Indonesia tidak segera memotong laju pertumbuhan virus, potensi penularan virus akan makin meluas. Apalagi pada akhir April mulai puasa Ramadan, yang biasanya ada banyak kegiatan buka bersama sore hari dan malamnya salat jemaah tarawih di masjid yang melibatkan banyak orang dan kontak dekat antarorang. Lalu akhir Mei nanti ada libur Idul Fitri, saat umumnya masyarakat merayakannya dengan pulang kampung, pertemuan massal dan kontak dekat antar penduduk.

baca juga

Saat musim mudik dan Lebaran, biasanya hampir 15 juta orang secara bergelombang meninggalkan Jakarta, salah satu pusat penularan COVID-19, dan sekitarnya menuju Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan provinsi lainnya. Badan Nasional Penanggulangan Bencana menetapkan masa darurat bencana akibat COVID-19 hingga 29 Mei 2020.

Kita perlu mengambil pelajaran dari sebuah pertemuan massal puluhan ribu orang menjelang Imlek di Distrik Baibuting, Wuhan, Cina pada 10 Januari, yang diduga menjadi medium awal penyebaran massal penyakit ini ke seluruh daratan Cina, lalu berkembang ke-167 negara dan teritorial.

Pertumbuhan eksponensial yang mengerikan

Jumlah kasus yang tumbuh secara eksponensial, pada tahap awal akan tampak tidak banyak, tapi pada suatu titik akan meledak luar biasa menembus daya tampung fasilitas kesehatan.

Dalam ilmu epidemiologi, laju kenaikan kasus menyatakan seberapa besar kasus itu meningkat dalam suatu periode waktu tertentu. Misalnya, jumlah kasus baru meningkat dua kali lipat dalam waktu satu minggu (waktu penggandaan, doubling time).

Tanpa ada pembatasan yang ketat, pertumbuhan jumlah pasien karena penularan virus adalah eksponensial. Artinya untuk tiap periode waktu yang sama terlewatkan, jumlah pasien menjadi N kali jumlah pasien sebelumnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar

Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar

Bola | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 09:53 WIB

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:45 WIB

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:38 WIB

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:23 WIB

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:05 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:05 WIB

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:24 WIB

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan

Entertainment | Kamis, 07 Mei 2026 | 15:49 WIB

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:07 WIB

Terkini

Bikin Jera Penipu Investasi Bodong, DPR Perjuangkan Skema Pembagian Aset Pro-Rata untuk Korban

Bikin Jera Penipu Investasi Bodong, DPR Perjuangkan Skema Pembagian Aset Pro-Rata untuk Korban

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:51 WIB

Sir Patrick Stewart, Pemeran Professor X, Meninggal Dunia di Usia 86 Tahun

Sir Patrick Stewart, Pemeran Professor X, Meninggal Dunia di Usia 86 Tahun

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:50 WIB

SUGBK Masih Diragukan Dipakai Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday Maret 2027

SUGBK Masih Diragukan Dipakai Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday Maret 2027

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:49 WIB

Modal Obeng, Pemuda 20 Tahun Gasak Mobil Teman Sendiri di Kemiling Demi Gaya Hidup

Modal Obeng, Pemuda 20 Tahun Gasak Mobil Teman Sendiri di Kemiling Demi Gaya Hidup

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:49 WIB

Resmi, Jakarta Jadi Tuan Rumah World Cities Culture Summit 2027

Resmi, Jakarta Jadi Tuan Rumah World Cities Culture Summit 2027

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:48 WIB

'Pembalut Bukan Gaya Hidup' Politisi PKB Desak Pemerintah Pajaki Konglomerat Ketimbang Perempuan

'Pembalut Bukan Gaya Hidup' Politisi PKB Desak Pemerintah Pajaki Konglomerat Ketimbang Perempuan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:47 WIB

Sinopsis The Good Lawyer, Thriller Hukum Laurent Lafitte Hadir 9 November

Sinopsis The Good Lawyer, Thriller Hukum Laurent Lafitte Hadir 9 November

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:45 WIB

Hashim: Indonesia Gelap Karena Dibebani Utang Itu Bohong

Hashim: Indonesia Gelap Karena Dibebani Utang Itu Bohong

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:38 WIB

Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026

Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:38 WIB

WhatsApp Hadirkan 4 Fitur Baru, Pengguna Bisa Kirim Riwayat Chat ke Anggota Grup,

WhatsApp Hadirkan 4 Fitur Baru, Pengguna Bisa Kirim Riwayat Chat ke Anggota Grup,

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:36 WIB

×