Bisa Pakai Kaos, Ini Tutorial Membuat Masker Wajah Sesuai Arahan CDC

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Selasa, 07 April 2020 | 10:30 WIB
Bisa Pakai Kaos, Ini Tutorial Membuat Masker Wajah Sesuai Arahan CDC
Ilustrasi seeorang perempuan mengenakan masker kain. [Shutterstock]

Suara.com - Para ahli kesehatan meningkatkan langkah-langkah perlindungan dalam memerangi virus Corona (COVID-19). Menurut rekomendasi baru yang dikeluarkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, menyarankan agar orang-orang harus memakai penutup wajah kain saat berada di tempat umum.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sejumlah orang yang terinfeksi COVID-19 tidak menunjukkan gejala dan dapat menularkan virus. Seperti yang diketahui, virus Corona menyebar melalui tetesan pernapasan, seperti batuk dan bersin yang menginfeksi seseorang ketika dihirup atau ketika seseorang menyentuh permukaan yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh wajahnya.

Kepala Badan Kesehatan Masyarakat Amerika Serikat, mendesak warga untuk berhenti membeli masker wajah medis karena masker tersebut lebih dibutuhkan oleh petugas layanan kesehatan untuk merawat pasien.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun menyerukan pendapat serupa. Para ahli mengingatkan masyarakat bahwa masker bedah dan respirator harus diserahkan kepada penyedia layanan kesehatan.

"Penutup wajah kain yang direkomendasikan bukan masker bedah atau respirator N-95. Itu adalah persediaan kritis yang harus terus dicadangkan untuk petugas kesehatan dan responden medis pertama lainnya, seperti yang direkomendasikan oleh pedoman CDC saat ini," tulis CDC.

CDC menjelaskan bahwa penutup wajah yang terbuat dari kain sederhana dapat memperlambat penyebaran virus.

Warga menggunakan masker melintas di kawasan Stasiun Sudirman, Jakarta, Minggu (6/4). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Warga menggunakan masker melintas di kawasan Stasiun Sudirman, Jakarta, Minggu (6/4). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

"Penutup muka kain yang dibuat dari barang-barang rumah tangga atau dibuat di rumah dari bahan-bahan umum dengan biaya rendah juga dapat digunakan," tambah CDC.

Dilansir laman IFL Science, berikut tutorial membuat masker wajah sederhana yang dirilis dalam situs CDC:

Bahan-bahan yang dibutuhkan:

baca juga

1. Dua bahan katun dengan ukuran 25 x 15 cm. Jika tidak ada, kain kaos bisa menjadi opsi lain.
2. Dua buah tali, pita elastis, karet, atau kain sepanjang 15 cm.
3. Jarum atau jepit rambut
4. Gunting
5. Mesin jahit atau peralatan menjahit

Cara membuat:

1. Tumpuk kedua bahan katun dan jahit menjadi satu.

2. Lipat sisi yang panjang lebih dari seperempat inci dan rapikan tepi-tepi jahitan (bagian bawah kain). Selanjutnya, lipat sisi pendek lebih dari setengah inci dan jahit ke bawah, membuat hemline terbuka. (Hemline adalah garis terendah dari suatu pakaian).

3. Pasang tali elastis sepanjang 15 cm melalui ujung yang dibuat pada setiap sisi maskwr dan ikat ujungnya dengan erat.

4. Terakhir, tarik tali elastis sehingga simpul terselip di dalam tepi-tepi jahitan. Rapikan sisi-sisi masker dan sesuaikan agar pas dengan wajah sebelum menjahit tali elastis di tempatnya.

Metode lainnya bisa menggunakan kaos kain. Metode ini tidak memerlukan mesin jahit atau peralatan menjahit.

Untuk membuatnya, lebarkan kaos dan potong bagian bawah pada kain depan dan belakang kaos sekitar 17-20 cm. Kemudian potong sekitar 15 inci di sisi kanan, jangan lupa sisakan beberapa cm di bagian atas dan bawah untuk tali masker. Selanjutnya, potong tali masker. Talikan masker di sekitar leher dan di bagian atas belakang kepala.

Ilustrasi masker kain. [Shutterstock]
Ilustrasi masker kain. [Shutterstock]

CDC juga mengunggah cara membuat masker wajah menggunakan bandana. Untuk membuatnya, dibutuhkan bandana atau kain persegi berukuran sekitar 60 x 60 cm, filter kopi, karet gelang atau ikat rambut, dan gunting.

Potong filter kopi di bagian tengah, lalu lipat filter di tengah bandana atau kain. Kemudian lipat bandana atau kain dari atas ke bawah dan lipat bagian bawah ke atas. Kemudian letakkan karet gelang atau ikat rambut dengan jarak sekitar 15 cm. Terakhir, lipat sisi ke tengah dan seliptakan.

Perlu diingat, masker wajah ini tidak boleh digunakan pada anak di bawah usia dua tahun, penderita kesulitan bernapas, atau siapa pun yang tidak sadarkan diri, tidak mampu, atau tidak dapat melepas masker tanpa bantuan.

Masker wajah kain harus dicuci secara teratur menggunakan mesin cuci. Sebagai pengingat, orang tidak boleh menyentuh mata, hidung, atau mulut mereka saat melepas masker wajah dan perlu segera mencuci tangan setelah melepasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakar Jelaskan Cara Aman Pakai Masker Kain, Boleh Sisipkan Tisu Basah?

Pakar Jelaskan Cara Aman Pakai Masker Kain, Boleh Sisipkan Tisu Basah?

Health | Senin, 06 April 2020 | 21:43 WIB

Peneliti: Masker Bisa Mengurangi Tingkat Kematian Covid-19 hingga 10 Persen

Peneliti: Masker Bisa Mengurangi Tingkat Kematian Covid-19 hingga 10 Persen

Health | Senin, 06 April 2020 | 17:00 WIB

Bengkel Layar Kapal di AS Sukarela Membuat Masker Kain

Bengkel Layar Kapal di AS Sukarela Membuat Masker Kain

Video | Senin, 06 April 2020 | 12:25 WIB

Inovasi di Tengah Wabah Corona, Sekarang Ada Masker Khusus Tuna Rungu

Inovasi di Tengah Wabah Corona, Sekarang Ada Masker Khusus Tuna Rungu

Lifestyle | Minggu, 05 April 2020 | 18:36 WIB

Bisakah Masker Kain Lindungi Diri dari Corona Covid-19? Ini Kata Ahli!

Bisakah Masker Kain Lindungi Diri dari Corona Covid-19? Ini Kata Ahli!

Health | Sabtu, 04 April 2020 | 14:34 WIB

Pakai Masker Kain saat Wabah Corona Covid-19, Begini Cara Pembuatannya!

Pakai Masker Kain saat Wabah Corona Covid-19, Begini Cara Pembuatannya!

Health | Sabtu, 04 April 2020 | 13:49 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×