Pakai Masker Kain saat Wabah Corona Covid-19, Begini Cara Pembuatannya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Sabtu, 04 April 2020 | 13:49 WIB
Pakai Masker Kain saat Wabah Corona Covid-19, Begini Cara Pembuatannya!
Ilustrasi masker. (Pexels/Billy Markus)

Suara.com - Sejak awal pandemi virus corona Covid-19, para ahli kesehatan telah mengatakan bahwa masyarakat umum atau orang sehat tidak perlu memakai masker medis.

Karena dilansir oleh The Sun, cara mencegah virus corona Covid-19 yang paling efekif adalah mencuci tangan pakai sabun dan air. Terlebih, masker medis seperti masker bedah dan masker N95 hanya diperuntukan petugas medis.

Cara ini juga salah satu langkah mencegah kelangkaan masker bedah dan masker N95 untuk tim medis. Karena, mereka adalah kelompok orang yang paling berisiko besar tertular virus corona Covid-19 ketika menangani pasien.

Karena hal itu, beberapa orang memilih untuk mengenakan masker kain atau masker DIY. Meskipun masker DIY atau buatan sendiri tidak bisa menawarkan perlindungan terhadap virus corona Covid-19.

Cara pembuatannya masker kain

Anda bisa menggunakan kain kaos sebagai masker harian. Caranya potong kain kaos dalam bentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 10 cm dan lebar 40 cm.

Ilustrasi masker. (Shutterstock)
Ilustrasi masker. (Shutterstock)

Setelah itu lipat kain menjadi dua bagian lalu jahit tepian masker. Selanjutnya, pasangkan atau jahitkan tali di kedua sisi kain yang bagian lebar. Tali ini berfungsi untuk dikaitkan ke kedua telinga.

Selain kain kaos, Anda juga bisa menggunakan kain katun dan menyertakan kain penyaring di antara lipatan kain ketika membuat masker DIY.

Panduan pemakaian masker

Saat ini masyarakat Inggris belum disarankan untuk memakai masker wajah untuk melindungi diri dari virus corona Covid-19. Kecuali, jika Anda merasa orang yang sedang sakit atau bekerja sebagai tim medis.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengatakan pemakaian masker bedah hanya untuk mereka yang mengalami gejala virus corona Covid-19 dan orang yang merawat pasien.

Ilustrasi perempuan memakai masker. (Pixabay/Juraj Varga)
Ilustrasi perempuan memakai masker. (Pixabay/Juraj Varga)

Pasien atau orang dengan gejala corona Covid-19 perlu memakai masker untuk mencegah mereka menularkan penyakitnya ke orang lain, melalui tetesan cairan tubuh saat bersin dan batuk.

Namun, WHO tetap menegaskan bahwa cuci tangan adalah langkah perlindungan diri yang paling efektif. Pemakaian masker medis hanya memberikan perlindungan tambahan.

Sementara itu, New York City justru menyarankan masyarakatkan selalu menggunakan masker ketika berpergian ke luar rumah. Bukan masker medis, mereka menyarankan orang yang sehat memakai masker kain DIY atau syal.

Sehingga masker medis bisa dialokasikan bagi petugas medis yang menangani dan berhadapan langssung dengan pasien virus corona Covid-19.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hati-hati, Tertangkap saat Keluyuran Ditengah Corona Bisa Dipenjara 4 Bulan

Hati-hati, Tertangkap saat Keluyuran Ditengah Corona Bisa Dipenjara 4 Bulan

News | Sabtu, 04 April 2020 | 13:06 WIB

Cegah Corona, Kemenparekraf Gandeng Industri Fesyen untuk Buat Masker Kain

Cegah Corona, Kemenparekraf Gandeng Industri Fesyen untuk Buat Masker Kain

Lifestyle | Sabtu, 04 April 2020 | 13:05 WIB

Waspada, Nyeri Otot Bisa Jadi Tanda Virus Corona Covid-19 yang Parah

Waspada, Nyeri Otot Bisa Jadi Tanda Virus Corona Covid-19 yang Parah

Health | Sabtu, 04 April 2020 | 13:13 WIB

Terkini

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB