Studi Terbaru: Social Distancing Lawan Virus Corona Diprediksi Hingga 2022

Dythia Novianty, Tivan Rahmat

Rabu, 15 April 2020 | 11:00 WIB
Studi Terbaru: Social Distancing Lawan Virus Corona Diprediksi Hingga 2022
Ilustrasi social distancing (Shutterstock)

Suara.com - Studi terbaru mengungkapkan bahwa pembatasan jarak sosial (social distancing) untuk memutus rantai penyebaran virus corona memerlukan waktu hingga 2022.

Para peneliti dari Universitas Harvard menjelaskan bahwa studi pemodelan Covid-19 ini memperingatkan kepada masyarakat, agar pembatasan jarak sosial bisa berlaku hingga dua tahun ke depan untuk mencegah adanya lonjakan kasus virus corona.

Jika menerapkan social distancing hanya dalam waktu singkat, para peneliti mengkhawatirkan adanya lonjakan infeksi Covid-19 karena virus bisa berevolusi.

Seperti yang sudah diketahui, periode social distancing di Amerika Serikat akan berakhir pada 30 April mendatang. Tetapi, para ahli kesehatan mendesak pemerintah agar menerapkan pembatasan jarak sosial diperpanjang.

Studi yang sudah dipublikasikan dalam jurnal Science ini, mengatakan bahwa sejumlah faktor akan memainkan peran penting dalam penanganan virus corona dalam beberapa tahun ke depan, termasuk cuaca dan tingkat kekebalan tubuh manusia. Atas dasar studi itu, para pemegang keputusan di AS tengah mengkaji ulang terkait periode social distancing di negara adikuasa tersebut.

Sementara itu, pakar kesehatan berpendapat bahwa Covid-19 tidak serupa dengan 'saudaranya', Sars-CoV-1, yang bisa diberantas dengan cepat. Sebaliknya, penularan virus corona bisa menyerupai pandemi flu yang menyebar secara musiman.

Ilustrasi virus corona. [Pixabay]/emmagrau]
Ilustrasi virus corona. [Pixabay]/emmagrau]

Sebelum sampai pada kesimpulan akhir, para peneliti dari Universitas Harvard menggunakan sampel data pasien Covid-19, untuk mengasumsikan tingkat kekebalan tubuh manusia yang akan beradaptasi untuk membuat imun sendiri terhadap virus corona.

Berdasarkan simulasi, para peneliti memperkirakan bahwa kekebalan tubuh terhadap virus corona akan terbentuk dalam waktu dua hingga lima tahun ke depan. Oleh karena itu, mereka meminta pemerintah AS untuk memperpanjang masa pembatasan jarak sosial (minimal) hingga 2022.

"Tujuan kami dalam memodelkan kebijakan semacam itu bukan untuk mendukungnya tetapi untuk mengidentifikasi kemungkinan lintasan epidemi di bawah pendekatan alternatif," tulis para peneliti, seperti dikutip laman Daily Mail, Rabu (15/4/2020).

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Emak-emak Rela Tempuh Ribuan Kilometer Demi Anaknya Saat Corona

Kisah Emak-emak Rela Tempuh Ribuan Kilometer Demi Anaknya Saat Corona

Otomotif | Selasa, 14 April 2020 | 06:40 WIB

Sempat Bikin Terawan Geram, Peneliti Harvard: Indonesia Bikin Bingung

Sempat Bikin Terawan Geram, Peneliti Harvard: Indonesia Bikin Bingung

News | Senin, 13 April 2020 | 13:44 WIB

Ilmuwan Klaim Virus Corona Bisa Menular dari Jarak 4 Meter?

Ilmuwan Klaim Virus Corona Bisa Menular dari Jarak 4 Meter?

Tekno | Minggu, 12 April 2020 | 11:30 WIB

Tak Sengaja Langgar Aturan Social Distancing, Pasien Ini Meninggal Dunia

Tak Sengaja Langgar Aturan Social Distancing, Pasien Ini Meninggal Dunia

Health | Jum'at, 10 April 2020 | 13:16 WIB

Alhamdulillah, Ada Kabar Baik dalam Penelitian Vaksin COVID-19

Alhamdulillah, Ada Kabar Baik dalam Penelitian Vaksin COVID-19

Tekno | Senin, 06 April 2020 | 07:06 WIB

Biar Nggak Kesepian Saat Social Distancing, Tinder Gratiskan Fitur Passport

Biar Nggak Kesepian Saat Social Distancing, Tinder Gratiskan Fitur Passport

Lifestyle | Jum'at, 03 April 2020 | 15:14 WIB

Terkini

Tak Takut Atmosfer GBK, Pelatih Malaysia Kenang Pernah Bikin Timnas Indonesia Terluka

Tak Takut Atmosfer GBK, Pelatih Malaysia Kenang Pernah Bikin Timnas Indonesia Terluka

Bola | Senin, 28 September 2026 | 10:22 WIB

Cari Serum Wardah untuk Samarkan Kerutan? Ini Pilihannya, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

Cari Serum Wardah untuk Samarkan Kerutan? Ini Pilihannya, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 10:20 WIB

Hamzah Batik Malioboro Terbakar Lagi Setelah 2004, Ini Sejarahnya dengan Sosok Raminten dan Mirota

Hamzah Batik Malioboro Terbakar Lagi Setelah 2004, Ini Sejarahnya dengan Sosok Raminten dan Mirota

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 10:19 WIB

Pasar Kripto Memerah, CFX10 Turun ke Level 1.005

Pasar Kripto Memerah, CFX10 Turun ke Level 1.005

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 10:13 WIB

Apa Perbedaan Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Apa Perbedaan Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 10:10 WIB

Timnas Indonesia Diberi Peringakatan Keras Jelang Hadapi Malaysia: Tak Boleh Lagi Monoton!

Timnas Indonesia Diberi Peringakatan Keras Jelang Hadapi Malaysia: Tak Boleh Lagi Monoton!

Bola | Senin, 28 September 2026 | 10:09 WIB

Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Warga di Serang, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Warga di Serang, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Banten | Senin, 28 September 2026 | 10:08 WIB

Kerahkan Belasan Armada Damkar, Kebakaran Hamzah Batik Malioboro Padam Setelah 3 Jam

Kerahkan Belasan Armada Damkar, Kebakaran Hamzah Batik Malioboro Padam Setelah 3 Jam

Jogja | Senin, 28 September 2026 | 10:07 WIB

Gaji Dipotong Pajak Terus tapi Fasilitas Publik Bapuk, Negara Ngapain Aja?

Gaji Dipotong Pajak Terus tapi Fasilitas Publik Bapuk, Negara Ngapain Aja?

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 10:05 WIB

Pengganti LPG 3 Kg Tak Bisa Serentak, CNG Akan Diuji Bertahap

Pengganti LPG 3 Kg Tak Bisa Serentak, CNG Akan Diuji Bertahap

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 10:03 WIB

×