Ilmuwan Klaim Virus Corona Bisa Menular dari Jarak 4 Meter?

Dythia Novianty | Tivan Rahmat
Ilmuwan Klaim Virus Corona Bisa Menular dari Jarak 4 Meter?
Ilustrasi Covid-19. [Pixabay/Mohamed Hassan]

Sekelompok ilmuwan di China memeriksa sampel permukaan dan udara dari dua ruang unit perawatan intensif dan bangsal Covid-19 umum di Rumah Sakit Huoshenshan di Wuhan.

Suara.com - Hasil studi terbaru para ilmuwan menyimpulkan bahwa pasien positif Covid-19, ternyata bisa menularkan virus dari jarak 13 kaki atau hampir 4 meter.

Sekelompok ilmuwan di China memeriksa sampel permukaan dan udara dari dua ruang unit perawatan intensif dan bangsal Covid-19 umum di Rumah Sakit Huoshenshan di Wuhan, kota tempat penyakit itu pertama kali muncul sebelum meluas menjadi pandemi global.

Kedua bangsal menampung total 24 pasien pada periode 19 Februari hingga 2 Maret, ketika China masih dalam cengkeraman virus mematikan tersebut. Selanjutnya, para ilmuwan mengamati apa yang mereka sebut dengan transmisi aerosol, situasi ketika virus menjadi partikel halus sehingga bisa bertahan selama beberapa jam di udara.

Mereka menemukan bahwa aerosol yang sarat virus sebagian besar terkonsentrasi dari sumber (pasien) dengan jarak 13 kaki atau hampir 4 meter, meskipun ada sebagian kecil aerosol terpapar COVID-19 berjarak delapan kaki.

Studi ini menunjukkan bahwa pedoman menjaga jarak sejauh enam kaki (1,6 meter) yang dicanangkan pemerintah di beberapa negara tidak cukup jauh.

Meski begitu, masih belum jelas apakah partikel yang memuat virus ini termasuk membahayakan atau tidak, mengingat sejauh ini badan kesehatan dunia WHO telah mengecilkan risikonya.

Tim ilmuwan yang berasal dari Academy Military Science di Beijing juga menguji konsentrasi penyakit pada permukaan. Temuan mereka, yang sudah diterbitkan dalam jurnal Emerging Infectious Diseases, menyebut bahwa virus itu paling banyak terkonsentrasi di lantai bangsal, kemungkinan karena pengaruh gravitasi dan aliran udara yang menyebabkan sebagian besar tetesan virus mengendap ke lantai.

Intensitas virus corona yang cukup tinggi juga ditemukan pada beberapa benda yang terdapat di sekitar bangsal, mulai dari mouse komputer, gagang pintu, ranjang tempat tidur, dan tong sampah.

Selanjutnya, mereka juga mengatakan bahwa setengah dari sampel sol sepatu staf medis ICU yang juga diteliti, dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Para pekerja medis dengan mengenakan pakaian pelindung memeriksa seorang pasien di dalam bangsal terisolasi Rumah Sakit Palang Merah Wuhan di Wuhan, pusat penyebaran wabah virus corona baru, di Provinsi Hubei, China, 16/2/2020. (ANTARA/China Daily/ via REUTERS/tm)
Para pekerja medis dengan mengenakan pakaian pelindung memeriksa seorang pasien di dalam bangsal terisolasi Rumah Sakit Palang Merah Wuhan di Wuhan, pusat penyebaran wabah virus corona baru, di Provinsi Hubei, China, 16/2/2020. (ANTARA/China Daily/ via REUTERS/tm)

"Karena itu, sol sepatu staf medis mungkin berfungsi sebagai pembawa," demikian salah satu kutipan dalam jurnal tersebut, sebagaimana dikutip laman Mirror, Minggu (12/4/2020).

Beruntung, tidak ada anggota staf rumah sakit yang terinfeksi. Artinya, rumah sakit tersebur menerapkan standar prosedur pencegahan yang tepat dapat secara efektif mencegah infeksi.

Selain itu, para ilmuwan juga menawarkan saran yang paling tidak sesuai dengan pedoman penanganan Covid-19 yang diberikan oleh WHO.

"Temuan kami menunjukkan bahwa isolasi mandiri di rumah oleh orang yang diduga Covid-19 mungkin bukan strategi kontrol yang baik mengingat tingkat kontaminasi lingkungan."

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS