Ilmuwan Eropa Buat Ventilator untuk Pasien Covid-19 Berbasis Baterai

Rabu, 15 April 2020 | 15:26 WIB
Ilmuwan Eropa Buat Ventilator untuk Pasien Covid-19 Berbasis Baterai
Ilustrasi ventilator yang sangat dibutuhkan para pasien Covid-19 [Shutterstock].

Suara.com - Para pakar fisika di laboratorium CERN Eropa, membuat ventilator dasar untuk pasien virus Corona (Covid-19) yang dapat beroperasi dengan baterai.

Para ahli di laboratorium yang berbasis di Jenewa, Swiss, itu mengatakan bahwa ventilator akan siap diuji di rumah sakit dalam beberapa minggu mendatang. Sebanyak 18 ribu pakar bergabung dan mengembangkan ide-ide untuk membantu rumah sakit di tengah pandemi ini.

"Kami ingin mengerahkan sumber daya dan kompetensi kami untuk berkontribusi dalam perang melawan pandemi Covid-19," ucap Fabiola Gianotti, direktur jenderal, seperti dikutip laman Science Alert, Rabu (15/4/2020).

CERN merupakan rumah bagi Large Hadron Collider (LHC), sebuah lab raksasa di sebuah terowongan yang membentang di perbatasan Perancis-Swiss. Fisikawan dan insiyur dari tim LHC sedang membuat HEV (High Energy physics community Ventilator).

"Para tim ahli menyadari bahwa jenis sistem yang digunakan untuk mengatur aliras gas untuk detektor fisika partikel dapat digunakan untuk merancang ventilator baru," tulis CERN dalam siaran pers.

Rumah sakit Cremona telah berubah menjadi "rumah sakit virus corona". Mereka sekarang hanya merawat pasien yang terinfeksi virus corona - sekitar 600 orang. [Paolo Miranda/BBC]
Rumah sakit Cremona telah berubah menjadi "rumah sakit virus corona". Mereka sekarang hanya merawat pasien yang terinfeksi virus corona - sekitar 600 orang. [Paolo Miranda/BBC]

Desain HEV dapat digunakan untuk pasien yang terinfeksi virus atau dalam masa pemulihan. Menurut tim ilmuwan, ventilator ini pun murah dan bisa dijalankan dengan baterai, panel surya, atau generator darurat karena HEV dapat digunakan di tempat-tempat yang memiliki sumber daya terbatas atau catu daya yang tidak stabil.

Selain ventilator, CERN juga telah memproduksi gel sanitizer untuk pasukan polisi setempat yang berjaga dan menggunakan printer 3D untuk membuat masker dan perspex barriers. Saat ini, para ilmuwan tengah meneliti bagaimana kapasitas komputasi komunitas fisika partikel yang luas dapat digunakan untuk membantu menemukan vaksin Corona.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI