Dokter Kritik Pemerintah Lambat Lakukan Uji Coba Terapi Plasma Virus Corona

Dythia Novianty

Senin, 13 April 2020 | 16:07 WIB
Dokter Kritik Pemerintah Lambat Lakukan Uji Coba Terapi Plasma Virus Corona
Ilustrasi virus corona. [Pixabay]/emmagrau]

Suara.com - Seorang dokter telah mengkritik pemerintahnya karena menunda menyetujui uji coba terapi plasma untuk merawat pasien virus corona.

Dr Colin Hamilton-Davies di Rumah Sakit Bart, London telah menyatakan frustrasi pada lambatnya persetujuan pemerintah untuk perawatan yang berpotensi menyelamatkan jiwa.

Perawatan eksperimental melibatkan mengekstraksi plasma dari darah pasien yang pulih dan memberikannya kepada mereka yang sakit, dengan cara yang mirip dengan vaksin.

Teori di balik uji coba adalah bahwa antibodi pasien yang pulih akan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dari mereka yang menderita.

Seperti diketahui, uji coba untuk perawatan sedang berlangsung di China, Prancis, Jerman dan AS. Namun, mereka belum diberi izin oleh pemerintah untuk memulai pengujian.

Dr Hamilton-Davies, pemimpin unit perawatan kritis jantung akut di Rumah Sakit Bart, telah menghabiskan 30 tahun meneliti jenis perawatan ini. Dia percaya, itu bisa menyelamatkan nyawa jika pengujian dimulai segera.

“Kami memiliki layanan kesehatan nasional dan layanan darah yang membuat iri dunia, kami memiliki departemen transfusi darah berukuran sangat besar, dan untuk orang yang memanen plasma darah, kami dapat meningkatkannya dalam waktu seminggu. Kami bisa memberikannya, tidak hanya untuk satu atau dua orang, tetapi ratusan pasien," beber Dr Hamilton-Davies, dilansir laman Express.co.uk, Senin (13/4/2020).

Dr Hamilton-Davies khawatir bahwa waktu penelitian terbuang sia-sia karena menunggu penyetujuan uji coba.

“Ini sangat menyebalkan. Bukan hanya saya sendiri, tetapi banyak rekan kerja mengatakan 'mengapa kita tidak melihat ini secara lebih mendalam dan dalam jangka waktu yang lebih cepat?' Ada kerangka kerja penelitian yang sedang berjalan, yang mungkin atau mungkin tidak menjadi bagian darinya. Ini memang sesuatu yang bisa kita bangun dan jalankan dengan sangat cepat," katanya.

baca juga
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Pixabay/Pete Linforth]
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Pixabay/Pete Linforth]

Hingga saat ini, belum ada perawatan efektif untuk Covid-19. Penelitian-penelitian terutama telah mengeksplorasi antivirus dan steroid sebagai cara untuk mencoba dan mengalahkan penyakit ini.

Namun, banyak yang mengatakan bahwa terapi plasma tidak boleh dikesampingkan karena belum sepenuhnya diuji.

Perawatan serupa telah digunakan dan sukses pada Ebola dan SARS, para ahli terkemuka menyarankannya untuk pasien Covid-19.

Sayang, belum ada keputusan tentang kapan uji coba akan dimulai untuk pasien Covid-19.

"Kami memiliki rencana mapan untuk menangani penyakit baru, termasuk pengumpulan plasma pulih. Kami bekerja keras dengan pemerintah dan badan NHS lainnya untuk melihat cara-cara di mana kami dapat mendukung pekerjaan yang dilakukan untuk mengatasi Covid-19," pungkas Seorang juru bicara untuk NHS Darah dan Transplantasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Jadi Relawan Ebola, Lelaki Ini Ikut Uji Coba Vaksin Virus Corona

Usai Jadi Relawan Ebola, Lelaki Ini Ikut Uji Coba Vaksin Virus Corona

Tekno | Senin, 13 April 2020 | 11:30 WIB

Nyaris Usia Seabad, Alhamdulillah Pasien Tertua Covid-19 di Brasil Sembuh

Nyaris Usia Seabad, Alhamdulillah Pasien Tertua Covid-19 di Brasil Sembuh

Health | Senin, 13 April 2020 | 08:44 WIB

Cegah Penyebaran Virus, Pasien COVID-19 di Rumah Sakit Ini Dilayani Robot

Cegah Penyebaran Virus, Pasien COVID-19 di Rumah Sakit Ini Dilayani Robot

Tekno | Kamis, 09 April 2020 | 13:40 WIB

Kisah Relawan Lelaki Pertama Uji Coba Vaksin Virus Corona

Kisah Relawan Lelaki Pertama Uji Coba Vaksin Virus Corona

Tekno | Jum'at, 03 April 2020 | 09:30 WIB

Dicari! Relawan Uji Coba Vaksin Virus Corona

Dicari! Relawan Uji Coba Vaksin Virus Corona

Tekno | Selasa, 31 Maret 2020 | 15:44 WIB

Viral, Video 3D Paru-paru Pasien Covid-19 yang Digerogoti Virus Corona

Viral, Video 3D Paru-paru Pasien Covid-19 yang Digerogoti Virus Corona

Tekno | Kamis, 26 Maret 2020 | 14:24 WIB

Terkini

Raih Kontrak Rp1,16 T, WSKT Rampungkan Pembangunan Satu Sekolah Rakyat di Surabaya

Raih Kontrak Rp1,16 T, WSKT Rampungkan Pembangunan Satu Sekolah Rakyat di Surabaya

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:16 WIB

Datangi Rutan KPK, Pengacara Febrie Adriansyah Beberkan Dugaan Kejanggalan pada Sprindik Kejagung

Datangi Rutan KPK, Pengacara Febrie Adriansyah Beberkan Dugaan Kejanggalan pada Sprindik Kejagung

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Bahlil Semprot AMPG: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'

Bahlil Semprot AMPG: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:07 WIB

Menebak Isi Pembicaraan Perdamaian AS - Iran Terbaru

Menebak Isi Pembicaraan Perdamaian AS - Iran Terbaru

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:06 WIB

RI Masih Senang Impor Minyak Bikin Neraca Dagang Tekor di Juni

RI Masih Senang Impor Minyak Bikin Neraca Dagang Tekor di Juni

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:05 WIB

Mitchell Baker Jadi Ujung Tombak Indonesia, Vietnam Andalkan Bek 196 Cm Jadi Striker?

Mitchell Baker Jadi Ujung Tombak Indonesia, Vietnam Andalkan Bek 196 Cm Jadi Striker?

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Terbukti Lakukan Pungli Rp1,7 Juta ke Sopir Truk, Petugas Dishub Bekasi Terancam Dipecat

Terbukti Lakukan Pungli Rp1,7 Juta ke Sopir Truk, Petugas Dishub Bekasi Terancam Dipecat

Video | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Habiburokhman Sentil Konten Eben Martono: Rekam SPG GIIAS Tanpa Izin Bisa Dipidana

Habiburokhman Sentil Konten Eben Martono: Rekam SPG GIIAS Tanpa Izin Bisa Dipidana

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:59 WIB

Prabowo Bangga Setiap Timnas Bertanding, Merah Putih Mampu Menyatukan Seluruh Rakyat Indonesia

Prabowo Bangga Setiap Timnas Bertanding, Merah Putih Mampu Menyatukan Seluruh Rakyat Indonesia

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:58 WIB

Rokok Ilegal Diprediksi Naik 42 Persen Jika Aturan Kemasan Polos Dijalankan

Rokok Ilegal Diprediksi Naik 42 Persen Jika Aturan Kemasan Polos Dijalankan

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:57 WIB

×