Ini Dokter Pertama Laporkan Penemuan Virus Covid-19

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Kamis, 30 April 2020 | 12:00 WIB
Ini Dokter Pertama Laporkan Penemuan Virus Covid-19
Dokter Pertama Laporkan Penemuan Virus Covid-19, Dr. Zhang Jixian. [Xinhuanet.com]

Suara.com - Seorang dokter perempuan di Wuhan bernama Dr Zhang Jixian, disebut sebagai orang pertama yang melaporkan bentuk baru virus Corona untuk Covid-19 kepada pemerintah setempat.

Mulanya, dokter berusia 54 tahun itu menemui tiga pasien yang terdiri dari sepasang pensiunan dan anak lelaki mereka. Ketiganya menderita "pneumonia misterius" pada 27 Desember. Dr Zhang Jixian kemudian memberikan alarm peringatan kepada badan pengontrol penyakit di distriknya.

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Dr Zhang Jixian ingat menemukan sifat sangat menular dari penyakit yang tidak diketahui itu hampir sebulan sebelum Wuhan melakukan lockdown yang ketat.

"Saya menemukan penularan dari manusia ke manusia pada saat itu, hanya saja itu tidak terlalu jelas. Misalnya dalam keluarga tiga anak, anak lelakinya tidak tinggal bersama orang tuanya. Dia kembali untuk merawat mereka setelah mereka jatuh sakit dan membawa mereka ke rumah sakit. Keluarga itu memiliki gejala yang hampir sama, karena itu saya yakin ada penularan dari manusia ke manusia," ucap Dr Zhang Jixian kepada majalah Outlook Weekly.

Ketika keluarga tersebut mulai jatuh sakit, mereka belum lama ini pergi ke pasar Hunan yang sekarang diyakini sebagai asal mula pandemi.

Virus corona baru dari China (2019-nCoV) berpotensi mengancam kesehatan global. (Shutterstock)
Virus corona baru dari China (2019-nCoV) berpotensi mengancam kesehatan global. (Shutterstock)

"Saya cukup yakin pada saat itu bahwa itu adalah jenis pneumonia virus, tetapi tidak tahu apa sebenarnya virus itu," tambah Dr Zhang Jixian, seperti dikutip laman The Sun, Kamis (30/4/2020).

Pada hari-hari berikutnya, ia kembali melihat empat pasien lagi dengan gejala yang sama sehingga ia menyarankan agar mereka dirawat secara terpisah.

Dr Zhang Jixian setuju dengan penanganan Beijing terhadap wabah itu, menunggu hingga adanya bukti ilmiah tentang penyakit tersebut.

Para ahli di China mengkonfirmasi penularan virus dari manusia ke manusia pada 20 Januari, lebih dari tiga minggu setelah Dr Zhang Jixian secara resmi membunyikan alarm peringatan tentang virus baru ini.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inggris Jadi Negara Kedua dengan Kematian Covid-19 Tertinggi di Eropa

Inggris Jadi Negara Kedua dengan Kematian Covid-19 Tertinggi di Eropa

News | Kamis, 30 April 2020 | 09:12 WIB

Virus Corona dapat Bertahan di Udara Rumah Sakit, Tapi Tidak di ICU

Virus Corona dapat Bertahan di Udara Rumah Sakit, Tapi Tidak di ICU

Health | Kamis, 30 April 2020 | 09:24 WIB

China Blokir Game Bertema Virus Corona

China Blokir Game Bertema Virus Corona

Tekno | Kamis, 30 April 2020 | 07:00 WIB

Salat Tarawih di Rumah saat Wabah Corona

Salat Tarawih di Rumah saat Wabah Corona

Foto | Kamis, 30 April 2020 | 04:38 WIB

Ngeri, Ilmuwan China Temukan Bukti Virus Corona Bertahan di Udara

Ngeri, Ilmuwan China Temukan Bukti Virus Corona Bertahan di Udara

Health | Kamis, 30 April 2020 | 04:10 WIB

Virus Corona Covid-19 Terus Bermutasi, Peneliti Temukan Jenis Paling Bahaya

Virus Corona Covid-19 Terus Bermutasi, Peneliti Temukan Jenis Paling Bahaya

Health | Kamis, 30 April 2020 | 06:30 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×