alexametrics

Duh! Orang Kekurangan Vitamin D Lebih Berisiko Meninggal Akibat Covid-19

Dythia Novianty | Tivan Rahmat
Duh! Orang Kekurangan Vitamin D Lebih Berisiko Meninggal Akibat Covid-19
Ilustrasi Vitamin D. [Shutterstock]

Sebuah studi menunjukan bukti sementara bahwa orang dengan vitamin D rendah, lebih berisiko meninggal dunia.

Suara.com - Sebuah studi menunjukan bukti sementara bahwa orang dengan vitamin D rendah, lebih berisiko meninggal dunia setelah terinfeksi virus corona (Covid-19).

Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan tingkat rata-rata vitamin D di 20 negara Eropa, dengan tingkat infeksi dan kematian Covid-19. Hasilnya, negara-negara dengan kadar vitamin D rendah, memiliki jumlah kematian tertinggi akibat virus menular ini.

Para ilmuwan dari Queen Elizabeth Hospital Foundation Trust dan University of East Anglia, yang melakukan studi ini menyarankan agar masyarakat mengonsuksi suplemen Vitamin D untuk melindungi diribdari infeksi SARS-CoV2.

Temuan ini mendukung penelitian terpisah yang juga menyebut vitamin D dapat meningkatkan peluang seseorang untuk sembuh dari virus corona.

Baca Juga: 15 Juta Data Pengguna Bocor, Ini Kata Tokopedia

Selama sepuluh pekan, para ilmuwan dari Universitas Granada yang melanjutkan studi Trinity College Dublin menemukan fakta bahwa orang dewasa yang mengonsumsi suplemen vitamin D, mengalami penurunan infeksi dada sebesar 50 persen.

Ilustrasi ilmuwan. [Pixabay/felixioncool]
Ilustrasi ilmuwan. [Pixabay/felixioncool]

Sementara itu, Paul Lips, Profesor Emeritus dari penyakit dalam di Vrije Universiteit Amsterdam mengatakan bahwa hasil penelitian ini sangat komprehensif.

Studi terbaru tentang efektivitas vitamin D terhadap Covid-19 ini, mempersempit data penelitian ke 20 negara saja untuk meniadakan faktor-faktor yang mengganggu, seperti garis lintang suatu negara.

Jumlah rata-rata vitamin D dalam sampel serum adalah (56 nmol / l), sehingga orang yang kadar vitamin D-nya berada di bawah 30nmol / l dianggap sangat kurang.

Dari 20 negara yang diteliti, rata-rata kadar vitamin D pasien COVID-19 di Spanyol berjumlah 26 nmol / L, 28 nmol / L di Italia dan 45 nmol / L di negara-negara Nordik (Skandinavia), di Swiss 23 nmol / L, dan di Italia di bawah 30 nmol / L.

Baca Juga: Tokopedia Diretas, Data 15 Juta Pengguna Diumbar di Internet

Ilustrasi virus corona. [Pixabay]/emmagrau]
Ilustrasi virus corona. [Pixabay]/emmagrau]

Saat ini, Italia, Swiss, dan Spanyol menjadi negara di Eropa dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak. Begitu pula dengan angka kematian akibat virus ini yang cukup tinggi.

Komentar