Perangi Hoaks Seputar Corona, IFCN Luncurkan Chatbot WhatsApp

Arsito Hidayatullah

Rabu, 06 Mei 2020 | 05:45 WIB
Perangi Hoaks Seputar Corona, IFCN Luncurkan Chatbot WhatsApp
Nomor chatbot WhatsApp yang diluncurkan IFCN untuk memerangi hoaks. [IFCN]

Suara.com - Jaringan Pemeriksa Fakta Internasional atau IFCN (International Fact-Checking Network) di bawah Poynter Institute menambah keseriusan upaya memerangi hoaks atau misinformasi dan disinformasi seputar pandemi corona Covid-19. Bekerja sama dengan WhatsApp yang memiliki dua miliar pengguna di seluruh dunia, IFCN resmi meluncurkan chatbot yang menampilkan hasil cek fakta lebih dari 80 organisasi sedunia.

Pada dasarnya, melalui bot yang baru meluncur pada 4 Mei 2020 ini, IFCN bertujuan memberi akses lebih mudah bagi publik untuk memastikan apakah suatu konten atau isu terkait Covid-19 itu benar atau tidak. Caranya pun sederhana, yaitu cukup dengan menyimpan nomor kontak chatbot IFCN tersebut yakni +1 (727) 2912606, lalu mengetik "hi" di percakapan ke nomor ini, maka menu atau tampilan utama pun akan segera muncul.

Sebuah kalimat pengantar sederhana di laman awal itu berbunyi: "Kirim pesan pada kami 24 jam 7 hari untuk memerangi mitos dan memeriksa fakta terkait Covid-19." Sementara, menu yang tampil terdiri dari 6 bagian yang untuk navigasinya cukup dengan mengetik angka 1 sampai 6, sesuai pilihan yang dibutuhkan.

Menu-menu chatbot IFCN di WhatsApp itu antara lain adalah:

  1. Mencari hasil periksa/pengecekan fakta
  2. Hasil periksa fakta terbaru
  3. Tips untuk menghadapi misinformasi
  4. Menemukan lembaga pemeriksa fakta terdekat
  5. Tentang kami
  6. Privasi
Ilustrasi virus corona (coronavirus) Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi pandemi corona (coronavirus) Covid-19. [Shutterstock]

Saat ini, chatbot IFCN yang baru meluncur ini masih beroperasi dalam bahasa Inggris. Namun, pihak IFCN memastikan akan segera menambahkan beberapa versi bahasa lainnya, termasuk antara lain bahasa Spanyol dan Hindi, demikian juga dengan fungsi tambahan lainnya.

Melalui rilisnya, IFCN pun menyampaikan bahwa sejak Januari lalu, para pemeriksa fakta dari 74 negara telah mengidentifikasi lebih dari 4.000 hoaks terkait corona. Semuanya dikumpulkan dalam database CoronaVirusFacts yang mereka kelola, yang menjadi tulang punggung dari chatbot WhatsApp ini --sekaligus sebagai wujud kolaborasi pemeriksa fakta terbesar. Database itu pun senantiasa diupdate tiap hari oleh IFCN, sesuai perkembangan konten-konten cek fakta terbaru yang diproduksi.

Chatbot ini sekaligus berguna sebagai direktori global organisasi pemeriksa fakta. Sistem yang digunakan dapat mengidentifikasi negara pengguna WhatsApp lewat kode negaranya, sehingga bisa membagi data organisasi atau hasil cek fakta di negara yang bersangkutan. Publik juga bisa mengirim informasi langsung ke lembaga pemeriksa fakta setempat melalui nomor atau alamat kontaknya, atau mengecek konten apa saja yang sudah dibuat di situs masing-masing.

"Ratusan juta pengguna mengandalkan WhatsApp untuk berkomunikasi dengan teman dan keluarga mereka sehari-harinya," ungkap Direktur IFCN, Baybars Orsek. "(Dan) Karena orang jahat menggunakan semua platform untuk menyebarluaskan kepalsuan, untuk menyesatkan publik di masa-masa sulit begini, kerja-kerja para pemeriksa fakta saat ini menjadi lebih penting."

"WhatsApp baru-baru ini memberikan bantuan kepada IFCN untuk mendukung kerja berharga dari pemeriksa fakta terverifikasinya di seluruh dunia dalam memerangi misinformasi Covid-19. (Dan) Kami merasa sangat senang kini bisa mendukung kerja periksa fakta IFCN yang esensil dengan meluncurkan layanan penting bagi pengguna WhatsApp ini," ungkap Ben Supple dari WhatsApp.

baca juga

Bot IFCN dikembangkan di WhatsApp Business API menggunakan teknologi Turn.io, salah satu perangkat andalan WhatsApp.

"Menyediakan layanan ini berkolaborasi dengan WhatsApp dan IFCN memberikan layanan berharga bagi negara-negara, komunitas dan masyarakat secara real-time, dan pada skala tertentu memperkuat mereka tidak saja memeriksa fakta atau mempertanyakan informasi tapi juga memainkan peran dalam mematahkan informasi palsu," tegas co-founder Turn.io, Gustav Praekelt.

Untuk diketahui, di Indonesia sendiri saat ini setidaknya ada enam lembaga pemeriksa fakta yang telah terverifikasi dan berada dalam jaringan IFCN, dan Suara.com adalah salah satunya. Lainnya adalah Tirto, Tempo, Kompas.com, Liputan6.com, serta Mafindo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hoaks Corona Capai 101 Kasus, Motifnya Tak Puas dengan Pemerintah dan Iseng

Hoaks Corona Capai 101 Kasus, Motifnya Tak Puas dengan Pemerintah dan Iseng

News | Senin, 04 Mei 2020 | 23:11 WIB

Akun WhatsApp Diretas, Femmy Permatasari: Manusia Keji!

Akun WhatsApp Diretas, Femmy Permatasari: Manusia Keji!

Entertainment | Senin, 04 Mei 2020 | 15:12 WIB

Dalam Sebulan Polda Metro Tangani 443 Kasus Hoaks Virus Corona

Dalam Sebulan Polda Metro Tangani 443 Kasus Hoaks Virus Corona

News | Senin, 04 Mei 2020 | 15:04 WIB

Terkini

AADC Kembali Bikin Flashback: Mengapa Nostalgia SMA Tetap Memikat Gen Z?

AADC Kembali Bikin Flashback: Mengapa Nostalgia SMA Tetap Memikat Gen Z?

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 18:15 WIB

Usai Geledah Kantor Summarecon, KPK Bergerak ke Rumah Dirjen ATR/BPN di Bekasi

Usai Geledah Kantor Summarecon, KPK Bergerak ke Rumah Dirjen ATR/BPN di Bekasi

News | Jum'at, 18 September 2026 | 18:14 WIB

Geledah Kantor Summarecon, KPK Sita Dokumen SHGB Hingga Bukti Pemblokiran Sengketa Tanah

Geledah Kantor Summarecon, KPK Sita Dokumen SHGB Hingga Bukti Pemblokiran Sengketa Tanah

News | Jum'at, 18 September 2026 | 18:10 WIB

Rawat Skin Barrier Kulit Kering! 4 Pelembap Cholesterol Kunci Wajah Lembap

Rawat Skin Barrier Kulit Kering! 4 Pelembap Cholesterol Kunci Wajah Lembap

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 18:10 WIB

3 Rekomendasi Sunscreen Khusus Kulit Rosacea agar Wajah Tidak Mudah Memerah

3 Rekomendasi Sunscreen Khusus Kulit Rosacea agar Wajah Tidak Mudah Memerah

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 18:08 WIB

BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan, KPP Capai Rp12 Triliun hingga September 2026

BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan, KPP Capai Rp12 Triliun hingga September 2026

Malang | Jum'at, 18 September 2026 | 18:04 WIB

Menhub Copot Dirjen Perhubungan Laut, Imbas Kecelakaan Kapan Beruntun?

Menhub Copot Dirjen Perhubungan Laut, Imbas Kecelakaan Kapan Beruntun?

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 18:04 WIB

Akselerasi Pembiayaan Perumahan, BRI Catat Penyaluran KPP Rp12 Triliun

Akselerasi Pembiayaan Perumahan, BRI Catat Penyaluran KPP Rp12 Triliun

Lampung | Jum'at, 18 September 2026 | 18:03 WIB

BRI Dorong Ekosistem Perumahan, Salurkan KPP Rp427,5 Miliar kepada 1.619 Debitur

BRI Dorong Ekosistem Perumahan, Salurkan KPP Rp427,5 Miliar kepada 1.619 Debitur

Bekaci | Jum'at, 18 September 2026 | 18:01 WIB

Penyebab Rupiah Merosot Tipis ke Level Rp17.758

Penyebab Rupiah Merosot Tipis ke Level Rp17.758

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 18:00 WIB

×