Tanggapi Kebocoran Data Pelanggan E-Commerce, Ini Tips dari Kaspersky

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Kamis, 07 Mei 2020 | 11:00 WIB
Tanggapi Kebocoran Data Pelanggan E-Commerce, Ini Tips dari Kaspersky
Ilustrasi serangan siber (Shutterstock).

Suara.com - Perusahaan global keamanan siber Kaspersky angkat bicara mengenai permasalahan jutaan data pengguna e-commerce Indonesia yang menjadi target serangan siber.

Menurut penelitian, sebanyak 53 persen bisnis di Asia Tenggara mengalami pelanggaran data dan harus membayar kompensasi kepada klien atau pelanggan.

Tak hanya itu, sebesar 51 persen mengalami masalah dengan menarik pelanggan baru, 41 persen dikenai penalti atau denda, dan sebesar 30 persen kehilangan beberapa mitra bisnis.

Dalam data yang terlibat, sebagian besar insiden melihat kebocoran detail terkait dengan pelanggan, seperti 51 persen mencakup informasi yang dapat diidentifikasi secara pribadi, 33 persen kredensial otentikasi, 32 persen rincian pembayaran atau kartu kredit, 27 persen nomor rekening, dan 26 persen keterangan pribadi lainnya.

"Karena akibatnya serius, pelanggaran data harus menjadi perhatian utama, terutama bagi perusahaan skala besar yang mengelola data orang. Cara bisnis menyimpan dan menggunakan data pelanggan memainkan peran penting dalam membentuk dan mempertahankan reputasi dan operasinya," ucap Yeo Siang Tiong, General Manager untuk SEA di Kaspersky, pada pernyataan dalam keterangan pers yang diterima Suara.com.

Menurut Yeo Siang Tiong, jauh sebelum pandemi Covid-19 terjadi, seharusnya perlindungan data selalu menjadi perhatian utama, baik untuk UKM dan bahkan perusahaan besar. Pentingnya hal tersebut ditambah dengan situasi Covid-19 ketika seluruh lapisan kehidupan dilakukan secara online.

Ada beberapa cara bagaimana perusahaan, bahkan perusahaan kecil dan menengah, dapat mencegah pelanggaran data. Terdapat lima cara untuk menangkis pelanggaran data di semua sektor, termasuk e-commerce.

Ilustrasi pencurian data pribadi. [Shutterstock]
Ilustrasi pencurian data pribadi. [Shutterstock]

Pertama, terapkan pelatihan dan kegiaan yang mengedukasi karyawan tentang dasar-dasar keamanan siber. Kedua, ingatkan staf secara berkala tentang bagaimana menangani data sensitif. Ketiga, menegakkan penggunaan perangkat lunak yang sah.

Keempat, memiliki cadangan data penting dan melakukan pembaruan peralatan dan aplikasi TI secara teratur untuk menghindari kerentanan. Terakhir, gunakan produk yang menuntut manajemen minimum yang memungkinkan karyawan untuk melakukan pekerjaan utama namun tetap terlindung dari malware, ransomware, hingga penipuan online.

baca juga

Yeo Siang Tiong menegaskan dengan meningkatkan aktivitas online, gerakan diam-diam dilakukan oleh para pelaku kejahatan siber. Inilah sebabnya mengapa perusahaan dan individu harus memiliki kewaspadaan tinggi selama situasi saat ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada, Pengguna Android di Indonesia Jadi Target Kampanye PhantomLance

Waspada, Pengguna Android di Indonesia Jadi Target Kampanye PhantomLance

Tekno | Selasa, 05 Mei 2020 | 12:00 WIB

Targetkan Universitas di Inggris, Iran dan Rusia Curi Data Vaksin Covid-19

Targetkan Universitas di Inggris, Iran dan Rusia Curi Data Vaksin Covid-19

Tekno | Senin, 04 Mei 2020 | 12:30 WIB

Menyamar sebagai Aplikasi, Zoom dan Skype Jadi Target Serangan Siber

Menyamar sebagai Aplikasi, Zoom dan Skype Jadi Target Serangan Siber

Tekno | Rabu, 15 April 2020 | 13:53 WIB

Data Pasien Positif Covid-19 Bocor, Warganet Kesal Namanya Tercantum

Data Pasien Positif Covid-19 Bocor, Warganet Kesal Namanya Tercantum

News | Selasa, 24 Maret 2020 | 13:08 WIB

Peneliti: Work From Home Rawan Serangan Hacker, Waspada!

Peneliti: Work From Home Rawan Serangan Hacker, Waspada!

News | Jum'at, 20 Maret 2020 | 08:35 WIB

Kaspersky Identifikasi Malware Mata-Mata pada Ponsel

Kaspersky Identifikasi Malware Mata-Mata pada Ponsel

Tekno | Rabu, 26 Februari 2020 | 15:15 WIB

Terkini

Tak Ditemukan Alkohol dan Sianida dalam Jasad serta Tanah Makam Sutrimo

Tak Ditemukan Alkohol dan Sianida dalam Jasad serta Tanah Makam Sutrimo

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:03 WIB

5 Penyebab Kulkas Tidak Dingin dan Cara Mengatasinya, Jangan Langsung Panggil Teknisi!

5 Penyebab Kulkas Tidak Dingin dan Cara Mengatasinya, Jangan Langsung Panggil Teknisi!

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 17:03 WIB

Centang Biru Mati dan Slow Reply: Menjaga Batasan atau Ruang Manipulasi Chat?

Centang Biru Mati dan Slow Reply: Menjaga Batasan atau Ruang Manipulasi Chat?

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 17:00 WIB

Jokowi Disebut Mulai Beri Sinyal Pisah dengan Prabowo, Benarkah?

Jokowi Disebut Mulai Beri Sinyal Pisah dengan Prabowo, Benarkah?

Video | Rabu, 30 September 2026 | 17:00 WIB

Dear Kemenlu! Ada Nota Diplomatik dari Malaysia, Tolong Dibalas: Mau Dibantu Gak Atasi Karhutla?

Dear Kemenlu! Ada Nota Diplomatik dari Malaysia, Tolong Dibalas: Mau Dibantu Gak Atasi Karhutla?

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:00 WIB

Gema Bangsa Tolak Syarat Capres-Cawapres Didukung Minimal 2 Fraksi, Singgung Risiko Oligarki

Gema Bangsa Tolak Syarat Capres-Cawapres Didukung Minimal 2 Fraksi, Singgung Risiko Oligarki

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:57 WIB

Dirjen SDA Arnold Ritiauw: Yang Dimarahi Menteri PU Bukan Saya

Dirjen SDA Arnold Ritiauw: Yang Dimarahi Menteri PU Bukan Saya

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 16:57 WIB

Biaya Mahal Menguatkan Nilai Tukar Rupiah

Biaya Mahal Menguatkan Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 16:57 WIB

Baru Hirup Udara Bebas, Indra Kenz Terancam Dijebloskan ke Penjara Lagi

Baru Hirup Udara Bebas, Indra Kenz Terancam Dijebloskan ke Penjara Lagi

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:52 WIB

Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles Hanya Untuk Nasabah BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas

Kesempatan Ekstra 27.000 GarudaMiles Hanya Untuk Nasabah BRI Kartu Kredit Infinite Prioritas

Bali | Rabu, 30 September 2026 | 16:50 WIB

×