Array

Targetkan Universitas di Inggris, Iran dan Rusia Curi Data Vaksin Covid-19

Senin, 04 Mei 2020 | 12:30 WIB
Targetkan Universitas di Inggris, Iran dan Rusia Curi Data Vaksin Covid-19
Ilustrasi hacker. (Pixabay/ TheDigitalWay)

Suara.com - Iran dan Rusia disebut telah melakukan serangan siber meretas data-data terkait vaksin virus Corona (Covid-19), terhadap universitas-universitas di Inggris.

Pejabat di National Cyber Security Center mengatakan bahwa pihaknya bekerja "sepanjang waktu" untuk memerangi ancaman online itu.

"Kami telah melihat peningkatan proporsi serangan siber terkait dengan virus Corona dan para ahli kami bekerja sepanjang waktu untuk membantu organisasi yang menjadi sasaran," ucap juru bicara National Cyber Security Center.

Peretas mencoba mengakses email dan layanan lainnya. Namun, tidak ada serangan yang dikatakan telah berhasil.

"Sepertinya mereka mencoba mencuri atau meminjam informasi tentang tanggapan kita terhadap virus Corona," tulis sumber Whitehall, seperti dikutip laman The Sun, Senin (4/5/2020).

Tobias Ellwood selaku Ketua Komite Pertahanan mengatakan, Inggris seharusnya tidak ragu-ragu membalas dengan tepat jika serangan seperti itu dikaitkan kembali negara-negara musuh.

"Gangguan global Covid-19 memberikan kabut perang yang sempurna untuk melakukan serangan dunia maya. Terutama ketika berhubungan dengan vaksin," ucap Tobias Ellwood.

Inggris merupakan salah satu negara terkemuka dalam penemuan vaksin Covid-19. Oxford dan Imperial dilaporkan telah memulai uji coba vaksin pada manusia.

Penelitian ini dipercepat dengan bantuan dana jutaan pound sterling dari pemerintah pusat. para ilmuwan yakin vaksin dapat diproduksi pada September mendatang.

Baca Juga: Ilmuwan Kembangkan Antibiotik Baru untuk Infeksi Paru karena Covid-19

Ilustrasi data pribadi. [Shutterstock]
Ilustrasi data pribadi. [Shutterstock]

Para ahli telah memperingatkan bahwa layanan kesehatan sangat rentan terhadap serangan siber saat ini, mengingat serangan ransomware WannaCry yang terjadi pada 2017 dan menargetkan NHS (National Health Service) Inggris.

Sementara itu, beberapa bulan yang lalu para pakar dunia maya memperingatkan bahwa para penjahat mengeksploitasi krisis dengan gelombang serangan baru.

Government Communications Headquarters (GCHQ) juga memperingatkan warga Inggris untuk mewaspadai penipuan phishing dan trik online lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI