Punya Lapisan Kabut Heksagon, Saturnus Menyimpan Badai Super Mematikan

Agung Pratnyawan, Rezza Dwi Rachmanta

Rabu, 20 Mei 2020 | 04:00 WIB
Punya Lapisan Kabut Heksagon, Saturnus Menyimpan Badai Super Mematikan
Saturnus, Titan, dan wahana antariksa Cassini (NASA/Shutterstock).

Suara.com - Tak banyak yang tahu, Saturnus ternyata menyimpan badai luar biasa yang berada di bawah awan berbentuk heksagonal.

Mekanisme pasti untuk bentuk yang tidak biasa ini masih belum jelas tetapi ilmuwan memiliki beberapa ide tentang itu.

Para peneliti berpikir bahwa wilayah tersebut memiliki sistem lapisan kabut yang paling luas yang pernah diamati di Tata Surya.

Kutub Utara dan juga lingkungan Saturnus mungkin bisa dikategorikan sebagai salah satu tempat paling berbahaya di Tata Surya.

Planet Saturnus yang memiliki luas 10 kali lebih besar dari Bumi ternyata menyimpan deretan badai mematikan.

Ilustrasi artistik saat Cassini mengorbit Saturnus. (NASA)
Ilustrasi artistik saat Cassini mengorbit Saturnus. (NASA)

Penelitian awal mengenai Saturnus bahkan menyebutkan bahwa planet ini memiliki petir raksasa di mana kekuatannya 1.000 kali lebih besar jika dibandingkan petir di Bumi.

Dalam menganalisa dan melakukan hipotesa baru, ilmuwan menggunakan data yang direkam oleh pesawat luar angkasa Cassini di tahun 2015 dan data tambahan dari teleskop Hubble.

Gambar resolusi tinggi yang diambil oleh misi Cassini telah mengungkapkan lapisan-lapisan dalam struktur gelombang aneh yang mengelilingi Kutub Utara Saturnus.

Awan yang berada di atas Kutub Utara Saturnus berbentuk heksagon yang berarti kisa bisa melihat pola hampir sempurna dari suatu segi enam pada pucuk planet.

baca juga

Suhu di Saturnus yang mampu menciptakan badai super besar juga tak main-main.

Komposisi kimianya eksotis bagi kita karena suhu rendah di atmosfer Saturnus berkisar antara 120 dan 180 derajat Celcius di bawah nol.

Bentuk Heksagon pada kabut dan awan Satunus saat direkam melalui Cassini dengan instrumen Imaging Science Subsystem. (NASA)
Bentuk Heksagon pada kabut dan awan Satunus saat direkam melalui Cassini dengan instrumen Imaging Science Subsystem. (NASA)

Pada bagian kutub, terdapat aliran jet super cepat di dalam gelombang planet raksasa di mana angin mencapai kecepatan maksimum sekitar 400 kilometer per jam.

Pola heksagon ternyata menyimpan tujuh lapisan kabut yang bertumpuk di atas awan, dengan setiap lapisan berkisar antara 7 dan 18 kilometer tebalnya.

"Gambar-gambar Cassini telah memungkinkan kita untuk menemukan bahwa, seperti sandwich yang telah dibentuk, segi enam memiliki sistem berlapis-lapis setidaknya tujuh lapisan kabut yang memanjang dari puncak awan ke ketinggian lebih dari 300 km di atas mereka," kata penulis penelitian bernama Profesor Agustín Sánchez-Lavega dari University of the Basque Country dalam rilis resminya.

Penelitian mengenai pola heksagon pada Kutub Utara Saturnus telah diterbitkan di jurnal Nature Communication.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Sebut Mars Masih Aktif Secara Vulkanik

Ilmuwan Sebut Mars Masih Aktif Secara Vulkanik

Tekno | Jum'at, 15 Mei 2020 | 15:45 WIB

Ilmuwan Ungkap Tempat Berlindung Astronot Pertama di Mars

Ilmuwan Ungkap Tempat Berlindung Astronot Pertama di Mars

Tekno | Kamis, 14 Mei 2020 | 14:15 WIB

Sangat Mirip Bumi, Planet Ini Pukau Ilmuwan

Sangat Mirip Bumi, Planet Ini Pukau Ilmuwan

Tekno | Rabu, 13 Mei 2020 | 18:41 WIB

Terkini

Delegasi ARLI ke China, Bahas Masa Depan Industri Rumput Laut Indonesia

Delegasi ARLI ke China, Bahas Masa Depan Industri Rumput Laut Indonesia

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:30 WIB

'Cheat Code' Beli Motor Baru: Hanya Main Aplikasi, Harga Vario 125 Street Berubah Jadi Rp5 Jutaan

'Cheat Code' Beli Motor Baru: Hanya Main Aplikasi, Harga Vario 125 Street Berubah Jadi Rp5 Jutaan

Otomotif | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:18 WIB

Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi

Kali Harun Menyusut Jadi 1 Meter, 4 Rumah Jadi Kendala Normalisasi

Bekaci | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:11 WIB

Moisturizer Skintific Vitamin C untuk Kulit Apa? Cek Manfaat dan Review-nya

Moisturizer Skintific Vitamin C untuk Kulit Apa? Cek Manfaat dan Review-nya

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:11 WIB

ANTM Masih Kaji Rencana Buyback Saham

ANTM Masih Kaji Rencana Buyback Saham

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:07 WIB

Ulasan Panggung untuk Palestina: Novel Anak yang Ajari Peduli dan Empati

Ulasan Panggung untuk Palestina: Novel Anak yang Ajari Peduli dan Empati

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:06 WIB

Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak

Pertina Akui Sulit Cari Bibit Petinju Kelas Berat, Berharap MBG Bantu Tumbuh Kembang Anak

Bekaci | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:05 WIB

Apa Jabatan Inayah Wahid di Greenpeace? Punya Peran Penting di Aksi Bundaran HI

Apa Jabatan Inayah Wahid di Greenpeace? Punya Peran Penting di Aksi Bundaran HI

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:02 WIB

10 Website Freelancer Remote dengan Gaji Dolar, Bisa Dilamar Tanpa Syarat Ijazah

10 Website Freelancer Remote dengan Gaji Dolar, Bisa Dilamar Tanpa Syarat Ijazah

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01 WIB

Kualitas Udara Jakarta Jadi Sorotan Saat Jakarta Marathon 2026, Begini Kata Pramono Anung

Kualitas Udara Jakarta Jadi Sorotan Saat Jakarta Marathon 2026, Begini Kata Pramono Anung

Jakarta | Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:00 WIB

×