Untuk Hidup Lebih Lama di Mars, Ilmuwan Berencana Mengubah DNA Manusia

Agung Pratnyawan, Rezza Dwi Rachmanta

Sabtu, 23 Mei 2020 | 06:00 WIB
Untuk Hidup Lebih Lama di Mars, Ilmuwan Berencana Mengubah DNA Manusia
Planet Mars. [Shutterstock]

Suara.com - Agar manusia bisa bertahan hidup lebih lama dan koloni manusia di Mars bisa tercipta, ilmuwan berencana mengubah DNA manusia melalui penelitian khusus.

NASA berharap bahwa astronot dapat mendarat di Mars pada tahun 2030-an.

Sementara perusahaan antariksa swasta milik Elon Musk, SpaceX, ingin membuat koloni manusia di Mars pada tahun 2050.

Pada sebuah seminar online yang diadakan pekan lalu, salah seorang ilmuwan terkemuka berpendapat bahwa para calon pemukim perlu "diedit gennya" agar bisa hidup lebih lama.

"Pengeditan DNA mungkin perlu dilakukan jika orang ingin hidup, bekerja, berkembang dan membangun keluarga mereka di Mars," kata Kennda Lynch seorang astrobiologi di Lunar and Planetary Institute, Houston pada webinar yang diadakan oleh New York Academy of Science.

Sebuah ilustrasi visual dari beruang air atau tardigrada. (Shutterstock)
Sebuah ilustrasi visual dari beruang air atau tardigrada. (Shutterstock)

Sebagai referensi, di luar angkasa sangat berbahaya bagi manusia karena gaya berat mikro dapat memperburuk tulang manusia serta radiasi kosmos yang bahkan bisa menyebabkan kanker.

Dikutip dari Space, peningkatan dan rekayasa genetik tidak terbatas pada novel fiksi ilmiah saja.

Sebagai contoh, para ilmuwan telah memasukkan gen dari tardigrada, sejenis makhluk kecil, yang ukurannya lebih kecil dari sebutir garam.

Tardigrada merupakan hewan mikroskopis dengan julukan "beruang air" di mana mereka terkenal tangguh dalam ruang hampa udara.

baca juga

Sel tardigrada telah berhasil dimasukkan ke dalam sel manusia dan diamati di laboratorium.

"Sel-sel rekayasa genetika menunjukkan resistensi yang lebih besar terhadap radiasi daripada sel-sel normal mereka," kata Christopher Mason, ahli genetika dari Cornell University.

Planet Mars. (Wikipedia/NASA)
Planet Mars. (Wikipedia/NASA)

Dikutip dari The Sun, pengeditan DNA pada astronot dapat membantu mereka menanggung rentetan radiasi kosmik dan lingkungan ekstrem pada permukaan planet Mars.

Satu-satunya cara lain untuk bertahan hidup dari hal-hal ekstrem tersebut adalah "terraforming", sebuah proses di mana para ilmuwan mengubah secara permanen iklim sebuah planet.

Kemajuan terbaru dalam biologi sintetis menandai masa depan di mana "mikroba perancang" membantu penjajah membangun pijakan di Planet Merah.

Beberapa peneliti dan pendukung eksplorasi bahkan menyarankan penggunaan mikroba perancang untuk mengubah bentuk Mars, mengubahnya menjadi dunia yang jauh lebih nyaman bagi manusia.

Ilustrasi desain markas manusia di Mars. (Twitter/ ElonMusk)
Ilustrasi desain markas manusia di Mars. (Twitter/ ElonMusk)

Ahli genetika Universitas Harvard, Profesor George Church menjelaskan bahwa lebih dari 40 gen lain yang dapat bermanfaat bagi astronot telah dilacak dan diteliti oleh ilmuwan.

Salah satu gen yang ditemukan di Tibet, bahkan memungkinkan mereka berfungsi di puncak gunung, di mana kondisinya sangat sedikit oksigen.

Meski terlihat sangat prospek di masa depan, pengubahan dan rekayasa genetika pada DNA manusia untuk membuat kita menjadi "manusia super" dan mewujudkan koloni di Mars masih menjadi perdebatan di antara ilmuwan.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Punya Lapisan Kabut Heksagon, Saturnus Menyimpan Badai Super Mematikan

Punya Lapisan Kabut Heksagon, Saturnus Menyimpan Badai Super Mematikan

Tekno | Rabu, 20 Mei 2020 | 04:00 WIB

Ilmuwan Sebut Mars Masih Aktif Secara Vulkanik

Ilmuwan Sebut Mars Masih Aktif Secara Vulkanik

Tekno | Jum'at, 15 Mei 2020 | 15:45 WIB

Sangat Mirip Bumi, Planet Ini Pukau Ilmuwan

Sangat Mirip Bumi, Planet Ini Pukau Ilmuwan

Tekno | Rabu, 13 Mei 2020 | 18:41 WIB

Terkini

Bela Pernyataan Prabowo, Pigai Tegaskan Pakar Tak Boleh Abaikan Kebaikan Pemerintah

Bela Pernyataan Prabowo, Pigai Tegaskan Pakar Tak Boleh Abaikan Kebaikan Pemerintah

News | Selasa, 22 September 2026 | 18:47 WIB

Draf RUU Ketenagakerjaan Buntu, 50 Ribu Buruh Bakal Turun Aksi di Bundaran HI 24 September

Draf RUU Ketenagakerjaan Buntu, 50 Ribu Buruh Bakal Turun Aksi di Bundaran HI 24 September

News | Selasa, 22 September 2026 | 18:45 WIB

Data Center Menjamur, Kebutuhan Listrik RI Makin Tertekan

Data Center Menjamur, Kebutuhan Listrik RI Makin Tertekan

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 18:40 WIB

Gubernur Lampung Instruksikan Pangkas Izin Perumahan: Atasi Backlog Tak Cukup Andalkan Bedah Rumah

Gubernur Lampung Instruksikan Pangkas Izin Perumahan: Atasi Backlog Tak Cukup Andalkan Bedah Rumah

Lampung | Selasa, 22 September 2026 | 18:39 WIB

Kabut Asap Kepung Tembilahan: Ratusan Warga Terserang ISPA, Siswa Pakai Masker

Kabut Asap Kepung Tembilahan: Ratusan Warga Terserang ISPA, Siswa Pakai Masker

Riau | Selasa, 22 September 2026 | 18:37 WIB

Jejak Rasuah Sirajudin Lasena Diduga Dimulai Sejak Jabat Pj Bupati Bolmut, Raup Belasan Miliar

Jejak Rasuah Sirajudin Lasena Diduga Dimulai Sejak Jabat Pj Bupati Bolmut, Raup Belasan Miliar

News | Selasa, 22 September 2026 | 18:36 WIB

Art Jakarta 2026 Hadir 2-4 Oktober, Libatkan 75 Galeri dari Indonesia dan Mancanegara

Art Jakarta 2026 Hadir 2-4 Oktober, Libatkan 75 Galeri dari Indonesia dan Mancanegara

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 18:29 WIB

Minta Pakar Objektif Soal Kebijakan Pemerintah, Pigai: Saya Disuruh Turun Tidak Masalah, Tapi...

Minta Pakar Objektif Soal Kebijakan Pemerintah, Pigai: Saya Disuruh Turun Tidak Masalah, Tapi...

News | Selasa, 22 September 2026 | 18:27 WIB

Terorisme Ekologi Ala Prabowo, Mampukah Setop Karhutla di Indonesia?

Terorisme Ekologi Ala Prabowo, Mampukah Setop Karhutla di Indonesia?

News | Selasa, 22 September 2026 | 18:26 WIB

Review Buku This Book Is Seriously Silly!: Belajar Interaktif Lewat Ubur-Ubur Konyol

Review Buku This Book Is Seriously Silly!: Belajar Interaktif Lewat Ubur-Ubur Konyol

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 18:24 WIB

×