Kita juga akan menemukan semacam Gold, Battle Point dan Diamond untuk membeli hero atau atribut lain. Bedanya, Lokapala menyebut Diamond sebagai Citrine.
Pada tampilan awal, kita akan menjumpai 4 menu utama yaitu Preparation (penyesuaian item, mantra atau spell), Mission (penyelesaian Quest), Yantra (semacam Emblem), dan Ksatriya (daftar para hero).
Tampilan awal pada halaman muka Lokalapa membuat kami terpesona. Terdapat efek 3D dari sebuah hero yang sedang memandang dan berayun.
Bahkan ketika kami melihat daftar hero atau Ksatriya, masih ada efek 3D pada setiap hero yang kita mainkan.
Kita bisa memutar bagian tubuh hero sehingga tampilan depan dan belakang Ksatriya dapat terlihat jelas. Efek 3D seperti ini bahkan tidak ada di MOBA sebelah.

Lokapala mempertahankan jenis hero seperti MOBA pada umumnya. Deretan hero terbagi menjadi beberapa jenis yaitu Tank, Fighter, Marksman, Mage, Assassin dan Support.
Ekspektasi kami cukup tinggi ketika berada tampilan interface di bagian awal. Namun ketika kami terjun ke Swaka, ekspektasi kami menurun cukup tajam.
Proses Match Making berjalan cukup baik, meski durasinya agak lama jika dibandingkan MOBA lainnya. Hal tersebut cukup dimaklumi mengingat Lokapala baru memiliki 100 ribu pemain dan MOBA sebelah sudah mempunyai lebih dari 100 juta pemain.
Meski begitu, terjadi peningkatan pada proses Match Making jika dibandingkan pada masa Open Beta. Ketika kami memainkannya pada Februari, proses Match Making bahkan berjalan lebih dari 4 menit, sebuah waktu yang bisa kami gunakan untuk membuat mi instan.

Arena pertarungan pada Swaka cenderung menghasilkan nuansa yang lebih gelap. Rerumputan berwarna ungu pada masa Open Beta kini diganti dengan tanaman seperti jamur.
Namun itu tidak membuat efek gelap menjadi hilang dan menurut kami tanaman-tanaman ini cukup aneh.
Di luar efek tanaman, Lokapala cukup jenius dalam menghadirkan sensasi "Dota 2" dalam bentuk mobile. Kami melihat semacam Rune yang ada di sungai, meski kami tak bisa mengambilnya.
Terdapat juga fitur Buyback (maksimal 3 kali) yang cukup mirip dengan Dota 2 dan AoV, hanya saja Buyback tidak menggunakan koin.
Kami juga dibuat cukup terkesima dengan atribut Vahana yang memunculkan semacam "awan Kinton" milik Goku untuk "terbang" dan menambah Movement Speed.
Hanya saja dan patut disayangkan, efek skill yang ada ketika bertarung terlihat "kurang greget". Skill yang ada lebih terlihat semacam cahaya yang berseliweran saja.
Dalam hal ini, kami berpendapat bahwa Lokapala harus meningkatkan efek-efek skill-nya pada update mendatang. Konsep Lokapala sebenarnya sudah bagus dan bahkan bisa mengungguli MOBA sebelah.
Namun masih terdapat sedikit lag saat melakukan spam skill pada beberapa hero Melee (tipe hero Fighter dan Tank). Kami menggunakan 2 gadget untuk memainkannya yaitu Redmi 8A Pro (RAM 2 GB, chipset Snapdragon 439) dan Asus Zenfone Max Pro M1 (RAM 4 GB, chipset Snapdragon 636).
Pada HP dengan RAM lebih kecil, kami menemukan cukup banyak lag, terutama ketika sedang War.
Berikut kelebihan dan kekurangan pada game Lokapala:
Kelebihan:
1. Efek 3D pada tampilan pembuka hero.
2. Konsep permainan dan jalan cerita cukup bagus karena mengangkat kebudayaan Indonesia.
3. Terdapat fitur-fitur tambahan seperti Vahana dan Buyback.
Kekurangan:
1. Proses Match Making cenderung agak lama.
2. Masih banyak lag, terutama pada HP dengan RAM lebih kecil dari 4 GB.
3. Efek skill dengan animasi yang kurang tajam.
4. Ketika pertama kali log-in, kami sempat kesulitan dan beberapa kali mengalami crash dan stuck.
Kesimpulan

Mengingat industri game Indonesia yang masih belum sebagus beberapa negara seperti China, Amerika Serikat atau Eropa, kehadiran game Lokapala mampu menembus batas-batas yang ada dengan animasi tampilan awal cukup baik. Kami memberikan skor 150 poin (dari skor 100 poin) untuk game lokal dengan konsep sangat bagus ini.
Namun, jika melihat persaingan MOBA lainnya dan permasalahan animasi, isu lag, serta efek skill yang belum maksimal, kami memberikan poin 70 dari 100 poin penilaian.
Untuk bisa bersaing dengan MOBA atau mungkin mempertahankan hype MOBA, Lokapala sepertinya harus menembus setidaknya 80 hingga 90 poin dalam penilaiannya.
Namun jika permasalahan pada isu lag, efek skill dioptimalkan dan eror yang ada bisa diminimalisir, kami sangat yakin bahwa Lokapala bisa bersaing dengan game MOBA lainnya buatan dari luar negeri.