PP Tunas Batasi Anak Main Medsos, Menteri PPPA Usul Balik ke Permainan Tradisional

Dicky Prastya

Rabu, 11 Maret 2026 | 22:50 WIB
PP Tunas Batasi Anak Main Medsos, Menteri PPPA Usul Balik ke Permainan Tradisional
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi. [Suara.com/Lilis]
baca 10 detik
  • Menteri PPPA mengusulkan permainan tradisional sebagai solusi pengganti penggunaan gadget bagi anak di bawah 16 tahun.
  • Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9/2026 menunda akses akun anak di bawah 16 tahun pada media sosial berisiko tinggi.
  • Implementasi penonaktifan akun anak pada platform berisiko tinggi dijadwalkan akan dimulai secara bertahap pada 28 Maret 2026.

Suara.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengusulkan agar anak-anak kembali ke permainan tradisional setelah adanya Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 yang merupakan aturan turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).

PP Tunas adalah peraturan yang melarang anak-anak berusia di bawah 16 tahun menggunakan media sosial. Maka dari itu, Arifah mengusulkan agar regulasi ini tak hanya melarang, tapi juga memberikan solusi.

"Karena anak-anak ini tidak bisa hanya dilarang, tapi harus dikasih solusinya. 'Kalau aku tidak boleh main gadget, apa yang harus dilakukan?' Maka salah satu yang kami tawarkan adalah pemanfaatan memaksimalkan permainan tradisional yang berbasis kearifan lokal," katanya dalam konferensi pers PP Tunas yang digelar di Kantor Kementerian Komunikasi dan DIgital (Komdigi), Rabu (11/3/2026).

Ilustrasi permainan tradisional [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Ilustrasi permainan tradisional [SuaraSulsel.id/Istimewa]

Menteri PPPA menyatakan kalau permainan tradisional ini memiliki filosofi yang sangat tinggi dalam membangun karakter anak Indonesia. Sebab permainan itu tidak hanya dilakukan sendiri, tapi berdua hingga 10 orang.

"Di situ ditanamkan bagaimana anak-anak harus antri, harus menghargai, tidak boleh curang, dan tanpa disadari di permainan tradisional ini menanamkan nilai-nilai Pancasila," lanjutnya.

Lebih lanjut ia menilai kalau anak-anak tidak pernah melihat latar belakang masing-masing dari mereka. Makanya, mereka bakal tetap bisa untuk bermain bersama, yang diklaimnya sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.

"Apapun agamanya, apapun latar belakang budayanya, mereka akan tetap bermain bersama. Mungkin ini bisa menjadi salah satu solusi mengurangi penggunaan gadget buat anak-anak," jelasnya.

Aturan turunan PP Tunas

Sebelumnya Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 sebagai aturan pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Peraturan ini menjadi pedoman teknis bagi platform digital dalam menjalankan kewajiban perlindungan anak di ruang digital.

baca juga

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan penerbitan peraturan ini merupakan langkah konkret negara untuk memastikan anak-anak Indonesia terlindungi dari berbagai risiko di internet.

Konferensi pers PP Tunas di Kantor Komdigi, Jakarta, Rabu (11/3/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Konferensi pers PP Tunas di Kantor Komdigi, Jakarta, Rabu (11/3/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]

“Hari ini, kami mengeluarkan Peraturan Menteri turunan dari PP TUNAS. Melalui peraturan ini, pemerintah menunda akses akun anak di bawah 16 tahun pada platform digital berisiko tinggi termasuk media sosial dan layanan jejaring,” ujar Meutya di Jakarta Pusat, Jumat (06/03/2026).

Menurut Meutya, anak-anak Indonesia saat ini menghadapi berbagai ancaman serius di ruang digital.

“Anak-anak kita menghadapi ancaman yang semakin nyata, seperti paparan pornografi, perundungan siber, hingga penipuan online. Pemerintah hadir agar orang tua tidak lagi bertarung sendirian menghadapi kekuatan algoritma,” timpal dia.

Melalui Peraturan Menteri ini, pemerintah juga menetapkan tahapan implementasi kebijakan pelindungan anak di platform digital.

Tahap implementasi akan dimulai pada 28 Maret 2026 dengan langkah penonaktifan akun anak di bawah usia 16 tahun pada platform digital berisiko tinggi sesuai ketentuan yang berlaku.

Pada tahap awal, kebijakan ini diterapkan pada platform berisiko tinggi, khususnya media sosial dan layanan jejaring, yang meliputi YouTube, TikTok, Facebook, Threads, Instagram, X, Bigo Live, dan Roblox.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai PP Tunas, Kemendikdasmen Terbitkan Aturan Batasi Gawai untuk Anak Sekolah

Usai PP Tunas, Kemendikdasmen Terbitkan Aturan Batasi Gawai untuk Anak Sekolah

Tekno | Rabu, 11 Maret 2026 | 22:18 WIB

PP Tunas Terbit, Komdigi Klaim Bisa Lindungi 70 Juta Anak di Bawah Umur dari Medsos

PP Tunas Terbit, Komdigi Klaim Bisa Lindungi 70 Juta Anak di Bawah Umur dari Medsos

Tekno | Rabu, 11 Maret 2026 | 21:41 WIB

Ada PP Tunas, Mendagri Janjikan Insentif ke Pemda Jika Batasi Anak Main Medsos

Ada PP Tunas, Mendagri Janjikan Insentif ke Pemda Jika Batasi Anak Main Medsos

Tekno | Rabu, 11 Maret 2026 | 16:03 WIB

Viral Bocah 6 Tahun Menangis Histeris Usai Komdigi Batasi Akses Roblox, Reaksinya Realistis Banget

Viral Bocah 6 Tahun Menangis Histeris Usai Komdigi Batasi Akses Roblox, Reaksinya Realistis Banget

Entertainment | Rabu, 11 Maret 2026 | 15:03 WIB

Orang Tua, Hati-Hati! Ada Kartun Tak Senonoh Berseliweran di YouTube Short dan Instagram

Orang Tua, Hati-Hati! Ada Kartun Tak Senonoh Berseliweran di YouTube Short dan Instagram

Entertainment | Rabu, 11 Maret 2026 | 13:14 WIB

Jelang Rilis Film Na Willa, Ryan Adriandhy Takut Bikin Penonton Anak-Anak Kecewa

Jelang Rilis Film Na Willa, Ryan Adriandhy Takut Bikin Penonton Anak-Anak Kecewa

Entertainment | Selasa, 10 Maret 2026 | 21:30 WIB

Terkini

7 Arti Mimpi Menjadi Imam Sholat Berjamaah Menurut Islam

7 Arti Mimpi Menjadi Imam Sholat Berjamaah Menurut Islam

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:50 WIB

Gagal Raih Ballon d'Or 2026, Thierry Henry Sindir Lamine Yamal Bikin Bintang Barcelona Salah Tingkah

Gagal Raih Ballon d'Or 2026, Thierry Henry Sindir Lamine Yamal Bikin Bintang Barcelona Salah Tingkah

Bola | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:49 WIB

Operasi Patuh 2026 Incar Pengendara yang Manipulasi Pelat Nomor demi Hindari ETLE

Operasi Patuh 2026 Incar Pengendara yang Manipulasi Pelat Nomor demi Hindari ETLE

Otomotif | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:48 WIB

The One About Matthew Perry: Menguak Sisi Lain Bintang Friends Lawan Kecanduan

The One About Matthew Perry: Menguak Sisi Lain Bintang Friends Lawan Kecanduan

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:47 WIB

Apakah Aman Membiarkan Charger HP Tertancap di Stop Kontak Terus Menerus?

Apakah Aman Membiarkan Charger HP Tertancap di Stop Kontak Terus Menerus?

Tekno | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:39 WIB

Sudah Terjadi Sejak 2009, Warga Berau Geram Pemadaman Listrik Kembali Berlanjut

Sudah Terjadi Sejak 2009, Warga Berau Geram Pemadaman Listrik Kembali Berlanjut

Kaltim | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:38 WIB

Kabar Baik! Tiket Pesawat Natal dan Tahun Baru Bakal Turun hingga 13 Persen

Kabar Baik! Tiket Pesawat Natal dan Tahun Baru Bakal Turun hingga 13 Persen

Sumut | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:37 WIB

5 Kebiasaan Malam Hari yang Bisa Mengganggu Kesehatan Ginjal, Jangan Disepelekan!

5 Kebiasaan Malam Hari yang Bisa Mengganggu Kesehatan Ginjal, Jangan Disepelekan!

Sumut | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:35 WIB

Persija Dituntut Juara, Rizky Ridho Kesal Rumput JIS Tak Kunjung Beres dari Tahun ke Tahun

Persija Dituntut Juara, Rizky Ridho Kesal Rumput JIS Tak Kunjung Beres dari Tahun ke Tahun

Bola | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:34 WIB

Deretan Fakta Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026: Ikuti Jejak Matthias Sammer dan Michael Owen

Deretan Fakta Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026: Ikuti Jejak Matthias Sammer dan Michael Owen

Bola | Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:33 WIB

×