Wadidaw! Awan Debu Besar dari Gurun Sahara Bisa Hantam AS Minggu Depan

Dythia Novianty, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 19 Juni 2020 | 13:15 WIB
Wadidaw! Awan Debu Besar dari Gurun Sahara Bisa Hantam AS Minggu Depan
Awan debu raksasa bakal menghantam AS. [NOAA]

Suara.com - Awan debu raksasa dari Gurun Sahara diamati sedang menuju ke barat, melintasi Samudera Atlantik dan bisa menghantam Amerika Serikat pada awal minggu depan.

Satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), menangkap gambar debu yang bertiup barat Afrika pada 7 Juni.

Layanan Cuaca Nasional Houston telah memperkirakan awan debu besar Sahara akan terus bermigrasi melintasi Atlantik minggu ini, mencapai Karibia dan Teluk Meksiko, kemudian akan pindah ke Texas Tenggara pada 23 Juni mendatang.

Perkiraan dari GEOS-5 NASA juga menyebut awan debu ini bisa mengenai bagian Florida dan Louisanna pada sekitar waktu yang sama.

"Jika debu mencapai daerah itu, kami memprediksi langit akan berubah merah saat Matahari terbit dan terbenam selama beberapa hari dan mungkin juga cuaca yang lebih kering," tulis Layanan Cuaca Nasional Houston dalam sebuah cuitan pada 16 Juni, seperti dikutip IFL Science, Jumat (19/6/2020).

Aliran debu gurun yang sangat besar bergerak di sepanjang Saharan Air Layer atau Lapisan Udara Sahara, sebuah lapisan udara panas dan kering bergerak sekitar 10 hingga 25 meter per detik yang seringkali menutupi udara permukaan Samudra Atlantik yang lebih dingin dan lebih lembab.

Saharan Air Layer biasanya landai pada pertengahan Juni, memuncak selama musim panas, dan memompa ledakan aktivitas di Atlantik Utara setiap tiga hingga lima hari.

Gurun Sahara.

Saharan Air Layer juga cenderung menekan aktivitas badai. Tetapi anehnya, debu Sahara pun dapat memicu mekarnya alga beracun di Amerika Utara.

Penelitian NASA pada 2001 menemukan awan debu Sahara dapat menaburkan air yang mengandung zat besi di lepas pantai Florida Barat, yang mengawali mekarnya ganggang beracun.

baca juga

Selain air berubah menjadi warna merah, mekarnya ganggang beracun juga dapat membunuh sejumlah besar ikan, kerang, mamalia laut, burung, dan menyebabkan masalah kulit dan pernapasan pada manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Tahun 2070, Suhu Dunia Setara dengan Gurun Sahara

Studi: Tahun 2070, Suhu Dunia Setara dengan Gurun Sahara

Health | Kamis, 07 Mei 2020 | 17:45 WIB

Bahaya! Suhu Bumi Akan Naik 7,5 Derajat 2070 jika Tak Dikendalikan

Bahaya! Suhu Bumi Akan Naik 7,5 Derajat 2070 jika Tak Dikendalikan

Tekno | Kamis, 07 Mei 2020 | 05:45 WIB

6 Momen Seru Nikita Willy di Marrakesh, Naik Unta Keliling Gurun Sahara

6 Momen Seru Nikita Willy di Marrakesh, Naik Unta Keliling Gurun Sahara

Entertainment | Selasa, 15 Oktober 2019 | 14:32 WIB

Kerja Sama dengan NOAA, BMKG Bisa Prediksi Iklim 3 Bulan ke Depan

Kerja Sama dengan NOAA, BMKG Bisa Prediksi Iklim 3 Bulan ke Depan

Tekno | Rabu, 14 Agustus 2019 | 02:05 WIB

Penelitian Mengungkap Hewan Laut Misterius di Gurun Sahara

Penelitian Mengungkap Hewan Laut Misterius di Gurun Sahara

Tekno | Minggu, 14 Juli 2019 | 08:03 WIB

Menurut NASA dan NOAA, Jaringan 5G Bisa Sebabkan Masalah Berbahaya Ini

Menurut NASA dan NOAA, Jaringan 5G Bisa Sebabkan Masalah Berbahaya Ini

Tekno | Minggu, 26 Mei 2019 | 16:09 WIB

Terkini

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:57 WIB

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:38 WIB

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:06 WIB

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:54 WIB

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:24 WIB

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:10 WIB

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:48 WIB

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:42 WIB

×