Mengapa Pasien Meninggal Akibat Covid-19 Lebih Banyak Pria?

Deutsche Welle Suara.Com
Kamis, 02 Juli 2020 | 11:05 WIB
Mengapa Pasien Meninggal Akibat Covid-19 Lebih Banyak Pria?
[DW Indonesia].

Suara.com - Virus corona menyerang siapa saja dengan kemungkinan sama, lelaki atau perempuan. Tapi pria cenderung menderita kasus lebih berat dan kemungkinan lebih besar meninggal akibat Covid-19. DW mencari penjelasan logisnya.

Sejak awal pandemi, sejumlah penyebab logis dikedepankan, untuk menjelaskan mengapa lelaki cenderung menderita lebih berat jika terinfeksi virus corona SARS-CoV-2.

Lelaki tidak terlalu memperhatikan kesehatannya, merokok lebih banyak atau lebih banyak mengkonsumsi makanan tak bergizi.

Berdasar teori itu, generasi lebih tua khususnya, mengikuti pola hidup tidak sehat. Sebagai tambahan, lelaki secara umum menunggu lebih lama sebelum datang ke dokter.

Data yang dihimpun dari lebih 20 negara oleh Global Health 50/50 mengonfirmasi, kasus infeksi virus corona pada wanita sama banyaknya dengan pria. Namun, lelaki kemungkinan menderita bentuk Covid-19 yang lebih gawat dan meninggal akibat infeksinya.

Rasio kematian berdasarkan jenis kelamin adalah sepertiga pada perempuan dan duapertiga pada lelaki. Salah satu faktor yang pasti adalah prevalensi lebih besar dari kondisi riwayat penyakit pada pria.

Misalnya, pria lebih sering mengidap penyakit kardiovaskular dan lebih sering meninggal akibat penyakit ini dibanding perempuan. Faktor menentukan lainnya adalah struktur usia.

Lembaga monitoring penyakit menular di Jerman, Robert Koch Institut (RKI) melaporkan, setidaknya jumlah lelaki yang meninggal dua kali lipat dibanding wanita, pada kelompok umur antara 70 sampai 79 tahun.

Namun, RKI tidak bisa menjelaskan alasan bagi kasus kematian terkait perbedaan jenis kelamin ini.

Baca Juga: Bergandengan Tangan, Pasangan Terinfeksi Covid-19 ini Meninggal Bersama

Reseptor ACE2 sebagai faktor kunci?

Reseptor ACE2 kemungkinan juga memainkan peranan penting, karena berfungsi sebagai jalan masuk virus corona yang memicu Covid-19, SARS, dan MERS.

“Lelaki juga lebih banyak terinfeksi MERS, ujar Bernhard Zwissler, direktur bagian anaesthesiology LMU Klinikum di München.

Hasil sebuah riset University Medical Center Groningen menemukan, reseptor ACE2 ini konsentrasinya lebih tinggi pada lelaki.

Para peneliti menemukan perbedaan reseptor ini berdasar perbedaan gender, saat melakukan penelitian korelasi antara konsentrasi ACE2 dengan penyakit gagal jantung kronis.

Zwissler menyebutkan, para peneliti saat ini sedang menyelidiki, apakah pemberian inihibitor ACE sebagai obat anti hipertensi menyebabkan meningkatnya formasi reseptor ACE2 di dalam sel, dan membuatnya makin mudah terkena infeksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI