Terinfeksi Covid-19 Bisa Picu Ereksi Lebih dari Empat Jam

Dythia Novianty | Tivan Rahmat
Terinfeksi Covid-19 Bisa Picu Ereksi Lebih dari Empat Jam
Ilustrasi virus corona. [Shutterstock]

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa Covid-19 dapat menyebabkan priapisme.

Suara.com - Penelitian terbaru menunjukkan bahwa Covid-19 dapat menyebabkan priapisme, kondisi ereksi pada penis lelaki berlangsung lebih dari empat jam.

Seorang lelaki berusia 62 tahun yang tidak dikenal dari Perancis menderita kondisi ini ketika menerima perawatan di rumah sakit setelah terinfeksi virus corona.

Ereksi berkelanjutan itu disebabkan oleh darah yang terperangkap di penis, karena Covid-19 juga mengakibatkan pembekuan darah di area alat vital lelaki tersebut. Pembekuan darah atau trombosis sendiri telah dilaporkan sebagai komplikasi berbahaya yang dialami sepertiga pasien yang terinfeksi Covid-19.

Ketika terjadi pembekuan darah, maka darah akan menggumpal dan memblokir arteri atau vena. Selanjutnya, penyumbatan ini bisa memicu serangan jantung fatal, stroke, hingga priapisme.

Ilustrasi seorang lelaki mengalami ereksi. [Shutterstock]
Ilustrasi seorang lelaki mengalami ereksi. [Shutterstock]

Sebagaimana melansir laman Dailymail, Jumat (3/7/2020), berdasarkan keterangan dokter yang menangani kasus ini, apa yang dialami kakek 62 tahun tersebut diyakini sebagai kasus priapisme pertama yang dipicu oleh infeksi Covid-19.

Beruntung, pasien meninggalkan perawatan intensif setelah menghabiskan waktu selama dua minggu dengan alat bantu ventilator. Sekarang, ia pun berangsur pulih.

Dokter di Centre Hospitalier de Versailles di Le Chesnay, daerah dekat Paris, Prancis, pun menuliskan kasus kakek tersebut ke dalam The American Journal of Emergency Medicine.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS